Santri di Lingkaran Utama Pengambil Kebijakan: Mengenal 4 Menteri Alumni Pesantren di Kabinet Presiden Prabowo
astakom.com, Jakarta - Suasana mengaji kitab kuning, riuh hafalan ayat di balik bilik pondok, dan tradisi kesederhanaan kerap menjadi memori kolektif yang melekat pada kehidupan santri. Namun, perjalanan waktu membuktikan bahwa sekat-sekat pesantren kini telah meluas hingga ke ruang-ruang rapat pengambilan kebijakan tertinggi negara. Di jajaran Kabinet Merah Putih pimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, jejak gemblengan pesantren itu hadir nyata melalui deretan figur menteri yang kini mengemban amanat strategis.
Empat di antaranya adalah Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, serta Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Cak Imin). Masing-masing membawa latar belakang keilmuan dan pengalaman organisasi yang melengkapi perjalanan hidup mereka menuju kursi kabinet.
Dari kitab sampai akademisi: Nasaruddin Umar dan Gus Ipul di sektor keagamaan & sosial
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengawali fondasi pendidikannya di Pondok Pesantren As'adiyah Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Setelah menempuh pendidikan guru agama di pesantren tersebut, ia melanjutkan studi ke IAIN Alauddin Ujung Pandang hingga meraih gelar doktoral di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada 1998. Sebelum menjabat Menag pada 21 Oktober 2024, sosok yang dikenal sebagai pakar tafsir dan Imam Besar Masjid Istiqlal ini pernah mengabdi sebagai Dirjen Bimas Islam (2006-2012) serta Wakil Menteri Agama (2011-2014).
Di sektor pelayanan sosial, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menimba ilmu keagamaan di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang dan Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. Pengalaman panjangnya di organisasi Nahdlatul Ulama dan panggung politik mencakup jabatan Sekjen PKB, Menteri Negara PPDT di era Presiden SBY, Wakil Gubernur Jawa Timur dua periode (2009-2019), hingga Wali Kota Pasuruan (2021-2024), sebelum akhirnya dipercaya memimpin Kementerian Sosial.
Rekam jejak global dan kepemimpinan: Raja Juli Antoni serta Muhaimin Iskandar
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menempuh jalur pendidikan di Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah, Garut, Jawa Barat selama enam tahun. Lulusan IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 2001 ini kemudian meraih gelar magister di University of Bradford Inggris melalui beasiswa Chevening, serta gelar doktor dari University of Queensland Australia. Mantan Ketua Umum PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah dan mantan Wamen ATR/BPN ini kini bertugas mengelola kebijakan perhutanan dan kawasan hutan nasional.
Sementara itu, Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mengenyam pendidikan menengah pertama di MTs Pondok Pesantren Mambaul Maarif Jombang, lalu berlanjut ke MAN 1 Jombang. Kariernya berkembang melalui kepemimpinan di PMII (1994), pendirian PKB, Wakil Ketua DPR, serta Menakertrans periode pemerintahan SBY, hingga kini dipercaya mengoordinasikan program pemberdayaan masyarakat lintas kementerian. (RaM)
Gen z Takeaway
Latar belakang pendidikan pesantren terbukti menjadi bagian dari perjalanan hidup sejumlah menteri di Kabinet Merah Putih, seperti Nasaruddin Umar (Menag), Saifullah Yusuf (Mensos), Raja Juli Antoni (Menhut), dan Muhaimin Iskandar (Menko Pemberdayaan Masyarakat). Berasal dari pesantren yang beragam mulai dari As'adiyah Sengkang, Tebuireng, Krapyak, Darul Arqam Muhammadiyah, hingga Mambaul Maarif Jombang para tokoh ini memadukan gemblengan karakter pesantren dengan pengalaman akademik, organisasi, serta birokrasi dalam mengemban tugas negara.









