33 Negara Siaga Krisis Pangan, Kementan Pastikan Stok Beras Indonesia Aman

Editor: Henni Rachma Sari
Senin, 2 November 2026 | 13:04 WIB
33 Negara Siaga Krisis Pangan, Kementan Pastikan Stok Beras Indonesia Aman
Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyidak tempat pengoplosan beras SPHP menjadi beras premium di jalan Kayu Manis 10, Jakarta Timur, Rabu (28/10/2026). [Dok. Kementan]

astakom.com, Jakarta - Di tengah gelombang kesiapsiagaan darurat yang melanda sedikitnya 33 negara akibat ancaman krisis pangan dan dinamika geopolitik global, Indonesia memastikan benteng ketahanan pangannya berada dalam kondisi kokoh. Pemerintah mengonfirmasi bahwa paduan produksi lokal dan cadangan nasional menjadi pilar utama yang menjaga ketercukupan pasokan bahan pokok di dalam negeri.

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menyampaikan apresiasi dan rasa syukur karena stok pangan nasional tetap stabil di tengah potensi gangguan rantai pasok dunia.

"Ketika sedikitnya 33 negara mulai mendorong masyarakatnya menyiapkan persediaan makanan, air minum,obat-obatan,dan kebutuhan dasar untuk menghadapi situasi darurat, Indonesia memiliki kekuatan produksi pangan dalam negeri dan cadangan beras yang kuat," kata Amran dikutip dari media nasional, Senin (02/11/2026).

Amran menilai capaian ini tidak lepas dari kerja keras para petani, dukungan penuh pemerintah, serta eksekusi kebijakan yang konsisten dalam memacu angka produksi.

"Alhamdulillah, kita patut bersyukur. Di saat dunia sedang menghadapi ketegangan geopolitik, ancaman krisis pangan,dan gangguan rantai pasok, kondisi pangan Indonesia relatif aman," ujar dia.

"Indonesia mempunyai produksi dalam negeri, punya cadangan, dan terus memperkuat kemampuan memenuhi kebutuhan pangan sendiri. Ini yang harus kita jaga," kata Amran menambahkan.

Kesiapsiagaan global vs kekuatan cadangan beras pemerintah

Di tingkat internasional, berbagai negara mulai mengimbau warganya untuk mengamankan persediaan logistik harian. Negara-negara seperti Inggris dan Jepang telah menerbitkan pedoman agar setiap rumah tangga menyimpan stok bahan pokok minimum untuk kurun waktu tiga hari hingga satu minggu demi mengantisipasi risiko konflik, cuaca ekstrem, hingga gangguan distribusi.

Sebaliknya, kondisi dalam negeri Indonesia ditopang oleh akumulasi pasokan yang sangat tebal. Data per 26 Oktober 2026 mencatat Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di gudang Perum Bulog mencapai sekitar 4,5 juta ton. Pasokan tersebut diperkuat oleh potensi panen berjalan (standing crop) sebesar 10 juta ton serta cadangan di sektor hotel, restoran, dan katering (horeka) sebesar 10 juta ton.

"Kalau kita hitung, stok di Bulog sekitar 4,5 juta ton, standing crop sekitar 10 juta ton, dan stok di horeka sekitar 10 juta ton. Total sekitar 25 juta ton. Sementara kebutuhan kita sekitar 2,5 juta ton per bulan. Artinya,ketersediaan kita sangat kuat. Ini yang membuat kita lebih siap menghadapi berbagai gejolak global," ujar Amran.

Dengan angka akumulatif menyentuh 25 juta ton, pasokan beras nasional dinilai sangat memadai untuk mencukupi konsumsi domestik yang rata-rata memerlukan 2,5 juta ton per bulan.

Urgensi swasembada pangan tanpa ketergantungan impor

Mentan menegaskan bahwa mewujudkan swasembada tanpa ketergantungan pada produk impor adalah kunci keselamatan negara. Ketergantungan pada pasokan luar negeri dinilai sangat berisiko bilamana terjadi ketegangan internasional yang berujung pada penutupan jalur perdagangan atau penahanan ekspor oleh negara produsen.

"Kita tidak boleh bergantung pada negara lain untuk urusan pangan. Bayangkan kalau terjadi konflik besar,jalur perdagangan terganggu, negara-negara menahan ekspornya, sementara kita masih bergantung pada impor. Risikonya sangat besar. Karena itu, swasembada adalah kekuatan dan perlindungan bagi bangsa," tegasnya.

Guna menjaga konsistensi produksi, Kementerian Pertanian terus mempercepat deretan program strategis,mulai dari optimalisasi lahan, percepatan sistem pompanisasi, perbaikan infrastruktur irigasi, penyaluran benih unggul, hingga pengetatan mitigasi dampak perubahan iklim.

Imbauan tetap waspada dan mengapresiasi kerja petani

Meski posisi cadangan beras berada di level yang aman, pemerintah mengingatkan seluruh elemen agar tidak cepat berpuas diri atau lengah dalam mengawal ketersediaan pangan.

"Alhamdulillah, kita patut bersyukur pangan Indonesia aman. Tapi kita tidak boleh berpuas diri. Produksi harus terus ditingkatkan, cadangan diperkuat, dan petani dilindungi. Ada keringat petani dan ada negara yang hadir," kata Amran. (RaM)

Gen Z Takeaway

Intinya, di saat puluhan negara luar lagi panic buying dan siaga krisis pangan, stok beras Indonesia justru lagi overflow sampai 25 juta ton alias aman banget buat kebutuhan berbulan-bulan ke depan (mega safe!). Tapi ingat, pencapaian swasembada ini bukan alasan buat kita sepelekan makanan, melainkan momen buat makin apresiasi kerja keras para petani lokal yang udah bikin perut kita tetap tenang dan anti-worry di tengah gejolak dunia.

Mentan Amran Sulaiman Stok Pangan Nasional stok cadangan pangan pemerintah (CPP) Indonesia ketahanan pangan Ketahanan Pangan Global Ketahanan Pangan Nasional Cadangan Beras cadangan beras pemerintah stok cadangan beras pemerintah (CBP)

Infografis

Terkini