INFOGRAFIS: Catatan Penting Presiden Prabowo di Sidang Paripurna DPR 2026
astakom.com, Jakarta - Bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional pada 20 Mei 2026 lalu, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan langsung pidato mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) dalam Sidang Paripurna DPR yang bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2026. Kehadiran langsung Presiden dalam pemaparan arah ekonomi negara dinilai memecah tradisi tahun-tahun sebelumnya yang biasanya diwakili Menteri Keuangan.
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2027 berada di kisaran 5,8 hingga 6,5 persen, dengan target lebih optimistis mencapai 8 persen pada 2029. Selain itu, asumsi dasar ekonomi makro lainnya mencakup nilai tukar rupiah di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS, inflasi yang dijaga pada rentang 1,5 hingga 3,5 persen, serta harga minyak mentah Indonesia (ICP) diperkirakan berada di level US$70 hingga US$95 per barel. Pemerintah juga menargetkan lifting minyak mentah mencapai 602 ribu hingga 615 ribu barel per hari. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa APBN merupakan alat perjuangan bangsa untuk melindungi rakyat, memperkokoh fondasi ekonomi nasional, dan memastikan seluruh warga negara dapat hidup lebih sejahtera.(aRsp)

Gen Z TakeawayBuat Gen Z, pidato Prabowo Subianto ini intinya kasih sinyal kalau Indonesia lagi nyiapin “level up” ekonomi besar-besaran. Artinya, peluang kerja, bisnis kreatif, startup, UMKM, sampai industri digital bakal makin kebuka lebar buat anak muda. Jadi bukan cuma nunggu kesempatan datang, tapi juga waktunya upgrade skill, berani bikin karya, dan ikut ambil peran di masa depan Indonesia. Karena kalau ekonomi tumbuh kencang, yang paling bisa ngebut bareng perubahan ya generasi muda itu sendiri.








