KDM Buka Suara Usai Dicari Presiden Prabowo saat Rakornas di Jakarta: Sudah Lapor Pak Seskab

Penulis: Alfian Tegar
Editor: Henni Rachma Sari
Jumat, 23 Oktober 2026 | 12:13 WIB
KDM Buka Suara Usai Dicari Presiden Prabowo saat Rakornas di Jakarta: Sudah Lapor Pak Seskab
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. [Dok. Humas Jabar]

astakom.com, Jakarta — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM akhirnya memberikan penjelasan terkait ketidakhadirannya dalam agenda pengarahan Presiden Prabowo Subianto. 

Absennya KDM sempat menjadi sorotan setelah Presiden Prabowo secara langsung menyebut dan mencari keberadaannya dalam forum tersebut.

Ramainya pembahasan di media sosial membuat KDM angkat bicara. Ia menjelaskan bahwa ketidakhadirannya bukan tanpa alasan. Saat agenda berlangsung, dirinya tengah berfokus menangani kebakaran hutan yang melanda kawasan Gunung Ciremai.

Menurut KDM, penanganan kebakaran tersebut menjadi prioritas sesuai arahan dari pihak istana. Ia juga memastikan telah menyampaikan perkembangan situasi kepada jajaran terkait.

"Saya sampaikan bahwa penanganan kebakaran Ciremai itu merupakan fokus prioritas yang disarankan oleh Pak Mensesneg. Dan saya juga sudah lapor ke Pak Seskab," kata KDM memberikan keterangan di Instagram pribadinya pada Jumat (23/10/2026).

Titik api berhasil diisolasi, pemadaman dipercepat

KDM menyampaikan bahwa upaya penanganan di lapangan mulai menunjukkan hasil positif. Titik api telah berhasil diisolasi sehingga risiko kebakaran meluas ke area hutan lainnya dapat ditekan.

Untuk mempercepat pemadaman, KDM langsung membangun koordinasi lintas instansi pertahanan dan keamanan setelah meninjau lokasi kebakaran. Langkah ini dilakukan agar penanganan berjalan lebih efektif, terutama di wilayah yang sulit dijangkau.

"Kemarin waktu saya ke Ciremai langsung saya telepon Pak Wamenhan. Pak Wamenhan sudah berkoordinasi dengan seluruh jajaran. Tadi malam saya berkoordinasi dengan Panglima TNI dan KSAU," tuturnya.

Hasil koordinasi tersebut ditindaklanjuti dengan pengerahan operasi pengeboman air atau water bombing. Helikopter disiapkan dari pangkalan di Bogor untuk menuju Bandara Kertajati dan Pangkalan Udara Sugiri Sukani di Majalengka.

Operasi melalui jalur udara ini difokuskan untuk menjangkau titik-titik api yang sulit diakses melalui jalur darat. Dengan begitu, proses pemadaman diharapkan dapat berlangsung lebih cepat dan mencegah kobaran api kembali meluas.

Seribu personel gabungan dikerahkan

Selain mengandalkan bantuan udara, penanganan kebakaran juga diperkuat melalui operasi di darat. Sebanyak 1.000 personel gabungan yang terdiri atas unsur TNI, Polri, relawan, dan masyarakat setempat dikerahkan untuk mengoptimalkan kanal-kanal alamiah.

Kanal tersebut difungsikan sebagai sekat bakar untuk memutus jalur perambatan api. Upaya ini tidak hanya ditujukan untuk mendukung pemadaman saat ini, tetapi juga mengurangi risiko kebakaran menjalar kembali ke kawasan hutan lainnya.

Menutup keterangannya, KDM mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan. Ia mengajak seluruh pihak untuk ikut merawat alam dan menjaga keseimbangan ekosistem.

"Mari kita bersama-sama menjaga dan merawat alam kita. Karena kita adalah bagian dari alam; alam tidak membutuhkan kita, tapi kita yang membutuhkan alam," pungkasnya.

Presiden Prabowo cari KDM

Melansir astakom.com, diberitakan sebelumnya Presiden Prabowo sempat menanyakan keberadaan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) dalam acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di JIExpo, Jakarta, Kamis (22/10/2026).

"Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan. Ke mana KDM itu?" tanya Presiden Prabowo.

Mengingat lokasi acara berada di Jakarta yang bertetangga langsung dengan Jawa Barat, Prabowo pun merasa heran namun tetap memaklumi kesibukan KDM.

"Yang paling dekat enggak hadir. Pasti sibuk. Ok," tambah Presiden.

Gen Z Takeaway

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjelaskan ketidakhadirannya dalam agenda pengarahan Presiden Prabowo karena fokus menangani kebakaran hutan Gunung Ciremai. Ia menyebut penanganan tersebut menjadi prioritas sesuai arahan Menteri Sekretaris Negara dan telah dilaporkan kepada Sekretaris Kabinet. Untuk mempercepat pemadaman, operasi water bombing dikerahkan bersama 1.000 personel gabungan guna mengisolasi titik api dan mencegah kebakaran meluas.

Kang Dedi Mulyadi (KDM) Gubernur Jawa Barat Rakornas TPAKD 2026 Dedi Mulyadi

Infografis

Terkini