Dua Tahun Presiden Prabowo, Upah Buruh Naik 6,5%, Kelas Menengah Masih Jadi PR
astakom.com, Jakarta - Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Syahganda Nainggolan menilai kalau pemerintah sukses mendorong pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi ini berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Syahganda bilang kalau capaian itu terlihat dari pertumbuhan ekonomi yang konsisten di atas 5 persen. Bahkan pertumbuhan ekonomi RI berhasil mencapai 5,61 persen pada kuartal I-2026, dan mengalami kenaikan berdasarkan indikator kesejahteraan petani dan nelayan. Di pemerintahan 2 tahun Presiden Prabowo juga terlihat adanya peningkatan upah buruh yang signifikan.
Syahganda bilang kalau pertumbuhan ekonomi Indonesia berhasil tumbuh mencapai 5,6 persen. Capaian ini berhasil diraih berkat belanja pemerintah yang digenjot di awal tahun. Belanja inilah yang turut ngepush aktivitas sektor swasta. Hal ini sekaligus menjawab keraguan sejumlah pihak terhadap capaian positif pemerintah.
Disokong oleh belanja awal tahun dalam jumlah jumbo
“Nah kalau misalkan beberapa ekonom yang meragukan data 5,6 persen tadi, pemerintah sudah menjelaskan bahwa itu ada front loading, itu memang government spending di awal tahun itu besar-besaran sehingga memancing swasta dan lain-lain itu chip in dan itu memang menghasilkan 5,6 persen,” kata Syahganda, dalam keterangannya dikutip astakom.com pada Kamis (22/10/2026).
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi juga perlu dilihat dari dampaknya terhadap masyarakat, termasuk siapa yang menikmati hasil pertumbuhan itu. Menurutnya, pemerintah mulai mengarahkan kebijakan supaya manfaat pertumbuhan turut dirasakan sama kelompok masyarakat yang berpenghasilan rendah.
NTP meningkat
Salah satu indikatornya yakni nilai tukar petani (NTP) yang meningkat dari 124 pada akhir 2024 menjadi 131 pada September 2026. Capaian ini membuktikan adanya perbaikan kesejahteraan petani. Selain itu, angka diikuti dengan peningkatan nilai tukar nelayan. Berdasarkan data BPS, nilai tukar nelayan (NTN) pada September 2026 tercatat 108,85.
Bukan cuma kesejahteraan petani dan nelayan aja yang meningkat, Syahganda juga menyoroti sektor ketenagakerjaan yang makin positif. Upah buruh diketahaui naik rata-rata 6,5 persen selama dua tahun terakhir. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata kenaikan upah sebelumnya yang hanya sekitar 1 persen.
“Karena rata-rata kenaikan upah buruh udah 2 tahun ya, 6,5 persen. Dulu berapa? Rata-rata 1 persen. Artinya ini ada shifting paradigm di mana Bapak Presiden itu pertumbuhan itu harus inklusif. Harus diarahkan kepada orang-orang yang di lapisan bawah,” katanya.
Tantangan di kelas menegah
Meski begitu, dia mengakui masih ada tantangan termasuk penurunan jumlah masyarakat kelas menengah. Syahganda bilang sekitar 11 juta orang dari kelas menengah turun ke kelompok kelas menengah bawah. Hal ini perlu menjadi perhatian penuh dan evaluasi pemerintah untuk tahun 2027.
“Presiden akan masuk ke industri otomotif, tahun depan 2027 itu pasti penyerapan tenaga kerja untuk kelas menengah tadi yang komplain. Nah, itu yang sebenarnya kita harus tahu bahwa secara overall ini memang Presiden telah berhasil untuk melakukan, satu yang disebut pertumbuhan inklusif dan memastikan rakyat kita itu ikut tumbuh dalam pertumbuhan itu,” ujarnya. 9Shnty/aNs)
Gen Z Takeaway
Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo, pertumbuhan ekonomi Indonesia diklaim makin inklusif. Menurut Syahganda Nainggolan, ekonomi yang tumbuh 5,61% pada kuartal I-2026 didorong belanja pemerintah yang ikut menggerakkan sektor swasta. Kesejahteraan petani dan nelayan juga menunjukkan perbaikan, sementara upah buruh naik rata-rata 6,5% selama dua tahun terakhir. Meski begitu, penurunan jumlah masyarakat kelas menengah masih jadi PR yang perlu diselesaikan pemerintah pada 2027, termasuk lewat penciptaan lapangan kerja.









