IHSG Kena Tekanan Global, OJK Ungkap Fundamental Emiten Masih Terjaga

Penulis: Shintya
Editor: Henni Rachma Sari
Rabu, 4 November 2026 | 17:04 WIB
IHSG Kena Tekanan Global, OJK Ungkap Fundamental Emiten Masih Terjaga
IHSG Kena Tekanan Global, OJK Ungkap Fundamental Emiten Masih Terjaga! [Dok. Kemenkeu RI]

astakom.com, Jakarta - Tren IHSG sempat naik di triwulan III 2026 sebelum akhirnya kena tikung koreksi tajam pada Oktober. Meski demikian, OJK mencatat minat investor dan penghimpunan dana korporasi di pasar modal masih sangat solid.

Pasar modal domestik sempat mengalami pemulihan yang cukup manis secara bertahap pada triwulan III 2026 di tengah ketidakpastian global yang bikin deg-degan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat ditutup di level 6.071,14 pada akhir triwulan III 2026, yang artinya sukses menguat 7,58% qtq seiring derasnya kembali dana asing ke pasar saham domestik, terutama yang masuk pada bulan Juli dan Agustus.

Namun, drama pasar terjadi pada Oktober 2026. IHSG mendadak terkoreksi pascapengumuman konsultasi MSCI. Per 30 Oktober 2026, IHSG harus rela ditutup melemah di level 5.057,05 atau terkoreksi 16,7% mtd. Di sisi lain, kinerja industri pengelolaan investasi terpantau masih relatif stabil.

Sejumlah indikator pasar domestik justru tumbuh

Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana tercatat menyentuh angka Rp640,05 triliun per 27 Oktober 2026, tumbuh positif 0,46% mtd, yang ditopang oleh net subscription sebesar Rp14,11 triliun mtd.

Di tengah dinamika pasar yang naik-turun ini, sejumlah indikator pasar modal domestik justru menunjukkan perkembangan yang kuat banget. Minat penghimpunan dana oleh korporasi domestik di pasar modal sama sekali tidak kendur.

Tercatat hingga 28 Oktober 2026 (ytd), nilai penghimpunan dana di pasar modal sukses meroket mencapai Rp202,04 triliun, yang didominasi oleh penerbitan Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk (EBUS) senilai Rp150,43 triliun.

Jumlah single investor identification naik

Basis investor juga terus bertumbuh secara masif, terlihat dari jumlah Single Investor Identification (SID) yang terus bertambah dan telah menembus angka 33,36 juta per 26 Oktober 2026, atau melesat tumbuh 63,94% ytd.

Kinerja fundamental emiten juga terpantau tetap aman terkendali (vibes-nya green flag), dengan sebanyak 73,54% dari emiten saham di Bursa Efek Indonesia sukses membukukan laba berdasarkan Laporan Keuangan Tengah Tahunan (LKTT) 2026.

Menanggapi situasi ini, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, menegaskan bahwa pihak OJK terus melakukan langkah mitigasi dan inisiatif taktis untuk menghadapi tekanan ekonomi global.

Minat investor masih tinggi

Dalam konferensi pers hasil rapat KSSK IV Tahun 2026 di kompleks gedung Bank Indonesia, Jakarta Pusat, pada Selasa (03/11/2026), Friderica atau yang akrab disapa Kiki, mengungkapkan bahwa minat investor di pasar modal Indonesia masih sangat tinggi meskipun pasar sedang rollercoaster kena tekanan, salah satunya dari MSCI.

"Minat penghimpunan dana oleh korporasi domestik di pasar modal tetap tinggi. Hingga 28 Oktober tahun ini, nilai penghimpunan dana di pasar modal mencapai Rp202,04 triliun yang didominasi oleh penerbitan efek bersifat utang atau suku senilai Rp150,43 triliun," tegasnya.

Fundamental emiten masih terjaga

"Basis investor juga terus tumbuh, terlihat dari jumlah single investor identification atau SID yang terus meningkat. dan telah mencapai 33 33,36 juta SID per 26 Oktober 2026 atau tumbuh 63,94% year to date," ungkapnya menambahkan.

Kondisi dan kinerja fundamental emiten pun dinilai tetap terjaga dengan sangat baik.

"Tetap terjaga dengan sebanyak 73,54% dari emiten di Bursa Efek Indonesia membukukan laba berdasarkan laporan keuangan tengah tahunan 2026. Di sektor perdagangan kita (OJK) melihat kinerja intermediasi perbankan tetap kontributif dengan profil resiko yang terjaga di tengah dinamika perekonomian global dan tekanan geopolitik," pungkasnya. (Shnty/RaM)

Gen Z Takeaway

IHSG memang sempat tampil perkasa dengan penguatan 7,58% pada triwulan III 2026, tetapi harus kena koreksi tajam hingga 16,7% sepanjang Oktober setelah muncul pengumuman konsultasi MSCI. Meski pasar saham lagi rollercoaster, OJK memastikan aktivitas pasar modal Indonesia masih cukup solid. Buktinya, penghimpunan dana korporasi sudah menembus Rp202,04 triliun, jumlah investor mencapai 33,36 juta SID, dan 73,54% emiten masih berhasil membukukan laba. Artinya, gejolak pasar belum sepenuhnya menggerus kepercayaan investor maupun fundamental perusahaan di dalam negeri.

IHSG OJK Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi

Infografis

Terkini