Lebih dari 2.700 Penerbangan Terdampak Asap Karhutla, Segera Cek Status Penerbangan Anda

Penulis: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Henni Rachma Sari
Jumat, 23 Oktober 2026 | 14:05 WIB
Lebih dari 2.700 Penerbangan Terdampak Asap Karhutla, Segera Cek Status Penerbangan Anda
Jangan Lupa Rutin Check Status Penerbangan! Asap karhutla meluas hingga NTT, 2.775 penerbangan terdampak (Dok. Kemenhub)

astakom.com, Jakarta – Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap penerbangan di Indonesia masih berlanjut. Hingga Rabu, (21/10/2026), sebanyak 2.775 penerbangan berjadwal domestik terdampak kabut asap sejak 11 Agustus 2026. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pun mengimbau penumpang rutin mengecek status penerbangan melalui kanal resmi maskapai dan bandar udara karena jadwal bisa berubah mengikuti kondisi jarak pandang.

Melansir dari keterangan resmi Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub yang diterima astakom.com pada Jumat, (22/10/2026). Berdasarkan data terbaru, jumlah penerbangan terdampak bertambah 171 dibandingkan laporan per 19 Oktober 2026.

Dari total tersebut, sebanyak 1.170 penerbangan mengalami keterlambatan (delay), sedangkan 1.544 lainnya dibatalkan atau ditunda (cancelled/postponed). Selain itu, terdapat 25 penerbangan yang dialihkan ke bandar udara lain (divert), enam penerbangan kembali ke bandara keberangkatan (return to base/RTB), dan 30 penerbangan yang jadwalnya dimajukan (advance).

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menegaskan bahwa penyesuaian jadwal dilakukan dengan mengutamakan keselamatan penerbangan.

“Penyesuaian jadwal pada penerbangan yang terdampak karhutla semata-mata dilakukan demi keselamatan. Selama jarak pandang belum memenuhi batas minimum operasional, penerbangan tidak akan dipaksakan,” jelas Lukman.

Asap meluas hingga Nusa Tenggara Timur

Dampak kabut asap kini tidak hanya dirasakan di Sumatera dan Kalimantan, tetapi juga menjangkau Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, hingga Papua.

Sejumlah bandar udara yang terdampak meliputi Iskandar di Pangkalan Bun, Supadio di Pontianak, Mutiara SIS Al-Jufrie di Palu, Sultan Babullah di Ternate, Pattimura di Ambon, Mozes Kilangin di Timika, Rendani di Manokwari, H. Hasan Aroeboesman di Ende, Sultan Thaha di Jambi, serta Sultan Mahmud Badaruddin II di Palembang.

Kabut asap dapat menurunkan jarak pandang di sekitar bandar udara. Kondisi ini berpengaruh terhadap proses lepas landas dan pendaratan, termasuk pergerakan pesawat di area bandara. Akibatnya, penerbangan berpotensi mengalami keterlambatan, pengalihan rute atau tujuan pendaratan, hingga pembatalan.

Untuk penerbangan internasional, tercatat 14 penerbangan dibatalkan akibat kabut asap. Sebanyak 12 penerbangan pada rute Singapura–Pontianak pulang pergi dibatalkan pada 12–23 September 2026 karena asap di Bandar Udara Supadio. Sementara itu, dua penerbangan pada rute Singapura–Palembang pulang pergi dibatalkan pada 15 Oktober 2026 akibat kondisi serupa di Bandar Udara Sultan Mahmud Badaruddin II.

Di luar dampak karhutla, terdapat pula 26 penerbangan domestik yang dibatalkan karena sejumlah faktor lain. Penyebabnya mencakup abu vulkanik Gunung Lewotolok dan Gunung Dukono, cuaca buruk, angin kencang, serta perawatan dan gangguan teknis pesawat.

Kemenhub tingkatkan kesiapsiagaan bandara

Untuk menjaga keselamatan penerbangan di tengah kondisi tersebut, Ditjen Perhubungan Udara meminta pengelola bandar udara di wilayah terdampak meningkatkan kesiapsiagaan. Salah satu langkahnya ialah menerapkan Low Visibility Procedures (LVP), yakni prosedur operasional ketika jarak pandang rendah, bersama AirNav Indonesia dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Pengelola bandara juga diminta menerbitkan Notice to Airmen (NOTAM), yaitu pemberitahuan berisi informasi penting yang berkaitan dengan operasional penerbangan. Kesiagaan di sisi udara turut ditingkatkan, sementara pelayanan kepada penumpang diperkuat melalui penyampaian informasi penerbangan secara berkala dan penyediaan masker.

Upaya penanganan karhutla juga dilakukan melalui operasi water bombing atau pemadaman menggunakan pesawat udara. Hingga 20 Oktober 2026, operasi tersebut telah mencapai 5.320 flight cycle dengan dukungan 39 pesawat dari 11 operator.

Bandar udara di wilayah terdampak turut mendukung operasi pemadaman dengan menyediakan area parkir bagi pesawat dan helikopter, memberikan prioritas slot penerbangan, serta menyiapkan posko pemantauan karhutla. Dukungan lainnya mencakup pendataan sumber air dan ketersediaan bahan bakar untuk menunjang kebutuhan operasi.

Koordinasi penanganan terus dilakukan melalui Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I hingga X bersama pengelola bandara, AirNav Indonesia, maskapai, BMKG, dan instansi terkait. Langkah ini ditujukan agar penanganan di lapangan tetap berjalan sesuai ketentuan keselamatan penerbangan.

“Kami terus mendorong seluruh pihak meningkatkan koordinasi dan kesiapsiagaan. Penumpang juga kami minta mengikuti arahan petugas di bandar udara apabila terjadi perubahan jadwal,” jelas Lukman.

Ada 40 penerbangan dibatalkan pada 22–25 Oktober

Sebagai langkah antisipasi, sejumlah maskapai telah membatalkan 40 penerbangan yang dijadwalkan berlangsung pada 22–25 Oktober 2026. Pembatalan tersebut antara lain terjadi pada rute dari dan menuju Pangkalan Bun, Sampit, Ketapang, serta Singkawang.

Penumpang yang memiliki jadwal penerbangan pada rute tersebut diminta segera menghubungi maskapai masing-masing untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai penjadwalan ulang (reschedule) atau pengembalian biaya tiket (refund).

Kemenhub juga mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan tidak langsung mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Mengingat kondisi cuaca dan jarak pandang dapat berubah, penumpang sebaiknya memeriksa status penerbangan secara berkala melalui kanal resmi maskapai dan bandar udara serta mengikuti arahan petugas apabila terdapat perubahan jadwal. (deA/RaM)

Gen Z Takeaway

Kabut asap karhutla bukan cuma berdampak pada kualitas udara, tetapi juga bisa memengaruhi kelancaran perjalanan udara. Karena keselamatan tetap menjadi prioritas, penumpang perlu rutin mengecek informasi penerbangan dari sumber resmi, mengantisipasi perubahan jadwal, dan segera menghubungi maskapai jika penerbangannya terdampak.

Penerbangan Terdampak Informasi Penerbangan kemenhub DJPU Kemenhub Asap Karhutla Karhutla Dampak Karhutla

Infografis

Terkini