Kerja 2 Tahun: Pembangunan dan Dukungan PKPN Presiden Prabowo dari Aceh hingga Papua

Penulis: Hapsari
Editor: Anri Syaiful
Jumat, 6 November 2026 | 01:08 WIB
Kerja 2 Tahun: Pembangunan dan Dukungan PKPN Presiden Prabowo dari Aceh hingga Papua
Dua tahun infrastruktur (Generate AI-astakom.com)

astakom.com, Jakarta - Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menjadi periode yang diwarnai berbagai program pembangunan dan dukungan pemerintah di sejumlah daerah. Kalau melihat data persebaran dari Aceh sampai Papua, program-program tersebut nggak cuma berpusat di kota besar atau wilayah yang sudah berkembang, tetapi juga menjangkau berbagai daerah di luar Pulau Jawa.

Ada banyak sektor yang masuk dalam catatan pembangunan ini. Mulai dari revitalisasi sekolah, operasional Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, program Makan Bergizi Gratis (MBG), pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, pembangunan jembatan desa, sampai dukungan subsidi energi.

Selain itu, pemerintah juga mencatat operasional Kampung Nelayan Merah Putih dan pembangunan rumah sakit umum daerah (RSUD) baru di sejumlah provinsi.

Menariknya, setiap daerah punya capaian yang berbeda. Ada provinsi dengan jumlah penerima MBG mencapai jutaan orang, ada yang memiliki ribuan sekolah selesai direvitalisasi, dan ada pula daerah yang mulai mendapatkan tambahan fasilitas kesehatan.

Lantas, seperti apa persebaran pembangunan dan dukungan pemerintah selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto? Yuk, spill satu per satu dari barat hingga timur Indonesia.

1. Sumatera: Pendidikan, koperasi, dan infrastruktur desa

Perjalanan dimulai dari Pulau Sumatera. Aceh menjadi salah satu daerah dengan catatan pembangunan yang cukup beragam. Berdasarkan data per 28 Oktober 2026, terdapat 3.010 satuan pendidikan SD, SMP, dan SMA yang telah selesai direvitalisasi.

  • Aceh sudah memiliki sembilan Sekolah Rakyat, tiga Sekolah Garuda, dan satu Sekolah Nasional Terintegrasi yang beroperasi. Sementara itu, program MBG telah menjangkau 1.544.185 penerima. Bukan cuma pendidikan dan pemenuhan gizi, penguatan ekonomi desa juga menjadi bagian dari pembangunan. Sebanyak 6.500 Koperasi Desa/Kelurahan telah terbentuk di Aceh. Ada pula 304 jembatan desa yang selesai dibangun serta empat lokasi Kampung Nelayan Merah Putih yang sudah beroperasi.
  • Sumatera Utara, tercatat 2.381 sekolah selesai direvitalisasi dengan enam Sekolah Rakyat dan satu Sekolah Garuda yang beroperasi. Penerima MBG mencapai 2.992.407 orang, sedangkan koperasi desa yang terbentuk berjumlah 6.110 unit. Sumatera Utara juga mencatat pembangunan dua RSUD baru dan penyelesaian 390 jembatan desa. Dukungan subsidi dan kompensasi energi di provinsi ini mencapai Rp18,19 triliun.
  • Sumatera Barat mencatat 1.271 sekolah selesai direvitalisasi, empat Sekolah Rakyat beroperasi, dan 1.052.918 penerima MBG. Ada juga 1.265 koperasi desa yang terbentuk serta 167 jembatan desa yang selesai.
  • Riau terdapat 909 sekolah yang selesai direvitalisasi, empat Sekolah Rakyat beroperasi, dan 1.504.591 penerima MBG. Jumlah koperasi desa yang terbentuk mencapai 1.862 unit.
  • Jambi mencatat 570 sekolah selesai direvitalisasi, dua Sekolah Rakyat beroperasi, dan dua Sekolah Nasional Terintegrasi. Sementara itu, Sumatera Selatan memiliki 933 sekolah yang direvitalisasi, enam Sekolah Rakyat, tiga Sekolah Garuda, dan 1.917.193 penerima MBG.
  • Bengkulu tercatat 419 sekolah selesai direvitalisasi, dua Sekolah Rakyat beroperasi, serta satu RSUD baru. Lampung mencatat 1.722 sekolah selesai direvitalisasi, tiga Sekolah Rakyat, dan 2.431.257 penerima MBG. Provinsi ini juga memiliki delapan Kampung Nelayan Merah Putih yang beroperasi.
  • Kepulauan Bangka Belitung mencatat 236 sekolah selesai direvitalisasi dan satu Sekolah Garuda. Kepulauan Riau memiliki 301 sekolah yang direvitalisasi, tiga Sekolah Rakyat, serta satu RSUD baru.

Dari rangkaian data tersebut, terlihat bahwa pembangunan di Sumatera mencakup banyak kebutuhan dasar masyarakat. Nggak hanya soal gedung sekolah, tetapi juga akses penghubung desa, penguatan ekonomi lokal, pelayanan kesehatan, hingga dukungan energi.

2. Jawa: Jangkauan MBG dan revitalisasi sekolah terbesar

Beralih ke Pulau Jawa, jumlah penerima MBG dan sekolah yang selesai direvitalisasi terlihat cukup besar. Hal ini sejalan dengan jumlah penduduk di sejumlah provinsi yang juga relatif tinggi.

  • DKI Jakarta mencatat 140 sekolah selesai direvitalisasi, tiga Sekolah Rakyat, dan enam Sekolah Garuda yang beroperasi. Penerima MBG mencapai 1.243.900 orang. Dukungan subsidi dan kompensasi energi di ibu kota tercatat Rp21,68 triliun.
  • Jawa Barat menjadi salah satu provinsi dengan capaian terbesar. Tercatat 4.303 sekolah selesai direvitalisasi, 24 Sekolah Rakyat, delapan Sekolah Garuda, dan dua Sekolah Nasional Terintegrasi yang beroperasi. Jumlah penerima MBG di Jawa Barat mencapai 13.054.623 orang. Angka ini menjadi yang tertinggi dibandingkan provinsi lainnya dalam data tersebut. Selain itu, terdapat 5.957 koperasi desa yang terbentuk, 219 jembatan desa selesai, serta lima Kampung Nelayan Merah Putih yang beroperasi.
  • Jawa Tengah juga mencatat angka yang nggak kalah menarik. Sebanyak 4.694 sekolah telah selesai direvitalisasi, menjadi jumlah tertinggi di antara seluruh provinsi. Ada pula 16 Sekolah Rakyat, enam Sekolah Garuda, dan dua Sekolah Nasional Terintegrasi yang beroperasi. Penerima MBG di Jawa Tengah mencapai 8.532.320 orang. Sementara itu, koperasi desa yang terbentuk berjumlah 8.563 unit dan menjadi salah satu capaian tertinggi secara nasional.
  • Di Daerah Istimewa Yogyakarta, tercatat 528 sekolah selesai direvitalisasi, tiga Sekolah Rakyat, dan tiga Sekolah Garuda yang beroperasi. Program MBG telah menjangkau 805.881 penerima, sedangkan jumlah koperasi desa yang terbentuk mencapai 438 unit.
  • Jawa Timur memiliki 4.217 sekolah yang selesai direvitalisasi. Provinsi ini juga mencatat 29 Sekolah Rakyat yang beroperasi, menjadi jumlah terbanyak di antara seluruh provinsi. Penerima MBG di Jawa Timur mencapai 8.675.005 orang. Selain itu, terdapat 8.494 koperasi desa yang terbentuk dan 310 jembatan desa selesai dibangun.
  • Banten juga masuk dalam daftar daerah dengan jangkauan program yang cukup luas. Terdapat 1.108 sekolah selesai direvitalisasi, enam Sekolah Rakyat, empat Sekolah Garuda, dan 2.759.449 penerima MBG.

Kalau dilihat secara keseluruhan, Pulau Jawa menjadi salah satu wilayah dengan angka penerima MBG dan revitalisasi sekolah yang besar. Namun, dukungan pemerintah di wilayah ini nggak cuma berkaitan dengan pendidikan dan pangan. Pembentukan koperasi serta pembangunan infrastruktur desa juga tercatat sebagai bagian dari pemerataan pembangunan.

3. Bali dan Nusa Tenggara: Memperkuat pendidikan dan wilayah pesisir

Bergeser ke wilayah Bali dan Nusa Tenggara, pembangunan juga menyentuh sektor pendidikan, pangan, ekonomi desa, hingga fasilitas kesehatan.

  • Di Bali, sebanyak 401 sekolah telah selesai direvitalisasi. Terdapat satu Sekolah Rakyat yang beroperasi dengan jumlah penerima MBG mencapai 600.107 orang. Selain itu, sebanyak 716 koperasi desa telah terbentuk dan satu Kampung Nelayan Merah Putih sudah beroperasi.
  • Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat 993 sekolah selesai direvitalisasi dan enam Sekolah Rakyat beroperasi. Program MBG telah menjangkau 1.601.150 orang, sementara koperasi desa yang terbentuk mencapai 1.166 unit. NTB juga memiliki enam Kampung Nelayan Merah Putih yang beroperasi dan satu RSUD baru yang telah dibangun.
  • Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat 1.758 sekolah selesai direvitalisasi. Ada satu Sekolah Rakyat, satu Sekolah Garuda, dan satu Sekolah Nasional Terintegrasi yang beroperasi. Penerima MBG di NTT mencapai 633.232 orang. Jumlah koperasi desa yang terbentuk sebanyak 3.442 unit, ditambah enam Kampung Nelayan Merah Putih dan dua RSUD baru.

Khusus wilayah kepulauan dan daerah yang memiliki banyak masyarakat pesisir, keberadaan Kampung Nelayan Merah Putih menjadi salah satu bentuk dukungan yang menarik untuk diperhatikan. Program ini hadir berdampingan dengan penguatan pendidikan, pemenuhan gizi, dan fasilitas kesehatan.

4. Kalimantan: Pendidikan dan penguatan ekonomi daerah

Selanjutnya, kita menuju Pulau Kalimantan. Di Kalimantan Barat, terdapat 944 sekolah selesai direvitalisasi dan empat Sekolah Rakyat yang sudah beroperasi. Penerima MBG mencapai 992.202 orang, dengan 2.145 koperasi desa terbentuk.

  • Kalimantan Tengah mencatat 561 sekolah selesai direvitalisasi dan empat Sekolah Rakyat beroperasi. Jumlah penerima MBG mencapai 234.790 orang, sedangkan koperasi desa yang terbentuk berjumlah 1.571 unit.
  • Di Kalimantan Selatan, tercatat 572 sekolah selesai direvitalisasi, lima Sekolah Rakyat, dan satu Sekolah Garuda. Penerima MBG mencapai 693.798 orang dengan 2.016 koperasi desa terbentuk.
  • Kalimantan Timur mencatat 399 sekolah selesai direvitalisasi, satu Sekolah Rakyat, dan tiga Sekolah Garuda yang beroperasi. Ada pula satu Sekolah Nasional Terintegrasi di Ibu Kota Nusantara (IKN). Program MBG di Kalimantan Timur telah menjangkau 440.110 penerima. Jumlah koperasi desa yang terbentuk mencapai 1.038 unit.
  • Kalimantan Utara memiliki 181 sekolah yang selesai direvitalisasi, satu Sekolah Rakyat, satu Sekolah Garuda, serta satu Sekolah Nasional Terintegrasi. Penerima MBG tercatat sebanyak 128.696 orang. Provinsi ini juga mencatat 482 koperasi desa terbentuk, satu Kampung Nelayan Merah Putih beroperasi, dan satu RSUD baru dibangun.

Dari lima provinsi tersebut, pembangunan pendidikan menjadi salah satu catatan yang tersebar di seluruh wilayah Kalimantan. Bahkan, pengembangan sekolah dengan konsep berbeda seperti Sekolah Garuda dan Sekolah Nasional Terintegrasi juga mulai tercatat di beberapa daerah.

Di sisi lain, pembentukan koperasi desa menunjukkan adanya upaya memperluas dukungan ekonomi sampai tingkat lokal. Artinya, pembangunan nggak hanya diarahkan pada fasilitas publik, tetapi juga menyentuh kelembagaan ekonomi masyarakat.

5. Sulawesi: Program pendidikan, MBG, dan kampung nelayan

Perjalanan berikutnya menuju Pulau Sulawesi. Wilayah ini memiliki sejumlah catatan pembangunan, terutama dalam revitalisasi sekolah, pembentukan koperasi, dan operasional Kampung Nelayan Merah Putih.

  • Sulawesi Utara mencatat 648 sekolah selesai direvitalisasi. Ada dua Sekolah Rakyat, satu Sekolah Garuda, dan dua Sekolah Nasional Terintegrasi yang beroperasi. Penerima MBG mencapai 363.397 orang, sementara koperasi desa yang terbentuk sebanyak 1.839 unit.
  • Sulawesi Tengah memiliki 838 sekolah selesai direvitalisasi dan tiga Sekolah Rakyat beroperasi. Penerima MBG mencapai 482.072 orang dengan 2.017 koperasi desa terbentuk. Terdapat pula lima Kampung Nelayan Merah Putih yang sudah beroperasi.
  • Di Sulawesi Selatan, jumlah sekolah yang selesai direvitalisasi mencapai 1.825 satuan pendidikan. Provinsi ini juga memiliki 14 Sekolah Rakyat, dua Sekolah Garuda, dan satu Sekolah Nasional Terintegrasi yang beroperasi. Jumlah penerima MBG mencapai 1.819.632 orang. Sementara itu, terdapat 3.059 koperasi desa yang terbentuk, 119 jembatan desa selesai, dan delapan Kampung Nelayan Merah Putih beroperasi.
  • Sulawesi Tenggara mencatat 961 sekolah selesai direvitalisasi, dua Sekolah Rakyat, satu Sekolah Garuda, dan satu Sekolah Nasional Terintegrasi. Penerima MBG mencapai 607.484 orang. Salah satu catatan yang menarik, provinsi ini memiliki empat RSUD baru yang telah dibangun. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan provinsi lainnya dalam data pembangunan RSUD baru.
  • Berikutnya, Gorontalo mencatat 300 sekolah selesai direvitalisasi, satu Sekolah Rakyat, satu Sekolah Garuda, dan satu Sekolah Nasional Terintegrasi. Penerima MBG mencapai 191.987 orang.
  • Sementara itu, Sulawesi Barat memiliki 349 sekolah yang selesai direvitalisasi dan dua Sekolah Rakyat beroperasi. Program MBG telah menjangkau 369.246 orang, dengan 648 koperasi desa terbentuk dan empat Kampung Nelayan Merah Putih beroperasi.

Kalau diperhatikan, pembangunan di Sulawesi punya kombinasi yang cukup beragam. Ada penguatan akses pendidikan, pemenuhan gizi, pembentukan koperasi, sampai dukungan terhadap masyarakat pesisir. Kehadiran Kampung Nelayan Merah Putih di sejumlah provinsi juga memperlihatkan bahwa sektor perikanan masuk dalam cakupan program pembangunan daerah.

6. Maluku dan Papua: Pemerataan Hingga Wilayah Timur Indonesia

Nah, sekarang kita sampai di wilayah timur Indonesia. Pembangunan di Maluku dan Papua menjadi bagian penting untuk melihat sejauh mana program pemerintah menjangkau daerah yang memiliki tantangan geografis dan akses pelayanan publik.

  • Di Maluku, sebanyak 542 sekolah selesai direvitalisasi. Terdapat tiga Sekolah Rakyat dan satu Sekolah Garuda yang beroperasi. Program MBG telah menjangkau 235.308 orang, sementara koperasi desa yang terbentuk berjumlah 1.235 unit. Maluku juga mencatat 56 jembatan desa selesai dibangun, dua Kampung Nelayan Merah Putih beroperasi, serta satu RSUD baru.
  • Sementara itu, Maluku Utara memiliki 459 sekolah selesai direvitalisasi dan enam Sekolah Rakyat beroperasi. Penerima MBG mencapai 196.686 orang dengan 1.185 koperasi desa terbentuk. Provinsi ini juga mencatat lima Kampung Nelayan Merah Putih yang beroperasi dan tiga RSUD baru. Jumlah pembangunan RSUD tersebut termasuk yang tertinggi dalam data nasional.
  • Beranjak ke Tanah Papua, provinsi Papua mencatat 240 sekolah selesai direvitalisasi. Ada empat Sekolah Rakyat yang beroperasi, dengan jumlah penerima MBG mencapai 169.653 orang. Selain itu, terdapat 999 koperasi desa yang terbentuk, 63 jembatan desa selesai, dan satu RSUD baru.
  • Di Papua Barat, tercatat 166 sekolah selesai direvitalisasi dan 99.786 penerima MBG. Jumlah koperasi desa yang terbentuk mencapai 824 unit, sementara 116 jembatan desa telah selesai dibangun.
  • Papua Selatan memiliki 109 sekolah selesai direvitalisasi dan satu Sekolah Rakyat yang beroperasi. Penerima MBG tercatat sebanyak 42.550 orang, dengan 690 koperasi desa terbentuk dan 23 jembatan desa selesai dibangun.
  • Berikutnya, Papua Tengah mencatat 83 sekolah selesai direvitalisasi, satu Sekolah Rakyat beroperasi, dan 67.675 penerima MBG. Jumlah koperasi desa yang terbentuk mencapai 1.208 unit.
  • Papua Pegunungan memiliki 82 sekolah selesai direvitalisasi dengan jumlah penerima MBG sebanyak 25.153 orang. Sementara itu, jumlah koperasi desa yang terbentuk mencapai 2.627 unit.
  • Terakhir, Papua Barat Daya mencatat 140 sekolah selesai direvitalisasi dan satu Sekolah Garuda yang beroperasi. Penerima MBG mencapai 70.583 orang, dengan 1.013 koperasi desa terbentuk. Provinsi ini juga mencatat satu Kampung Nelayan Merah Putih yang beroperasi dan satu RSUD baru dibangun.

Dari data tersebut, terlihat bahwa program pembangunan dan dukungan pemerintah sudah tercatat di seluruh provinsi di Tanah Papua. Jumlahnya memang berbeda-beda, tetapi cakupannya meliputi pendidikan, pemenuhan gizi, penguatan ekonomi desa, infrastruktur, hingga kesehatan.

Hal ini menjadi penting karena pemerataan pembangunan nggak cukup hanya dilihat dari besarnya angka nasional. Persebaran program sampai ke wilayah yang jauh dari pusat pertumbuhan juga perlu diperhatikan.

Rekap nasional: Ini capaian pembangunan selama dua tahun

Kalau seluruh provinsi digabungkan, ada sejumlah angka yang menarik untuk dilihat. Berdasarkan rekap nasional per 28 Oktober 2026, berikut catatan pembangunan dan dukungan pemerintah selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

  • 39.293 satuan pendidikan SD, SMP, dan SMA selesai direvitalisasi.
  • 182 Sekolah Rakyat telah beroperasi.
  • 51 Sekolah Garuda telah beroperasi.
  • 17 Sekolah Nasional Terintegrasi telah beroperasi.
  • 58.086.605 orang tercatat sebagai penerima MBG.
  • 83.762 Koperasi Desa/Kelurahan telah terbentuk.
  • 2.872 jembatan desa telah selesai dibangun.
  • Rp338,10 triliun alokasi subsidi dan kompensasi energi tahun 2026.
  • 100 Kampung Nelayan Merah Putih telah beroperasi.
  • 22 RSUD baru telah dibangun.

Dari angka tersebut, sektor pendidikan menjadi salah satu bidang dengan capaian yang cukup menonjol. Ada 39.293 satuan pendidikan yang telah selesai direvitalisasi. Artinya, program perbaikan fasilitas pendidikan menjangkau puluhan ribu sekolah yang tersebar di berbagai provinsi.

Selain revitalisasi, pemerintah juga mencatat operasional 182 Sekolah Rakyat, 51 Sekolah Garuda, dan 17 Sekolah Nasional Terintegrasi. Keberadaan berbagai satuan pendidikan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan dengan pendekatan yang berbeda.

Di sektor pemenuhan gizi, MBG telah menjangkau 58.086.605 penerima. Jumlah ini memperlihatkan luasnya jangkauan program yang masuk ke berbagai daerah. Namun, tentu saja, keberlanjutan program dan kualitas pelaksanaannya tetap menjadi hal yang perlu diperhatikan.

Sementara itu, pembentukan 83.762 Koperasi Desa/Kelurahan menjadi catatan tersendiri dalam penguatan ekonomi masyarakat. Koperasi diharapkan bisa menjadi salah satu wadah aktivitas ekonomi di tingkat desa dan kelurahan.

Pembangunan infrastruktur juga nggak ketinggalan. Sebanyak 2.872 jembatan desa telah selesai dibangun. Di sektor kelautan dan perikanan, terdapat 100 Kampung Nelayan Merah Putih yang sudah beroperasi.

Untuk layanan kesehatan, pemerintah mencatat pembangunan 22 RSUD baru di berbagai provinsi. Sedangkan pada sektor energi, alokasi subsidi dan kompensasi energi tahun 2026 tercatat mencapai Rp338,10 triliun.

Pembangunan nggak cuma berpusat di Pulau Jawa

Dari Aceh hingga Papua, data dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memperlihatkan bahwa pembangunan dan dukungan pemerintah mencakup banyak sektor sekaligus.

Pendidikan menjadi salah satu fokus melalui revitalisasi sekolah, Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, dan Sekolah Nasional Terintegrasi. Pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat juga diperluas melalui MBG, sementara penguatan ekonomi lokal dilakukan melalui pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan.

Di sisi lain, pembangunan jembatan desa, operasional Kampung Nelayan Merah Putih, pembangunan RSUD, serta subsidi dan kompensasi energi menjadi bagian dari dukungan terhadap kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah.

Memang, jumlah capaian setiap provinsi nggak sama. Jawa Barat, misalnya, mencatat penerima MBG paling banyak, sedangkan Jawa Tengah menjadi provinsi dengan jumlah sekolah yang selesai direvitalisasi terbanyak. Namun, daerah-daerah di luar Jawa juga memiliki catatan pembangunan masing-masing, termasuk provinsi-provinsi di wilayah timur Indonesia.

Yang perlu digarisbawahi, angka pembangunan bukan cuma soal seberapa banyak fasilitas yang berhasil dibangun atau berapa besar anggaran yang disalurkan. Lebih dari itu, manfaatnya perlu benar-benar dirasakan masyarakat. (hPs/aNs)

Gen Z Takeaway

Sekolah yang sudah direvitalisasi harus bisa menghadirkan lingkungan belajar yang lebih baik. Koperasi yang terbentuk perlu berkembang dan memberikan manfaat ekonomi. Jembatan yang selesai dibangun harus mempermudah mobilitas warga, sementara fasilitas kesehatan perlu didukung tenaga medis dan layanan yang memadai. Dua tahun tentu belum cukup untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan pembangunan Indonesia. Masih ada banyak tantangan yang perlu dibereskan, mulai dari pemerataan akses, kualitas pelayanan publik, sampai keberlanjutan program di setiap daerah. Namun, berdasarkan data per 28 Oktober 2026, persebaran program tersebut memberikan gambaran tentang cakupan pembangunan yang sedang berjalan. Dari ujung barat di Aceh sampai ujung timur di Papua, pembangunan bukan cuma soal membangun gedung, tetapi juga menghadirkan dukungan yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Presiden Prabowo Infrastruktur Pembangunan Revitalisasi Sekolah Makan Bergizi Gratis Rumah Sakit 2 Tahun Presiden Prabowo

Infografis

Terkini