OJK Gaspol Clean-Up Pasar Modal Indonesia, Auto Bikin Investor Lokal Makin Tenang!

Editor: Anri Syaiful
Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:44 WIB
OJK Gaspol Clean-Up Pasar Modal Indonesia, Auto Bikin Investor Lokal Makin Tenang!
Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi memberikan keterangan pers usai rapat terbatas (ratas) dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Senin (19/10/2026). [Timpres/Jessica Jowena Yiswi]

astakom.com, Jakarta – Pasar saham Indonesia lagi dapet perhatian khusus dari jajaran elite negara, nih! Otoritas Jasa Keuangan (OJK) siap makin tegas ngelakuin pembenahan total alias reformasi di ranah pasar modal. Nggak cuma fokus bikin ekosistem saham makin transparan dan likuid, OJK juga tegas bakal "menyikat" para pelaku pelanggaran yang sering bikin pasar modal nggak sehat.

Kepastian ini disampaikan langsung oleh Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, usai menggelar pertemuan tertutup bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 19 Oktober 2026.

Dalam agenda penting tersebut, Friderica hadir didampingi jajaran menteri dan pejabat otoritas keuangan negara, seperti Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Keuangan, serta Gubernur Bank Indonesia.

“Tadi kami melaporkan kepada Bapak Presiden terkait perkembangan terkini, tentu saja terkait dengan stabilitas sektor keuangan,” ujar Ketua Dewan Komisioner OJK dalam keterangannya bersama para pimpinan lembaga keuangan nasional tersebut, dikutip astakom.com pada Selasa (20/10/2026).

Fokus utama OJK: Genjot likuiditas dan perkuat transparansi

Langkah reformasi yang digulirkan OJK bukan sekadar gimmick, melainkan komitmen nyata buat membenahi fondasi investasi nasional. OJK sadar betul kalau pasar modal yang kuat butuh keterbukaan informasi yang jelas dan perputaran transaksi yang flow-nya deras (likuid).

Lewat transparansi yang terus ditingkatkan, para investor—baik pemain lama maupun pemula—bisa merasa lebih aman dan nggak dibayang-bayangi oleh praktik manipulatif yang merugikan.

“Terkhusus terkait dengan pasar modal Indonesia kami juga sampaikan kepada beliau, dan kami menyampaikan akan meneruskan reformasi pasar modal terkait dengan peningkatan transparansi kemudian likuiditas,” jelasnya.

Peringatan keras buat pelanggar: Siap-siap kena efek jera!

Nggak cuma soal transparansi, Presiden Prabowo Subianto juga memberikan atensi khusus terkait penegakan hukum di lantai bursa. OJK menegaskan nggak bakal kasih ruang buat praktik perdagangan yang menyimpang, seperti coordinative trading alias goreng-membuat harga saham secara tidak wajar.

Penindakan tegas ini dipastikan bakal terus diperketat demi menjaga kehormatan dan kredibilitas pasar modal Indonesia di mata dunia.

“Pesan khusus juga terpenting adalah bagaimana kita terus menegakkan enforcement kepada mereka-mereka yang telah melakukan pelanggaran terkait dengan coordinative trading dan lain sebagainya,” ungkap Friderica.

Tindakan disiplin ini diharapkan jadi sinyal kuat kalau OJK nggak main-main dalam memelihara integritas industri pasar modal.

“Sehingga kita akan semakin terus menegakkan kredibilitas, integritas dan juga terus melakukan enforcement terhadap berbagai pelanggaran yang telah terjadi. Dan ini harapannya menimbulkan efek jera,” lanjutnya.

Melalui rentetan reformasi dan penegakan aturan yang makin berani ini, OJK optimistis pasar modal Indonesia bakal tumbuh makin dewasa, transparan, dan likuid. Muaranya, bursa saham nasional bisa jadi rumah investasi yang ideal, aman, dan prospektif—baik bagi investor asing maupun investor lokal.

32,7 juta investor ritel lokal: Amunisi utama bursa saham masa depan

Bukan tanpa alasan OJK begitu gencar berbenah. Antusiasme masyarakat Indonesia—khususnya anak muda dan investor ritel—terhadap dunia investasi ternyata lagi tinggi-tingginya.

Ketua Dewan Komisioner OJK menyoroti lonjakan dramatis jumlah investor ritel domestik yang kini sudah menembus angka fantastis, yakni sekitar 32,7 juta Single Investor Identification (SID). Angka ribuan juta akun ini melambangkan besarnya rasa percaya dan harapan masyarakat terhadap pasar saham sebagai wadah menumbuhkan kekayaan jangka panjang.

“Apalagi sekarang dengan domestic investor retail kita sudah mencapai 32.700.000 SID yang tentu saja ini juga menaruh harapan besar untuk pasar modal Indonesia ke depan bisa menjadi tempat investasi untuk jangka panjang yang baik untuk masyarakat Indonesia,” tandasnya.

Dengan berjalannya penegakan hukum yang makin ketat dan transparansi yang makin terbuka, para investor ritel kini tak perlu khawatir lagi buat merajut mimpi finansial mereka di bursa saham Tanah Air. (aNs)

Gen Z Takeaway

OJK fix nggak main-main buat ngebersihin pasar modal Indonesia dari oknum coordinative trading nakal biar bikin efek jera, sekaligus ngedorong reformasi transparansi dan likuiditas bursa demi ngejaga stabilitas keuangan serta ngelindungi aset 32,7 juta investor ritel lokal yang makin eager investasi jangka panjang. 

OJK Ketua Dewan Komisioner OJK Otoritas Jasa Keuangan Pasar Modal Ratas bidang perekonomian Ratas Kabinet

Infografis

Terkini