KUR Tembus Rp257 Triliun, Airlangga Minta Restu Presiden Prabowo Apresiasi Pemda Berprestasi
astakom.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto blak-blakan ke Presiden Prabowo Subianto pengen ngasih insentif buat pemerintah daerah (pemda) yang sukses bikin masyarakat makin gampang akses keuangan. Menurut Airlangga prestasi pemda yang bikin inklusi keuangan di daerah ini makin gacor perlu dikasih apresiasi sama pemerintah.
Usulan ini disampaikan Airlangga di Rakornas Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Tahun 2026 di JIEXPO Convention Centre, Jakarta, pada Kamis (22/10/2026).
Airlangga berharap daerah-daerah yang kerjanya benar-benar effort dan berprestasi dalam memperluas pembiayaan plus mendongkrak inklusi keuangan layak dapat apresiasi nyata berupa insentif tambahan.
"Kami berterima kasih kepada seluruh pemerintah daerah dan tentu apabila pemerintah daerah ini berprestasi baik mudah-mudahan Bapak Presiden (Prabowo) bisa mengarahkan bahwa mereka boleh diberikan insentif, Bapak Presiden," kata Airlangga.
Titipan Mendagri
Menariknya, usulan insentif ini ternyata bukan cuma ide sepihak dari Airlangga. Usut punya usut, langkah tersebut merupakan titipan pesan langsung dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yang minta disampaikan ke Presiden Prabowo buat dapat arahan lanjut.
Bahkan, Airlangga mengaku sama sekali belum sempat mendiskusikan plan insentif ini ke Menteri Keuangan, walaupun sebelumnya sempat berada dalam satu forum rapat yang sama.
"Karena ini titipan dari Pak Mendagri dan sebetulnya Pak Mendagri (Tito Karnavian) ingin berbicara langsung ke Menteri Keuangan, tapi katanya mesti lewat saya dulu," kata Airlangga.
"Jadi, walaupun tadi saya ada rapat dengan Menteri Keuangan, yang ini saya belum laporkan ke Menteri Keuangan. Jadi, mohon arahan Bapak Presiden (Prabowo)," tambahnya.
Realisasi KUR tinggi
Bukan cuma soal insentif, Airlangga juga memaparkan betapa pentingnya peran TPAKD dalam mendorong penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) ke berbagai pelosok Tanah Air. Performa penyaluran modal usaha ini terbukti enggak main-main.
Sampai tanggal 20 Oktober 2026, realisasi penyaluran KUR sudah menyentuh angka fantastis Rp257,84 triliun dari total plafon anggaran sebesar Rp300 triliun. Program pembiayaan ini sukses menyokong dan menjangkau sekitar 4 juta debitur UMKM.
Kalau dibedah per wilayah, Pulau Jawa masih mendominasi porsi penyaluran terbesar, berikut rinciannya:
Jawa Tengah: Rp45,46 triliunJawa Timur: Rp41,84 triliunJawa Barat: Rp27,76 triliun
Enggak cuma berfokus di Pulau Jawa, aliran dana segar KUR juga merambah wilayah Indonesia Timur dengan catatan yang cukup masif, di antaranya:
Nusa Tenggara Timur (NTT): Rp2,6 triliunPapua: Rp1,76 triliunMaluku: Rp1 triliun
Inklusi Keuangan buat pemerataan ekonomi
Airlangga menegaskan bahwa penguatan TPAKD bakal terus digenjot supaya pemerataan ekonomi makin merata dan tidak ada daerah yang ketinggalan. Akses perbankan dan pembiayaan murah dinilai sebagai kunci utama memajukan usaha rakyat kecil.
"Jadi, TPAKD terus memperluas pembiayaan dan mendukung program prioritas pemerintah sekaligus mendorong inklusi keuangan untuk pemerataan ekonomi rakyat," katanya. (Shnty/aNs)
Gen Z Takeaway
Airlangga Hartarto mengusulkan insentif tambahan buat pemda yang sukses memperluas akses keuangan dan meningkatkan inklusi keuangan di daerah. Usulan yang merupakan titipan Mendagri Tito Karnavian ini tinggal menunggu arahan Presiden Prabowo. Di sisi lain, penyaluran KUR sudah mencapai Rp257,84 triliun hingga 20 Oktober 2026, menjangkau sekitar 4 juta debitur UMKM. Langkah ini diharapkan bisa memperluas akses modal usaha sekaligus mendorong pemerataan ekonomi agar makin banyak daerah dan pelaku usaha kecil ikut berkembang.









