BEI Keluarkan 81 Saham HSC per 2 November, IHSG Kini Dihitung dari 837 Saham!
astakom.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi nggak memperhitungkan 81 saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau high shareholding concentration (HSC) dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dari mulai tanggal 2 November sesuai sama skema awal yang udah ditetapin BI.
Menurut Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, skema baru ini udah melewati tahapan teknis setelah penutupan perdagangan pada Jumat lalu (30/10/2026). Meski begitu, beberapa penyedia data pasar atau data vendor ada yang masih butuh waktu buat ngeupdate informasi baru dari BEI ini.
"Jadi, di hari Jumat, setelah pasar tutup, seluruh saham HSC sudah dikeluarkan dari mesin perhitungan indeks. Mungkin hari ini ada beberapa data vendor yang masih belum menyesuaikan," ungkap Jeffrey saat ditemui di Gedung BEI, dikutip astakom.com pada Rabu (04/11/2026).
Jumlah saham yang diperhitungkan 837 saham
Setelah 81 saham HSC ini dikeluarkan dan nggak diperhitungkan emiten yang tercatat di Papan Akselerasi, jumlah saham yang masuk ke perhitungan IHSG jadi tinggal 837 saham.
Soal pergerakan IHSG di awal perdagangan Senin yang sempet terkoreksi lebih dari 1 persen, Jeffrey bilang kalau fluktuasi itu adalah bagian dari dinamika pasar dan aktivitas transaksi saham.
Bakal dimasukan ke saham lain
Jeffrey pastiin kalau kebijakan pengeluaran saham HSC tujuannya bukan buat bikin fluktuasi ekstrem atau penurunan tajam IHSG, melainkan ini kelanjutan dari penyesuaian terhadap saham HSC di indeks IDX30, LQ45 dan IDX80.
Jadi lebih jelas lagi, 81 saham HSC yang tidak diperhitungan itu bakal didistribusikan secara proporsional kepada saham-saham lain yang masih diperhiungkan IHSG.
"Dalam implementasi awal, tentu tidak akan mengakibatkan penurunan drastis, ya sama seperti kalau kita mengeluarkan saham tertentu, distribusi dari bobot itu akan diberikan kepada sisa saham-saham lain yang masih ada di dalam konstituen indeks," kata Jeffrey. (Shnty/aNs)
Gen Z Takeaway
BEI resmi mengeluarkan 81 saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan IHSG mulai 2 November 2026. Dengan kebijakan ini, saham yang masuk dalam perhitungan IHSG tersisa 837 emiten, di luar saham Papan Akselerasi. BEI menegaskan langkah ini bukan untuk memicu penurunan indeks, melainkan bagian dari penyesuaian komposisi dan bobot saham agar lebih proporsional. Jadi, bobot 81 saham yang dikeluarkan bakal didistribusikan ke saham lain yang masih menjadi konstituen IHSG.








