LPS Spill: 25 Juta Warga Belum Punya Rekening, Pemerintah Kompak Gaspol Inklusi Keuangan

Penulis: Shintya
Editor: Henni Rachma Sari
Rabu, 4 November 2026 | 20:34 WIB
LPS Spill: 25 Juta Warga Belum Punya Rekening, Pemerintah Kompak Gaspol Inklusi Keuangan
LPS Spill: 25 Juta Warga Belum Punya Rekening, Pemerintah Kompak Gaspol Inklusi Keuangan [astakom/Antasena]

astakom.com, Jakarta - Financial literacy dan inclusion di Indonesia ternyata masih punya PR. Berdasarkan data terbaru, masih ada sekitar 25 juta penduduk Indonesia yang usianya sudah 17 tahun lebih tapi belum punya rekening bank sama sekali.

Fakta ini dispill langsung sama Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Anggito Abimanyu, di agenda konpers hasil Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) pada Selasa (03/11/2026).

"Kami mencatat bahwa jumlah penduduk yang belum memiliki rekening usia 17 tahun ke atas adalah sekitar 25 juta," kata Anggito.

Merespons hal ini, LPS nggak tinggal diam dan siap full support program pemerintah demi ngebut memperluas akses layanan perbankan formal bagi masyarakat luas.

LPS berkomitmen pangkas angka 25 juta itu

Buat menuntaskan angka 25 juta itu, LPS bakal ngebut bareng anggota KSSK lainnya, dengan fokus utamanya untuk mengoptimalkan berbagai program pemerintah serta menggenjot literasi dan edukasi keuangan agar makin banyak warga yang aware sama pentingnya sistem perbankan.

"LPS tentu akan mendukung upaya untuk menetapkan rekening kepada penduduk di atas 17 juta tersebut, baik melalui program pemerintah maupun program literasi dan edukasi yang selama ini kami lakukan bersama dengan anggota KSSK yang lain," kata Anggito.

Langkah kolaboratif ini diyakini jadi salah satu jurus jitu buat nge-boost inklusi keuangan nasional secara masif dan merata.

Program "Satu Orang Satu Rekening"

Sebelumnya, pemerintah gercep siapin anggaran fantastis senilai Rp1,28 triliun buat menggulirkan program yang bisa mendongkrak inklusi keuangan nasional yaitu program Satu Orang Satu Rekening. Program ini dirancang khusus buat menyasar sekitar 25 juta warga Indonesia dari kelompok masyarakat berpenghasilan rendah (desil 1-4) yang usianya sudah di atas 17 tahun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, membeberkan bahwa program ini juga dibekali setoran awal sebesar Rp50.000 untuk setiap pembukaan rekening baru.

"Kami siapkan program Satu Orang Satu Rekening. Dan dengan program Satu Orang Satu Rekening ini, inklusivitas keuangan kita mendekati 99%. Ini untuk sekitar 25 juta warga desil 1-4 di usia yang di atas 17 tahun," kata Menko Perekonomian Airlangga saat Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Tahun 2026 di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Waktunya semua kalangan melek finansial

Dengan adanya sinergi solid antara pemerintah, LPS, dan KSSK lewat program "Satu Orang Satu Rekening", target inklusi keuangan di Indonesia yang mendekati angka 99% definitely bukan cuma angan-angan.

Harapannya, semua masyarakat tanpa terkecuali bisa menikmati akses perbankan formal yang aman, mudah, dan pastinya bikin masa depan finansial makin glowing. (Shnty/RaM)

Gen Z Takeaway

Masih ada sekitar 25 juta penduduk Indonesia berusia 17 tahun ke atas yang belum punya rekening bank. Melihat kondisi ini, LPS siap berkolaborasi dengan pemerintah dan anggota KSSK untuk memperluas akses perbankan lewat program literasi dan edukasi keuangan. Pemerintah juga menyiapkan anggaran Rp1,28 triliun melalui program Satu Orang Satu Rekening, termasuk setoran awal Rp50.000 bagi setiap pembukaan rekening baru. Targetnya, inklusi keuangan nasional bisa mendekati 99% sehingga makin banyak masyarakat punya akses ke layanan perbankan formal yang aman dan mudah.

LPS Inklusi Keuangan rekening bank KSSK rekening gratis Anggito Abimanyu

Infografis

Terkini