Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Turun 7,44%, Beras Ikut Melandai!

Penulis: Shintya
Editor: Anri Syaiful
Senin, 2 November 2026 | 17:28 WIB
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Turun 7,44%, Beras Ikut Melandai!
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Turun 7,44%, Beras Ikut Melandai! [astakom/str-Hayu Yudha Prabowo]

astakom.com, Jakarta - Berdasarkan data pantauan pasar nasional dari Pusat Informasi Harga Pangan oleh Bank Indonesia, (PIHPS), Senin (02/11/2026) harga komoditas pangan overall stabil. Di mana terjadi fluktuasi yang seimbang antara kenaikan, penurunan, serta komoditas yang harganya tetap stabil.

Komoditas bawang merah ukuran sedang terpantau mengalami kenaikan harga di angka Rp37.100 per kilogram, di mana harganya naik sebesar 0,54 persen atau setara dengan penambahan nominal Rp200 rupiah.

Sementara itu, komoditas bawang putih ukuran sedang juga mencatatkan penyesuaian harga naik menjadi Rp39.050 per kilogram, dengan persentase kenaikan sebesar 1,03 persen atau bertambah sekitar Rp400 rupiah. Kenaikan harga ini tentu wajar mengingat tingginya permintaan bumbu dapur di pasar.

Rata-rata komoditas pangan harganya turun

Kabar baik datang dari komoditas beras kualitas bawah I yang harganya tetap stabil di angka Rp14.950 per kilogram tanpa mengalami perubahan harga atau tetap di posisi 0,00 persen.

Di sisi lain, beras kualitas bawah II juga turut mencatatkan tren positif berupa penurunan harga menjadi Rp14.600 per kilogram, yang berarti mengalami koreksi turun sebesar 1,02 persen atau berkurang sebanyak Rp150 rupiah. Penurunan harga beras kategori ini membantu banget meringankan beban belanja harian keluarga.

Bergeser ke kategori beras kualitas medium, beras kualitas medium I terpantau mengalami penurunan harga yang cukup menggembirakan menjadi Rp16.400 per kilogram, mencatatkan persentase penurunan sebesar 1,8 persen atau setara dengan penghematan sebesar Rp300.

Harga beras turun

Begitu pula dengan beras kualitas medium II yang juga turun harga menjadi Rp16.050 per kilogram, dengan penurunan sebesar 2,43 persen atau berkurang Rp400.

Untuk kategori beras kualitas super, beras kualitas super I ikut turun harga menjadi Rp17.700 per kilogram, mencatatkan persentase penurunan sebesar 1,94 persen atau setara dengan potongan harga sebesar Rp350. Penurunan serupa juga terjadi pada beras kualitas super II yang dibanderol seharga Rp17.250 per kilogram, turun sebesar 1,15 persen atau berkurang sebanyak Rp200.

Beralih ke komoditas kelompok cabai, dinamika harga terlihat sangat bervariasi dengan beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga secara signifikan. Cabai merah besar tercatat turun drastis menjadi Rp68.650 per kilogram, mengalami penurunan sebesar 6,79 persen atau terpangkas hingga Rp5.000.

Komoditas cabai merah keriting juga ikut melandai turun ke angka Rp80.750 per kilogram, dengan persentase penurunan sebesar 3,98 persen atau berkurang sebesar Rp3.350.

Bumbu dapur rata-rata turun

Pada deretan komoditas cabai rawit, cabai rawit hijau terpantau mengalami penurunan harga menjadi Rp74.600 per kilogram, yang berarti terkoreksi turun sebesar 7,44 persen atau menghemat pengeluaran belanja sebesar Rp6.000.

Sementara itu, kabar yang lebih menggembirakan datang dari cabai rawit merah yang harganya melandai turun ke posisi Rp93.550 per kilogram, mencatatkan penurunan signifikan sebesar 5,08 persen atau terpangkas hingga Rp5.000.

Untuk komoditas protein harian, daging ayam ras segar mengalami sedikit kenaikan harga menjadi Rp37.950 per kilogram, yaitu naik sebesar 0,40 persen atau bertambah sekitar Rp150. Di sisi lain, harga daging sapi kualitas 1 terpantau melandai turun menjadi Rp148.850 per kilogram, berkurang 0,28 persen atau hemat Rp425.

Penurunan harga produk hewani

Tren penurunan ini juga diikuti oleh daging sapi kualitas 2 yang harganya turun menjadi Rp140.150 per kilogram, terkoreksi sebesar 2,61 persen atau berkurang hingga Rp3.750. Beralih ke sektor bumbu dan pemanis, gula pasir kualitas premium mencatatkan penyesuaian harga naik menjadi Rp20.800 per kilogram, dengan persentase kenaikan 0,97 persen atau bertambah Rp200.

Hal yang serupa juga terjadi pada gula pasir lokal yang naik tipis ke harga Rp19.650 per kilogram, mengalami kenaikan sebesar 1,03 persen atau bertambah sekitar Rp200.

Di lini komoditas minyak goreng, pergerakan harga terpantau mengalami penyesuaian tipis di semua varian. Minyak goreng curah mencatatkan kenaikan harga menjadi Rp20.400 per kilogram, naik 0,49 persen atau bertambah Rp100.

Minyak goreng naik

Selanjutnya, minyak goreng kemasan bermerek 1 dibanderol seharga Rp24.600 per kilogram, dengan kenaikan sebesar 1,03 persen atau bertambah Rp200. Minyak goreng kemasan bermerek 2 juga menyusul naik menjadi Rp23.950 per kilogram, mengalami penyesuaian naik sebesar 2,13 persen atau bertambah Rp500.  

Sebagai penutup deretan komoditas utama, harga telur ayam ras segar hadir membawa angin segar yang menenangkan hati para pecinta kuliner rumahan.

Komoditas ini mencatatkan penurunan harga menjadi Rp29.150 per kilogram, yang berarti mengalami koreksi turun sebesar 1,02 persen atau menghemat pengeluaran konsumen sebesar Rp300. (Shnty/aNs)

Gen Z Takeaway

Harga pangan nasional pada Senin (02/11/2026) terpantau relatif stabil, meski sejumlah komoditas masih mengalami fluktuasi. Kabar baiknya, mayoritas jenis beras dan cabai kompak turun harga, bahkan cabai rawit hijau terkoreksi hingga 7,44%. Harga daging sapi dan telur ayam juga ikut melandai, sehingga bisa sedikit meringankan pengeluaran rumah tangga. Namun, konsumen tetap perlu mencermati kenaikan harga bawang, gula, minyak goreng, dan daging ayam. Jadi, meski belum semua komoditas ramah di kantong, tren penurunan pada sejumlah bahan pangan utama jadi angin segar buat belanja harian.

Harga Pangan harga beras harga minyak goreng harga cabai rawit

Infografis

Terkini