Perkuat Kesiapan OMC untuk Hadapi Karhutla, BRIN dan TNI AU Siapkan Perbaikan Konsol Hujan Buatan
astakom.com, Jakarta – Upaya mengoptimalkan teknologi modifikasi cuaca untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus disiapkan melalui kolaborasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan TNI Angkatan Udara (TNI AU). Salah satu langkah yang dilakukan adalah memeriksa kondisi konsol hujan buatan yang direncanakan diperbaiki sebelum digunakan kembali untuk mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Melansir keterangan resmi BRIN dikutip pada Rabu, (21/10/2026), pemeriksaan peralatan dilakukan oleh Tim Depohar 10 TNI AU yang dipimpin Taufik Yulianto di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) B.J. Habibie, Serpong, Tangerang Selatan. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kerja Tim Desk Terpadu Operasi Modifikasi Cuaca.
Pengecekan ini menjadi tahap awal untuk melihat kondisi fisik sekaligus kesiapan teknis konsol sebelum menjalani perbaikan di Bandung. Hasil pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui bagian yang perlu dipulihkan agar peralatan dapat memenuhi persyaratan operasional.
Perbaikan konsol jadi tahap awal pengaktifan kembali
Manajer Objek Vital Nasional (Obvitnas) dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) KST B.J. Habibie BRIN, Agus Basuki, menjelaskan bahwa pemeriksaan awal diperlukan untuk memastikan kondisi peralatan sebelum proses perbaikan dilakukan.
“Pengecekan ini menjadi tahapan penting untuk mengetahui kondisi konsol hujan buatan sebelum dilakukan perbaikan. Kami ingin memastikan bahwa peralatan yang nantinya digunakan dalam operasi modifikasi cuaca benar-benar dalam kondisi layak dan dapat mendukung pelaksanaan operasi secara optimal,” kata Agus.
Ia menerangkan, konsol tersebut direncanakan dibawa ke Bandung untuk menjalani perbaikan. Setelah proses tersebut rampung, kelayakan peralatan perlu dipastikan terlebih dahulu sebelum dapat dimanfaatkan kembali dalam kegiatan modifikasi cuaca.
Dengan demikian, pengaktifan kembali konsol masih bergantung pada penyelesaian perbaikan dan hasil pemeriksaan kelayakannya. Persiapan ini menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan peralatan yang sudah tersedia agar dapat kembali mendukung kebutuhan operasional.
“Perbaikan konsol ini merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan kembali peralatan yang telah dimiliki. Setelah seluruh proses perbaikan dan pemeriksaan kelayakan diselesaikan, kami berharap konsol tersebut dapat kembali mendukung pelaksanaan operasi modifikasi cuaca, terutama untuk kebutuhan penanggulangan karhutla,” ujar Agus.
Kolaborasi BRIN dan TNI AU dukung kesiapan OMC
Selain berfokus pada kondisi peralatan, kegiatan ini juga melibatkan koordinasi antarlembaga dalam menyiapkan dukungan teknologi untuk penanganan bencana. BRIN memiliki kapasitas riset dan pengembangan teknologi modifikasi cuaca, sementara Tim Depohar 10 TNI AU terlibat dalam pemeriksaan teknis konsol yang akan diperbaiki.
Agus menilai kesiapan peralatan dan kerja sama lintas instansi menjadi bagian penting dalam mendukung operasi yang membutuhkan koordinasi teknis. Karena itu, setiap tahapan pemeriksaan dan perbaikan perlu dilakukan secara cermat sebelum konsol digunakan kembali.
“Penanganan karhutla memerlukan kerja sama berbagai pihak. Melalui sinergi BRIN dan TNI AU, kami berharap peralatan modifikasi cuaca yang tersedia dapat dioptimalkan kembali sehingga dapat memberikan dukungan terhadap upaya penanggulangan bencana di berbagai wilayah Indonesia,” jelasnya.
Pengaktifan kembali konsol hujan buatan diharapkan dapat menambah dukungan teknologi untuk pelaksanaan OMC ketika dibutuhkan. Namun, pemanfaatannya tetap menunggu proses perbaikan selesai dan peralatan dinyatakan layak beroperasi. (deA/RaM)
Gen Z Takeaway
BRIN dan TNI AU tengah menyiapkan konsol hujan buatan agar bisa kembali mendukung operasi modifikasi cuaca untuk penanganan karhutla. Saat ini, tahap yang dilakukan masih berupa pemeriksaan dan persiapan perbaikan di Bandung. Konsol tersebut baru diharapkan bisa digunakan kembali setelah perbaikan selesai dan kelayakan operasionalnya dipastikan.









