Yaman di Ujung Tanduk! Harga Pangan Meroket, PBB Desak Akses Bantuan
astakom.com, Jakarta – Kondisi di Yaman sekarang benar-benar di luar nalar dan bikin nyesek. Kepala urusan kemanusiaan PBB, Tom Fletcher, spill kondisi terbaru yang bikin geleng-geleng kepala. Warga sipil di sana kena imbas paling parah dari eskalasi konflik yang makin panas, sampai-sampai ada hampir 300.000 jiwa yang terpaksa jadi pengungsi sejak Agustus kemarin.
Lewat cuitannya di platform X pada Selasa, 3 November 2026, yang dilansir dari Anadolu, Fletcher nggak nutup-nutupin kekecewaannya.
"Warga sipil Yaman harus membayar harga yang sangat berat akibat konflik yang semakin meningkat ini," tutu4 Fletcher lewat platform media sosial X yang dikutip Anadolu, Selasa (03/11/2026).
300 ribu pengungsi
Situasi paling ngeri kerasa banget di Kota Taiz yang sekarang lagi dikepung. Akses jalanan banyak yang ditutup dan stok kebutuhan pokoknya udah tipis banget buat hidup satu juta penduduk di sana.
Produksi air bersih anjlok sampai separuhnya, sementara harga-harga makanan melonjak gila-gilaan sampai 50 persen. Red flag banget, belum lagi rumah sakit di sana juga mulai menipis karena kehabisan bahan bakar dan stok obat.
Bantu 260 ribu orang
Fletcher sendiri udah gerak cepat ngobrol langsung sama Menteri Luar Negeri Yaman, Afrah Abdulaziz Al-Zouba, buat bahas kekacauan ini. Walaupun tim kemanusiaan PBB udah berhasil ngebantu sekitar 260.000 pengungsi, bantuan yang datang rasanya kayak nggak ada apa-apanya dibanding kebutuhan di lapangan yang makin ujung-ujungnya melonjak drastis.
"Permintaan kami jelas. Buka jalan dan biarkan bantuan masuk. Warga sipil tidak boleh dijadikan sandera oleh pertempuran," ungkap Fletcher.
Staf PBB gugur dalam tahanan
Plot twist yang bikin makin nggak abis pikir, Fletcher juga nyampein kemarahannya atas meninggalnya Mohammad el Shami, salah satu staf Kantor HAM PBB yang tewas waktu masih ditahan sama kelompok Houthi.
Tragisnya, masih ada sekitar 70 staf PBB plus puluhan pekerja kemanusiaan lain yang bernasib sama dan masih disekap. Vibes-nya udah toxic banget karena mereka malah dijadiin alat politik.
"Mereka bukan alat tawar-menawar. Bebaskan mereka," ungkap Fletcher.
El Shami yang bertugas di OHCHR udah ditahan sewenang-wenang sejak 6 Juni 2024 dan jadi staf PBB kedua yang gugur dalam tahanan kelompok tersebut. Sebelumnya, kasus serupa juga menimpa Ahmed Ba'alawi dari WFP yang meninggal pada 11 Februari 2025 usai ditahan otoritas setempat di wilayah utara sejak akhir Januari.
Krisis berlanjut sejak 2014
Yaman mengalami krisis ini sebenarnya udah berakar sejak 2014 silam pas kelompok Houthi nyaplok ibu kota Sanaa. Situasi makin runyam waktu koalisi pimpinan Arab Saudi ikut intervensi militer pada Maret 2015 buat ngebela pemerintah sah Yaman.
Akibat konflik long-term yang nggak kelar-kelar ini, Yaman akhirnya dinobatkan jadi salah satu pemegang rekor krisis kemanusiaan paling parah sedunia, di mana jutaan orang sekarang cuma bisa pasrah dan 100% bergantung sama uluran tangan bantuan internasional buat bertahan hidup tiap hari. (nAD/aNs)
Gen Z Takeaway
Konflik Yaman makin red flag parah: harga pangan melonjak 50%, akses air dipangkas, dan jutaan warga sipil terjebak tanpa bantuan. Bahkan staf PBB yang bertugas kemanusiaan ikut disekap sampai gugur, membuktikan betapa pertempuran ini udah sangat toxic dan mengorbankan nyawa orang tak bersalah.









