Presiden Prabowo Tunjuk Ariyo Windutomo sebagai Plt KSP, Ini Profil dan Kariernya

Penulis: Alfian Tegar
Editor: Anri Syaiful
Rabu, 4 November 2026 | 14:17 WIB
Presiden Prabowo Tunjuk Ariyo Windutomo sebagai Plt KSP, Ini Profil dan Kariernya
Letnan Jenderal (Letnan) TNI Ariyo Windutomo sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Staf Kepresidenan (KSP). [Dok. Instagram]

astakom.com, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menunjuk Letnan Jenderal (Letjen) TNI Ariyo Windutomo untuk mengisi posisi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Staf Kepresidenan (KSP). Penunjukan ini menyusul pemberhentian Listyo Sigit Prabowo dari jabatan tersebut.

Keputusan itu diambil setelah Presiden Prabowo menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) terkait pemberhentian Listyo Sigit Prabowo pada Rabu (04/11/2026).

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa Ariyo mendapat mandat untuk menjalankan tugas KSP selama posisi tersebut belum memiliki pejabat definitif.

"Dapat kami sampaikan kepada teman-teman media, bahwa pada pagi hari tadi, Bapak Presiden telah mengambil keputusan dan telah menandatangani keputusan presiden berkenaan dengan pemberhentian saudara Listyo Sigit Prabowo dalam kapasitas beliau sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP)," kata Prasetyo dalam konferensi pers di Istana, Rabu (04/11/2026).

"Dan untuk selanjutnya bapak presiden menunjuk pelaksana tugas untuk mengisi kekosongan tersebut untuk sementara beliau menunjuk Letnan Jenderal TNI Ariyo Windutomo untuk menjalankan tugas sebagai pelaksana tugas KSP," lanjutnya.

Jejak karier Ariyo Windutomo di lingkungan pemerintahan

Sebelum mendapat penugasan sebagai Plt KSP, Ariyo Windutomo memiliki pengalaman di lingkungan Istana. Dia sebelumnya menjabat Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) setelah dilantik menggantikan Heru Budi Hartono pada Jumat, 29 November 2024.

Namanya juga pernah masuk dalam daftar 76 perwira tinggi TNI yang dimutasi Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto pada 31 Oktober 2024.

Ariyo merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) 1996. Dia berasal dari angkatan yang sama dengan Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IV/Diponegoro, Mayjen TNI Deddy Suryadi.

Dalam perjalanan kariernya, Ariyo telah mengisi sejumlah jabatan penting di TNI Angkatan Darat (AD) dan Kementerian Pertahanan (Kemhan).

Saat bertugas di Kemhan, dia pernah menjabat Kepala Bagian Kepegawaian. Setelah itu, Ariyo juga dipercaya menduduki posisi Kepala Biro Umum Sekretariat Jenderal Kemenhan.

Tak hanya itu, dia pernah mengemban amanah sebagai Kepala Satuan Pengawas (Kasatwas) Universitas Pertahanan (Unhan).

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari rekam jejak Ariyo sebelum mendapat penugasan terbaru untuk menjalankan fungsi KSP di lingkungan pemerintahan Presiden Prabowo.

Polri tetapkan 3 orang tersangka penyadapan

Melansir astakom.com, sebelumnya diberitakan Bareskrim Polri resmi menetapkan tiga orang tersangka dalam skandal penyadapan ilegal yang menyasar ponsel milik Presiden Prabowo Subianto serta sejumlah tokoh nasional. 

Ketiga sosok yang ditetapkan sebagai tersangka tersebut merupakan perwira dan anggota polisi aktif, yakni mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo (LSP), Ahrie Sonta Nasution (ASN), serta Eko Hadi (EH).

Kabareskrim Polri, Komjen Pol. Asep Safrudin, mengonfirmasi bahwa penetapan ini dilakukan setelah penyidik mengumpulkan alat bukti yang kuat terkait aktivitas intersepsi tanpa izin resmi. 

Selain ketiga tersangka utama, penyidik Bareskrim juga tengah memeriksa intensif satu orang saksi berinisial SU untuk mendalami keterlibatannya.

Daftar 3 tersangka dan awal terkuaknya perintah ilegal

Skandal penyadapan berskala besar ini mulai terbongkar menyusul adanya instruksi sepihak untuk memusnahkan dan menghapus seluruh arsip dokumen hasil penyadapan pada akhir Oktober 2026. 

Petugas di lapangan yang mendeteksi kejanggalan perintah tersebut memilih mengambil tindakan berani dengan melayangkan laporan resmi pada 30 Oktober 2026.

Merespons laporan tersebut, tim penyidik Bareskrim langsung menggenjot penyelidikan maraton. Polisi telah memeriksa sedikitnya 10 saksi utama serta menggaet 30 ahli untuk memperkuat konstruksi pasal pidana.

"Dari hasil penindakan di lapangan, penyidik mengamankan sejumlah barang bukti elektronik berupa 11 unit handphone, ipad, serta 4 unit flashdisk yang diduga kuat digunakan untuk menyimpan dokumen hasil intersepsi," kata Asep. (aLf/aNs)

Gen Z Takeaway

Presiden Prabowo menunjuk Letjen TNI Ariyo Windutomo sebagai Plt Kepala Staf Kepresidenan (KSP) setelah memberhentikan Listyo Sigit Prabowo. Penunjukan ini mengisi kekosongan jabatan KSP untuk sementara. Ariyo memiliki pengalaman panjang di lingkungan TNI AD, Kementerian Pertahanan, hingga Sekretariat Presiden. Lulusan Akmil 1996 tersebut sebelumnya pernah menjabat Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres), Kepala Biro Umum Setjen Kemenhan, serta Kepala Satuan Pengawas Universitas Pertahanan.

KSP Kantor Staf Kepresidenan Ariyo Windutomo listyo sigit prabowo

Infografis

Terkini