Krisis Demografi: Rusia Lirik Tenaga Kerja Indonesia untuk Kolaborasi
astakom.com, Jakarta – Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergey Tolchenov, mengungkapkan kalau negaranya sedang menjajaki potensi kerja sama ketenagakerjaan dengan Indonesia.
Langkah ini diambil Rusia sebagai solusi menghadapi fenomena penuaan populasi yang tengah terjadi di negara tersebut.
Ia membahas dalam pengarahan pers di Jakarta pada Rabu (24/06/2026), Tolchenov mengungkapkan kalau isu ini sebenarnya baru muncul dalam pembahasan bilateral antara Rusia dan Indonesia sejak tahun lalu.
Efek penuaan Ppopulasi
Kelangkaan tenaga kerja kini menjadi tantangan global pada negara Rusia. Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, mengungkapkan kalau situasi ini memaksa perusahaan-perusahaan di negaranya mulai membuka rekrutmen hingga ke mancanegara, termasuk menargetkan kawasan Asia Tenggara.
"Di negara mana pun, sayangnya termasuk di negara saya, populasi terus menua. Itu berarti kami membutuhkan lebih banyak tenaga kerja, dan perusahaan-perusahaan Rusia sedang mencari kemungkinan tersebut di cukup banyak kawasan," ucap Dubes Tolchenov dikutip oleh astakom pada Kamis, (25/6/2026).
Tolchenov menjelaskan kalau penjajakan kerja sama ini tidak sekadar membahas mobilitas pekerja migran secara umum.
Lebih dari itu, langkah ini diambil untuk menjawab kebutuhan real di lapangan akibat fenomena penuaan populasi yang melanda banyak negara, termasuk Rusia, yang saat ini membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah besar.
Target baru ke ASEAN
"Kami mulai dari negara tetangga kami di Asia Tengah dan yang lebih dekat dengan perbatasan kami. Sekarang beberapa perusahaan mencari Asia Tenggara, termasuk Indonesia,” ucapnya, turut mengungkapkan kalau hal tersebut merupakan langkah pertama dari penjajakan tersebut.
Ia menambahkan kalau Rusia dulunya cenderung mengandalkan tenaga pekerja dari negara-negara tetangga dan kawasan Asia Tengah. Namun sekarang, pembukaan rekrutmen mulai bergeser seiring dengan langkah sejumlah perusahaan yang mulai membidik potensi tenaga kerja dari Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Indonesia dinilai memiliki peluang cerah sebagai salah satu negara mitra penyedia tenaga kerja di masa mendatang. Walaupun begitu, ia menegaskan kalau pembicaraan mengenai peluang tersebut sejauh ini masih berada dalam tahapan awal.
Dalam upaya tersebut, Tolchenov mengungkapkan kalau pihaknya telah menjalin komunikasi dengan sejumlah instansi terkait di Indonesia.
Mulai dari Kementerian Tenaga Kerja RI, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), hingga beberapa perusahaan lokal yang bergerak di bidang penyaluran tenaga kerja ke Rusia.
"Mungkin diperlukan lebih banyak perjanjian antarpemerintah secara bilateral di bidang ini, mungkin beberapa perjanjian antarperusahaan. Namun, saya percaya ini mungkin akan menjadi salah satu topik masa depan yang sangat menjanjikan dalam hubungan bilateral kita,” jelasnya.
Jaminan legalitas pekerja
Di sisi lain, Tolchenov sangat memahami kalau pelindungan hak-hak pekerja migran merupakan prioritas utama bagi Pemerintah Indonesia. Oleh sebab itu, ia menegaskan komitmen Rusia untuk memastikan seluruh proses kerja sama ini berjalan transparan dan menjamin hukum yang kokoh.
"Kami memahami bahwa pemerintah Indonesia sangat fokus pada perlindungan hak pekerja migran. Kami juga berkepentingan agar semuanya berjalan secara legal, jelas, dan transparan," tuturnya.
Kerja sama ketenagakerjaan dinilai berpotensi menjadi pilar baru yang menjanjikan dalam hubungan masa depan antara Indonesia dan Rusia. Demi mensupport langkah tersebut, Dubes Tolchenov mendorong adanya pengaturan yang lebih spesifik melalui hukum antarpemerintah serta komitmen konkret dari para pelaku bisnis kedua negara.
Sertifikasi standar ASEAN
Di sisi lain, Duta Besar Rusia untuk ASEAN, Evgeny Zagaynov, mengungkapkan kalau komitmen serupa sebenarnya juga telah tertuang dalam Rencana Aksi Komprehensif ASEAN-Rusia. Kerja sama tersebut mencakup payung besar tata kelola migrasi pekerja, yang meliputi pengembangan keterampilan, sertifikasi kompetensi, hingga pengakuan keahlian para pekerja migran.
"Rencana aksi komprehensif kami memang mencakup kerja sama mengenai akses pekerja migran terhadap pengembangan keterampilan dan sertifikasi, pengarusutamaan pengakuan keterampilan, serta kebijakan dan tata kelola migrasi tenaga kerja,"ucap Dubes Zagaynov.
Menurutnya, kerja sama ini nantinya akan mengacu pada Deklarasi Vientiane mengenai Pengakuan dan Pengembangan Mobilitas Keterampilan bagi Pekerja Migran yang menjadi salah satu dokumen rujukan penting kedua belah pihak.
Walaupun belum adanya sistem khusus yang mempertemukan ASEAN dan Rusia dalam menata isu ini, Dubes Zagaynov optimistis wadah yang ada saat ini bisa dioptimalkan. Menurutnya, sejumlah forum bilateral maupun regional yang sudah ada dapat dimanfaatkan secara berkala untuk merumuskan langkah konkret kerja sama tersebut dalam 5 tahun ke depan. (nAD/aNs)
Gen Z Takeaway
Buat lo yang lagi cari peluang karier internasional, ini bisa jadi green flag baru! Rusia lagi open recruitment besar-besaran karena kekurangan usia produktif akibat penuaan populasi. Kabar baiknya, diplomasi ini bukan cuma soal kerja kasar, tapi juga mencakup sertifikasi skill tingkat ASEAN dan jaminan hukum yang transparan. Waktunya asah skill bahasa dan kompetensi lo dari sekarang buat siap-siap go international!









