Kabar Baik dari Bawah Tanah! Laju Penurunan Muka Tanah Jakarta Melambat Berkat Air Pipa

Editor: Henni Rachma Sari
Senin, 2 November 2026 | 12:02 WIB
Kabar Baik dari Bawah Tanah! Laju Penurunan Muka Tanah Jakarta Melambat Berkat Air Pipa
Wamen PU Diana Kusumastuti meninjau proyek Tol Harbour Road II di Jakarta Utara, Jumat (25/9/2026) [Dok. WamenPU]

astakom.com, Jakarta - Kabar segar datang dari isu lingkungan Ibu Kota. PAM Jaya mengungkap laju penurunan muka tanah di Jakarta terbukti makin melambat dalam beberapa tahun terakhir. Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin,mengaitkan tren positif ini dengan melonjaknya penggunaan air perpipaan oleh masyarakat, mengacu pada data riset Badan Geologi Kementerian ESDM periode 2018–2025.

Berdasarkan peta riset tersebut, area yang sebelumnya terindikasi mengalami penurunan drastis kini menyusut signifikan. Sisi selatan Jakarta memperlihatkan zona hijau yang kian meluas, sementara wilayah utara yang tadinya didominasi zona merah mulai bergeser menjadi kuning.

Arief menegaskan bahwa perluasan jaringan air bersih tak sekadar memenuhi kebutuhan harian warga, tetapi juga memberikan kontribusi riil terhadap pemulihan ekosistem lingkungan Jakarta. Temuan ilmiah dari pihak independen ini juga telah dilaporkan langsung kepada Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.

Hasil riset kementerian ESDM buktikan keberhasilan layanan air bersih

Riset Badan Geologi Kementerian ESDM mengonfirmasi keberhasilan Jakarta dalam menekan laju penurunan tanah. Menurut Arief, fenomena ini menjadi bukti konkret bahwa kesadaran masyarakat untuk beralih dari air tanah ke air perpipaan sudah semakin tinggi.

"Riset dari Kementerian ESDM, Jakarta berhasil menahan laju penurunan muka tanah. Ini menandakan bahwasannya masyarakat Jakarta sudah banyak mulai menggunakan air perpipaan," kata Arief dalam keterangannya, dikutip Senin (02/11/2026).

Capaian ini dipicu oleh ekspansi infrastruktur yang digarap secara kolaboratif antara PAM Jaya dan Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta.

"Ini sesuatu yang secara fakta, bahwasannya layanan 83 persen ternyata terlihat dari riset yang dilakukan bukan oleh kami. Ini Badan Geologi yang melakukan riset," ujarnya.

Target cakupan 100 persen dan strategi menuju 2029

Hingga September 2026, PAM Jaya telah mengelola 1.222.484 sambungan pelanggan yang mengalirkan manfaat bagi sekitar 9 juta jiwa, dengan cakupan layanan mencapai 83,27 persen. Kapasitas suplai saat ini berada di angka 23.051 liter per detik (LPS) yang ditopang jaringan pipa sepanjang 13.094 kilometer.

Menatap masa depan, PAM Jaya membidik target ambisius untuk mencapai 100 persen jangkauan pelayanan pada tahun 2029. Sasaran tersebut mencakup peningkatan jumlah pelanggan hingga 2.016.011 sambungan,kapasitas suplai sebesar 32.159 LPS, serta perluasan jaringan pipa menjadi 16.234 kilometer yang disokong oleh 28 Instalasi Pengolahan Air (IPA).

"Dalam target tersebut, PAM Jaya membidik jumlah pelanggan sebanyak 2.016.011 sambungan dengan kapasitas suplai mencapai 32.159 LPS," ucap Arief.

Dorongan internal untuk terus kejar target pembangunan

Guna merealisasikan seluruh target besar tersebut, Arief menekankan pentingnya kerja keras yang konsisten serta sinergi erat bersama seluruh pemangku kepentingan.

Ia juga mengimbau seluruh jajaran internal PAM Jaya agar tidak cepat puas atas pencapaian saat ini. Hasil riset positif ini diharapkan menjadi pemantik semangat untuk terus mengakselerasi pembangunan dan meningkatkan mutu pelayanan air bersih bagi warga Jakarta. 

"Jadikan pujian itu sebagai sesuatu untuk mencambuk lagi bahwasannya kita masih terus banyak bekerja untuk menyelesaikan target-target ini," tandasnya. (RaM)

Gen Z Takeaway

Isu Jakarta "tenggelam" perlahan bisa di-counter berkat makin banyaknya warga yang switch dari air tanah ke air pipa (goodbye ground water extraction!). Dengan capaian layanan yang sudah menembus 83 persen dan target 100 persen di 2029, langkah ini fix bikin lingkungan Jakarta makin sustain dan masa depan Ibu Kota jadi anti-worry.

DKI Jakarta Penurunan Muka Tanah Pesisir Jakarta

Infografis

Terkini