Sebatduls - Rp200 T Uang RI Lari ke Luar Negeri untuk Berobat, Pemerintah Siapkan KEK Kesehatan #36
Sekitar 2 juta warga Indonesia diperkirakan berobat ke luar negeri setiap tahun, terutama ke Singapura dan Malaysia. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut pengeluaran masyarakat untuk layanan kesehatan di luar negeri mencapai sekitar Rp200 triliun. Besarnya angka tersebut menjadi perhatian pemerintah karena menunjukkan potensi ekonomi yang bisa dikembangkan melalui peningkatan layanan kesehatan nasional.
Pemerintah mendorong pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan untuk menyediakan layanan medis yang mampu bersaing secara internasional. Salah satu langkah yang ditempuh adalah memperkuat fasilitas kesehatan di KEK Sanur, Bali, dan kawasan kesehatan di Batam, Kepulauan Riau. Pemerintah membidik potensi penghematan devisa hingga Rp150 triliun dengan asumsi sebagian masyarakat yang selama ini berobat ke luar negeri beralih ke fasilitas kesehatan dalam negeri.
Pengembangan KEK Kesehatan juga diarahkan untuk menarik investasi di bidang rumah sakit, teknologi medis, farmasi, dan alat kesehatan. Pemerintah turut menyiapkan dukungan regulasi bagi tenaga medis, termasuk peluang praktik dokter asing di kawasan tertentu untuk mendorong transfer pengetahuan kepada dokter Indonesia. Selain meningkatkan kemampuan tenaga medis nasional, langkah ini diharapkan memperkuat industri kesehatan dalam negeri dan membuka peluang kerja baru.









