Menpora Siapkan Strategi Hadapi Perubahan Nomor Asian Games 2026

Pewarta: A. Cuwantoro
Editor: Anri Syaiful
Kamis, 25 Juni 2026 | 20:15 WIB
Menpora Siapkan Strategi Hadapi Perubahan Nomor Asian Games 2026
Menpora Erick Thohir memberikan pernyataan pers di kantornya di Jakarta, Rabu silam (24/06/2026).

astakom.com, Jakarta — Persiapan kontingen Indonesia menuju Asian Games 2026 di Jepang kini memasuki fase krusial dengan sisa waktu sekitar dua setengah bulan saja. Menpora RI Erick Thohir menegaskan, salah satu tantangan terbesar yang wajib diantisipasi dengan cepat oleh para atlet dan jajaran pelatih adalah perubahan mendasar pada sejumlah nomor pertandingan.

Beberapa cabang olahraga (cabor) dan nomor pertandingan yang sebelumnya menjadi ladang medali emas bagi Indonesia dipastikan tidak lagi dipertandingkan di edisi Jepang ini. Kondisi tersebut menuntut Kemenpora dan seluruh federasi olahraga nasional mematangkan strategi pembinaan baru yang lebih terukur agar tren prestasi Indonesia di kancah Asia tidak merosot.

"Kita harus mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi yang sudah diraih. Negara-negara lain terus bergerak maju. Karena itu, Indonesia juga harus memiliki sistem pembinaan yang kuat dan berkelanjutan agar mampu bersaing secara konsisten," ujar Menpora Erick Thohir, dikutip dari laman Kemenpora, Rabu silam (24/6/2026).

Sokongan penuh Presiden Prabowo melalui anggaran multiyears

Erick memaparkan, guna memutus rantai persiapan instan yang kerap merugikan atlet, pemerintah resmi mengubah pola pikir pembinaan dengan beralih ke Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) jangka panjang. Skema ini telah mendapatkan restu dan komitmen penuh dari Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan di Hambalang pada Jumat (19/6) lalu.

Nantinya, sistem Pelatnas jangka panjang ini akan didukung oleh pendanaan multi-tahun (multiyears). Kebijakan ini dinilai menjadi fondasi revolusioner agar program latihan tidak terputus di tengah jalan hanya karena masalah birokrasi tahunan.

"Presiden Prabowo mendukung penuh perubahan pola pikir dalam pembinaan olahraga nasional. Atlet juara dunia dan Olimpiade tidak lahir dari persiapan satu atau dua tahun, melainkan melalui proses bertahun-tahun. Jika kita menargetkan Olimpiade 2032, maka atlet-atlet potensial harus mulai dibina dari sekarang menggunakan skema multiyears," tegas Erick.

Dukungan penuh dari elite federasi dan koordinasi lintas sektoral

Gagasan anggaran multiyears ini disambut hangat oleh pimpinan berbagai organisasi cabor papan atas Indonesia. Erick mengapresiasi dukungan langsung yang diberikan oleh Rosan Roeslani (Ketua Federasi Angkat Besi), Luhut Binsar Pandjaitan (Ketua PB PASI/Atletik), Yenny Wahid (Ketua Federasi Panjat Tebing), hingga Pandu Sjahrir (Ketua Federasi Selancar Ombak).

Kepastian program latihan ini dinilai akan memudahkan para ketua federasi dalam menyusun kalender kejuaraan uji coba (try out) di level internasional.

Guna memastikan regulasi pendanaan baru ini berjalan mulus dan akuntabel, Kemenpora kini terus mempercepat koordinasi lintas kementerian, terutama bersama Kementerian Keuangan dan Kementerian Sekretariat Negara. Sinergi ini diharapkan matang sebelum kontingen Indonesia resmi bertolak ke Jepang, dilanjutkan ke ajang SEA Games 2026 Malaysia, hingga Olimpiade mendatang. (ACwan/aNs)

Gen Z Takeaway

No more instan-instan club! Menjelang Asian Games 2026 Jepang yang tinggal 2,5 bulan lagi, Menpora Erick Thohir langsung gerak cepat pasca beberapa cabor andalan Indonesia dihapus dari kompetisi. Didukung penuh sama Presiden Prabowo Subianto, Kemenpora bakal menerapkan sistem Pelatnas jangka panjang dengan anggaran multiyears (multi-tahun). Langkah ini didukung penuh sama bos-bos cabor kayak Pak Luhut dan Ibu Yenny Wahid biar para atlet bisa fokus latihan tanpa kepikiran dana macet. Road to Olympic 2032 starts now!

kemenpora Erick Thohir Asian Games 2026

Infografis

Terkini

Sukaria Jawa Jawi 2026

Pekan Kebudayaan Daerah yang bertajuk "Sukaria Jawa Jawi 2026", di Dalem Joyokusuman, Solo, Jawa Tengah, Kamis (25/6/2026).

Footage 17:43 WIB