BEI Gaspol Buka Jalan UMKM Melantai di Bursa, Siapkan 4 Inisiatif Strategis!
astakom.com, Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menerapkan empat inisiatif strategis buat memperkuat kesiapan dan kualitas calon perusahaan publik. Hal ini related sama yang diharapkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal buat mempersiapkan diri melantai di bursa efek.
Empat inisiatif strategis ini dirancang buat ngeupgrade kualitas dan kesiapan calon perusahaan publik di Indonesia supaya punya tata kelola dan prinsip berkelanjutan yang mateng. Bursa Efek Indonesia juga menekankan penerapan standar tata kelola serta prinsip keberlanjutan Environmental, Social, and Governance (ESG).
"Kesiapan untuk menjadi perusahaan publik bukan hanya soal pendapatan atau aset, melainkan juga legalitas, tata kelola, manajemen risiko, transparansi, serta kesiapan menghadapi tuntutan keberlanjutan, termasuk ESG dan dekarbonisasi,” kata Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik, dikutip astakom.com pada Rabu (04/11/2026).
BEI jalin kemitraan
Buat pastiin kesiapan itu di inisiatif kedua, BEI memutuskan buat menjalin kemitraan sama PT Surveyor Indonesia (Persero). Kerja sama ini akan berfokus pada verifikasi, validasi, dan peningkatan kualitas informasi keuangan dan nonkeuangan buat perusahaan yang bersiap Go Public.
Inisiatif lainnya yakni berupa kerja sama dengan Kementerian UMKM lewat kelanjutan program Rise to IPO, serta peluncuran National Go Public Academy for SME untuk membantu perusahaan membangun model bisnis yang andal dan berkelanjutan.
Selain empat langkah strategis itu, BEI juga fokus memperkuat nilai tambah buat emiten yang udah terdaftar di bursa.
"Keempat, penguatan manfaat sebagai perusahaan tercatat melalui kajian akademis, analisis desain insentif untuk perusahaan tercatat di Indonesia," kata Jeffrey.
Inisiatif BEI
Lewat rangkaian inisiatif ini BEI berharap bisa merangkul lebih banyak perusahaan buat mengenal pasar modal dan mempersiapkan diri sesuai sama tahap pertumbuhan bisnis masing-masing.
Fyi, BEI sebelumnya meluncurkan National Go Public Academy for Small and Medium Enterprises (SME) di acara RISE to IPO yang diadakan di Bursa Efek Indonesia di Jakarta. Program ini disasar buat melakukan pembinaan berjenjang yang dirancang buat mendampingi pelaku UMKM dari tahap penguatan tata kelola sampe siap meluncur di bursa.
"Program ini disusun sebagai perjalanan pembinaan berjenjang, mulai dari penguatan fundamental bisnis, tata kelola, kualitas, dan transparansi hingga pemahaman proses IPO serta tanggung jawab sebagai perusahaan publik,” kata Jeffrey.
Tantangan pasar modal RI
Akses pembiayaan yang terbatas ini masih jadi tantangan utama buat para pelaku usaha buat memperluas skala bisnisnya. Padahal sektor ini adalah motor utama penggerak roda ekonomi daerah sekaligus sukses membuka lapangan kerja buat masyarakat.
BEI serta para pemangku kepentingan berkomitmen buat membuka pintu pasar modal sebagai alternatif pembiayaan jangka panjang.
Jeffrey tegaskan kalau pemahaman akan alternatif pembiayaan itu sangat krusial seiring dengan perkembangan bisnis. Pasar modal Indonesia yang disupport sama 33,4 juta investor dan 962 perusahaan tercatat dinilai punya potensi besar buat menopang kebutuhan dana dunia usaha. (Shnty/aNs)
Gen Z Takeaway
BEI lagi gaspol membuka akses pasar modal buat UMKM lokal yang punya ambisi naik kelas lewat IPO. Ada empat inisiatif strategis yang disiapkan, mulai dari kerja sama dengan Kementerian UMKM dan Surveyor Indonesia, hingga peluncuran National Go Public Academy for SME. Fokusnya bukan cuma membantu perusahaan memenuhi syarat melantai di bursa, tetapi juga memperkuat tata kelola, transparansi, manajemen risiko, dan standar ESG. Langkah ini jadi peluang buat UMKM mendapatkan alternatif pembiayaan jangka panjang sekaligus mempersiapkan bisnis agar lebih profesional dan berkelanjutan.








