Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo Jadi Sorotan, Bakom Ajak Publik Jaga Persatuan Bangsa

Penulis: Alfian Tegar
Editor: Anri Syaiful
Jumat, 6 November 2026 | 09:31 WIB
Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo Jadi Sorotan, Bakom Ajak Publik Jaga Persatuan Bangsa
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Syahganda Nainggolan. [Dok. Bakom RI]

astakom.com, Jakarta — Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Syahganda Nainggolan, mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga keamanan dan keutuhan bangsa. Imbauan tersebut disampaikan menyusul dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto.

“Saya mengajak seluruh elemen bangsa dan masyarakat Indonesia untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban masyarakat, dan keutuhan bangsa,” kata Syahganda, Kamis (05/11/2026).

Syahganda mengingatkan agar ambisi kekuasaan tidak membuat masyarakat membiarkan praktik politik yang tidak bermoral dan berpotensi memecah belah persatuan.

“Mari semua elemen bangsa mendukung Presiden dan jajaran Kepolisian dalam upaya menindak tegas dan menjaga ketertiban masyarakat,” kata Syahganda.

Penegakan hukum harus berjalan transparan

Ia menegaskan, setiap tindakan yang berpotensi mengancam keamanan, keselamatan, dan kewibawaan Presiden harus diusut secara objektif dan transparan. Penindakan juga harus dilakukan secara tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Menurut Syahganda, penegakan hukum harus menjadi landasan utama dalam menangani persoalan tersebut agar tidak berkembang menjadi polemik yang mengganggu stabilitas nasional.

Presiden Prabowo prihatin atas dugaan penyadapan

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keprihatinan atas dugaan tindak pidana penyadapan, penghapusan bukti elektronik, serta akses ilegal yang disebut menyasar dirinya.

Dugaan penyadapan tersebut tidak hanya mengarah kepada Presiden, tetapi juga sejumlah pejabat negara, pimpinan partai politik, hingga tokoh organisasi kemasyarakatan.

Informasi itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (04/11/2026).

Menurut Prasetyo, Presiden menilai persoalan tersebut memprihatinkan karena diduga melibatkan institusi yang berada di bawah kepemimpinannya.

“Beliau sangat prihatin. Institusi yang berada di bawah Presiden, kemudian melakukan upaya sedemikian (penyadapan). Tentunya itu sangat memprihatinkan. Sekali lagi, sangat mengkhawatirkan untuk kepentingan kita semuanya,” kata Prasetyo.

Informasi sensitif berpotensi ancam kepentingan bangsa

Prasetyo juga menjelaskan bahwa dugaan penyadapan terhadap kepala negara dan sejumlah pimpinan negara berpotensi menyangkut informasi sensitif. Jika disalahgunakan, informasi tersebut dapat membahayakan kepentingan bangsa.

Karena itu, pengusutan kasus ini menjadi penting untuk memastikan keamanan informasi negara sekaligus menjaga stabilitas nasional. (aLf/aNs)

Gen Z Takeaway

Kepala Bakom Syahganda Nainggolan mengajak masyarakat menjaga persatuan dan stabilitas nasional menyusul dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto. Ia menekankan pentingnya penegakan hukum secara objektif, transparan, dan tegas. Sementara itu, Presiden Prabowo menyampaikan keprihatinan karena dugaan tersebut disebut turut menyasar pejabat negara dan berpotensi mengancam keamanan informasi serta kepentingan bangsa.

Bakom RI Kepala Bakom RI Syahganda Nainggolan Penyadapan Presiden Prabowo Subianto

Infografis

Terkini