Pekerja Nonformal Tembus 57,93%, Ini Sektor yang Paling Banyak Nampung

Penulis: Shintya
Editor: Henni Rachma Sari
Jumat, 6 November 2026 | 10:08 WIB
Pekerja Nonformal Tembus 57,93%, Ini Sektor yang Paling Banyak Nampung
Pekerja Nonformal Tembus 57,93%, Ini Sektor yang Paling Banyak Nampung (Dok. Badan Pusat Statistik (BPS))

astakom.com, Jakarta - Dunia kerja Indonesia per Agustus 2026 membawa kabar adem Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat pengangguran terbuka resmi melandai sebanyak 77 ribu orang. Dari total 155,37 juta angkatan kerja kita, sebanyak 147,98 juta orang berhasil terserap di pasar kerja melesat naik 1,44 juta orang dibanding periode Agustus 2025.

Tapi kalau dibedah dari lanskap status pekerjaannya, fakta lapangan membuktikan satu hal ekosistem nonformal masih jadi the real MVP alias raja utama penopang ekonomi warga.

Buat kamu yang memilih jalur freelance, solopreneur, usaha mandiri, atau pekerjaan harian tanpa ikatan kontrak, kamu adalah bagian dari kelompok mayoritas. Berdasarkan catatan BPS per Agustus 2026, persentase pekerja informal mendominasi lanskap ketenagakerjaan nasional di angka 57,93 persen. 

Serapan pekerja sektor formal tinggi

Angka ini jauh mengungguli pekerja formal yang mencatatkan porsi 42,07 persen. Meskipun ranah formal mengalami tren kenaikan secara absolut naik 410 ribu orang dari 61,84 juta (Agustus 2025) menjadi 62,25 juta orang (Agustus 2026) fleksibilitas dan daya serap sektor nonformal tetap belum tertandingi. 

Sektor informal terbukti jadi bantalan sosial yang tangguh buat menampung puluhan juta tenaga kerja Indonesia di tengah dinamika pasar.

Pertanian dan perdagangan penampung utama pekerja

Tinggi proporsi sektor nonformal ini sejalan dengan peta lapangan usaha yang paling banyak menyerap tenaga kerja. Faktanya, sektor pertanian masih kokoh di posisi puncak penyerapan tenaga kerja pada Agustus 2026 dengan porsi mencapai 28,2 persen.

Di posisi kedua mengekor sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 17,86 persen, disusul oleh sektor industri sebesar 13,75 persen. Karakteristik sektor pertanian dan perdagangan skala mikro di Indonesia memang sangat erat hubungannya dengan aktivitas ekonomi nonformal dan mandiri.

Pekerjaan informal masing paling tinggi

Pekerja informal masih jadi tulang punggung pasar kerja Indonesia dengan porsi mencapai 57,93% per Agustus 2026, jauh di atas pekerja formal yang sebesar 42,07%. Sektor pertanian menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan kontribusi 28,2%, disusul perdagangan 17,86% dan industri 13,75%. 

Artinya, meski pekerjaan formal terus bertambah, sektor informal seperti usaha mandiri, freelance, dan pekerjaan harian masih menjadi andalan jutaan masyarakat untuk mencari nafkah. (Shnty/RaM)

Gen Z Takeaway

Pekerja informal masih jadi tulang punggung pasar kerja Indonesia dengan porsi mencapai 57,93% per Agustus 2026, jauh di atas pekerja formal yang sebesar 42,07%. Sektor pertanian menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan kontribusi 28,2%, disusul perdagangan 17,86% dan industri 13,75%. Artinya, meski pekerjaan formal terus bertambah, sektor informal seperti usaha mandiri, freelance, dan pekerjaan harian masih menjadi andalan jutaan masyarakat untuk mencari nafkah.

Pekerja Sektor Informal Pekerja formal Badan Pusat Statistik (BPS)

Infografis

Terkini