LPS Spill Simpanan Masyarakat Tembus Rp10.513 Triliun, Saldo di Atas Rp5 Miliar Naik 11,91%!
astakom.com, Jakarta - Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Anggito Abimanyu, ngespill data kalau dana simpanan masyarakat di bank terus menunjukkan tren positif.
Gak tanggung-tanggung, total simpanan perbankan nasional pada September 2026 sukses menyentuh angka fantastis yaitu Rp10.513 triliun, dengan pertumbuhan sebesar 8,65% secara tahunan (year on year/YoY).
Angka yang bikin takjub ini disampaikan langsung oleh Anggito dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) pada Selasa, (03/11/2026). Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) ini pun dirasakan secara merata di berbagai lapisan masyarakat.
Rincian saldo: dari kaum merintis sampai rekening "sultan"
Kalau dibedah berdasarkan kelompok nominalnya, pertumbuhan simpanan ini ternyata bervariasi di tiap segmen. Mulai dari saldo tipis-tipis sampai saldo tebal, semuanya kompak nunjukin grafik hijau yang aesthetic.
Berikut detail pertumbuhan simpanan atau tabungan secara agregat:
Saldo di bawah Rp100 juta: Tumbuh stabil sebesar 7,15% YoY. Ini bukti nyata kalau budaya menabung masyarakat kelas entry-level masih on track banget.
Saldo Rp100 juta hingga Rp200 juta: Tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 5,8% YoY.
Saldo Rp200 juta hingga Rp500 juta: Mencatatkan pertumbuhan di angka 4,21% YoY.
Saldo di atas Rp5 miliar: Simpanan dengan nominal jumbo ini meroket paling tinggi dengan pertumbuhan mencapai 11,91% YoY.
Melihat data tersebut, Anggito menegaskan bahwa pertumbuhan DPK ini benar-benar terjadi di seluruh kelompok nominal tanpa terkecuali.
Berdasarkan data agregat, banyak sultan
Meskipun simpanan di atas Rp5 miliar tumbuhnya paling ngebut, ada satu catatan penting yang perlu clear. Anggito menjelaskan bahwa angka-angka tersebut merupakan data agregat, yang artinya ini adalah akumulasi dari kelompok nominal simpanan, bukan berarti jumlah individu orang kaya di Indonesia mendadak bertambah secara masif.
“Yang di atas Rp5 miliar itu tumbuh 11,91%, jadi secara agregat (kumpulan dari penabung bukan individu) totalnya adalah 8,65% atau secara nominal posisi setelah 2026 adalah Rp10.513 triliun rupiah,” kata Anggito.
Artinya, pergerakan dana di segmen kelas atas ini memang ngasih impact yang paling gede terhadap lonjakan total nominal DPK secara keseluruhan.
Hadapi dinamika ekonomi
Lonjakan simpanan jumbo di perbankan ini sekaligus menjadi cerminan bagaimana dinamika ekonomi dan pasar keuangan nasional kita tetap bertahan di tengah berbagai tantangan global maupun domestik.
Masyarakat dari berbagai lapisan terbukti masih menyisihkan dananya untuk disimpan di bank, menunjukkan tingkat kepercayaan yang terjaga dengan baik terhadap sistem perbankan Indonesia.
Dengan total simpanan yang menyentuh angka Rp10.513 triliun dan tren pertumbuhan yang merata di semua segmen, stabilitas sistem keuangan kita dinilai tetap berada di jalur yang aman dan terkendali. (Shnty/aNs)
Gen Z Takeaway
Simpanan masyarakat di perbankan Indonesia terus menunjukkan tren positif. Per September 2026, total Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp10.513 triliun atau tumbuh 8,65% secara tahunan. Menariknya, simpanan di atas Rp5 miliar mencatat pertumbuhan paling tinggi sebesar 11,91% YoY. Meski begitu, angka ini merupakan pertumbuhan secara agregat, bukan berarti jumlah orang kaya mendadak bertambah. Artinya, kepercayaan masyarakat terhadap perbankan masih terjaga, dengan aliran dana yang terus bertumbuh di berbagai kelompok nominal.








