Spill Upiya Karanji, Dipakai Presiden Prabowo Saat Kunker Ternyata Pernah Jadi Ciri Khas Gus Dur

Pewarta: Dhea Vallerina Riyon
Editor: AR Purba
Rabu, 24 Juni 2026 | 17:37 WIB
Spill Upiya Karanji, Dipakai Presiden Prabowo Saat Kunker Ternyata Pernah Jadi Ciri Khas Gus Dur
Presiden Prabowo Kenakan Upiya Karanji di Gorontalo, Peci Ikonik Warisan Budaya Gorontalo

astakom.com, Jakarta - Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Gorontalo dalam rangka menghadiri puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII, Rabu (24/6/2026), tidak hanya menarik perhatian karena agenda nasional yang dihadirinya. Penampilan Presiden dengan peci anyaman berwarna krem khas Gorontalo juga menjadi sorotan masyarakat.

Peci yang dikenakan Presiden Prabowo dikenal dengan sebutan Upiya Karanji, salah satu warisan budaya Gorontalo yang telah diwariskan secara turun-temurun. Saat di pakai di kepala Presiden membuat publik penasaran dengan sejarah, asal-usul, hingga tokoh nasional yang pernah mengenakannya.

Momen tersebut semakin menarik karena sejumlah pejabat tinggi negara yang mendampingi Presiden juga tampil menggunakan Upiya Karanji. Di tengah lautan peserta PENAS XVII, penutup kepala tradisional itu menjadi representasi budaya Gorontalo yang tampil di panggung nasional.

Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah menteri dan pejabat tinggi negara mengenakan Upiya Karanji saat menghadiri puncak PENAS XVII di Limboto, Kabupaten Gorontalo. Kehadiran mereka dengan songkok khas Gorontalo tersebut disebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat setempat.

Asal usul Upiya Karanji

Upiya Karanji merupakan kopiah atau songkok tradisional khas Gorontalo yang dibuat dari anyaman pohon mintu, sejenis rotan yang banyak ditemukan di wilayah tersebut. Nama "karanji" berasal dari kata yang berarti keranjang, merujuk pada teknik anyamannya yang menyerupai anyaman keranjang.

Melansir dari laman resmi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Upiya Karanji merupakan salah satu produk kerajinan tradisional yang sangat populer di Gorontalo. Kerajinan ini dibuat secara manual dengan proses yang cukup rumit, mulai dari pemilihan bahan mintu berkualitas, pengeringan, hingga penganyaman menjadi bentuk kopiah.

Kemendikdasmen menjelaskan bahwa pembuatan Upiya Karanji membutuhkan keterampilan dan ketekunan tinggi karena pola anyamannya dikerjakan secara detail. Tidak sedikit perajin yang menambahkan motif maupun tulisan tertentu sehingga menghasilkan nilai artistik yang khas pada setiap kopiah.

Ciri khas yang mudah dikenali

Berbeda dengan peci nasional berbahan kain beludru yang umum digunakan masyarakat Indonesia, Upiya Karanji memiliki tekstur anyaman yang terlihat jelas pada seluruh permukaannya. Bentuknya cenderung silinder dengan warna alami yang berasal dari serat pohon mintu.

Peci yang dikenakan Presiden Prabowo pada PENAS XVII tampak didominasi warna krem dengan aksen motif cokelat pada bagian tengah. Warna tersebut berpadu serasi dengan busana safari bernuansa senada yang dikenakannya saat menyapa peserta kegiatan.

Menurut deskripsi Kemendikdasmen, bahan anyaman pohon mintu dipilih karena relatif lentur dan mudah dibentuk. Setelah menjadi kopiah, Upiya Karanji terasa sejuk dan nyaman digunakan karena memiliki sirkulasi udara alami dari celah-celah anyamannya.

Pernah jadi Ikon Gus Dur Presiden RI ke-5

Upiya Karanji bukan kali ini saja menarik perhatian nasional. Kopiah khas Gorontalo tersebut pernah sangat identik dengan Presiden keempat RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Melansir media nasional, Upiya Karanji bahkan dikenal luas dengan sebutan "Kopiah Gus Dur" karena kerap dikenakan oleh Gus Dur dalam berbagai kesempatan resmi maupun nonformal. Salah satu ciri khas penampilan Gus Dur semasa hidup adalah penggunaan peci anyaman khas Gorontalo tersebut.

Kedekatan Gus Dur dengan Upiya Karanji membuat kopiah ini semakin dikenal masyarakat Indonesia. Hingga kini, foto-foto Gus Dur mengenakan Upiya Karanji masih mudah ditemukan dan menjadi bagian dari memori publik tentang sosok presiden keempat RI tersebut.

identitas khas Gorontalo

Bagi masyarakat Gorontalo, Upiya Karanji bukan sekadar pelengkap busana. Melansir dari laman resmi Kemendikdasmen, kopiah anyaman ini telah berkembang menjadi identitas khas masyarakat Gorontalo dan digunakan dalam berbagai kegiatan keagamaan, adat, maupun acara resmi.

Melansir dari laman resmi Kemendikdasmen pada Rabu, (24/6/2026) juga mencatat bahwa Upiya Karanji telah digunakan sebagai identitas oleh aparatur sipil negara (ASN) di Provinsi Gorontalo. Keberadaan kerajinan tradisional ini tidak hanya mencerminkan kekayaan budaya daerah, tetapi juga menopang kehidupan sosial dan ekonomi para perajinnya.

Ketika dikenakan Presiden Prabowo Subianto bersama para pejabat negara di hadapan puluhan ribu peserta PENAS XVII, Upiya Karanji tidak hanya tampil sebagai pelengkap busana. Kehadirannya sekaligus memperkenalkan salah satu warisan budaya khas Gorontalo kepada publik nasional. (deA/aRsp)

Gen Z Takeaway

Di balik tampilannya yang sederhana, Upiya Karanji menyimpan cerita panjang tentang kreativitas perajin lokal dan identitas budaya Gorontalo. Terbuat dari anyaman pohon mintu, pernah menjadi ciri khas Gus Dur, hingga kini dikenakan Presiden Prabowo, kopiah tradisional ini membuktikan bahwa warisan budaya daerah tetap bisa tampil relevan dan mencuri perhatian di panggung nasional.

Berita Spill Presiden Prabowo Presiden Prabowo Subianto PrabowoSubianto Peci Gorontalo Upiya Karanji Gorontalo PENAS Petani dan Nelayan

Infografis

Terkini