Pemberian Obat Pencegahan TBC di Jakarta Naik Lima Kali Lipat, Kemenkes Perkuat Upaya Eliminasi

Penulis: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Anri Syaiful
Rabu, 4 November 2026 | 05:05 WIB
Pemberian Obat Pencegahan TBC di Jakarta Naik Lima Kali Lipat, Kemenkes Perkuat Upaya Eliminasi
Gedung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di Jakarta, Selasa (17/6/2026). [astakom/M Syauqi Amrullah]

astakom.com, Jakarta – Upaya mencegah penyebaran tuberkulosis (TBC) di DKI Jakarta mulai menunjukkan perkembangan positif. Cakupan pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) kini telah melampaui 26 persen, meningkat dibandingkan dua hingga tiga tahun sebelumnya yang masih berada di bawah 5 persen.

Melansir dari keterangan resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI yang dipublikasikan pada Selasa (03/11/2026), peningkatan tersebut menjadi salah satu perkembangan yang disoroti dalam monitoring dan evaluasi program penanggulangan TBC di Kecamatan Taman Sari, Jakarta.

Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benjamin Paulus Octavianus menilai, pengendalian TBC tidak cukup hanya berfokus pada pengobatan orang yang sudah terinfeksi. Upaya pencegahan juga perlu diperkuat, terutama melalui penelusuran orang yang pernah melakukan kontak erat dengan pasien TBC serta pemberian obat pencegahan bagi kelompok yang berisiko.

Cakupan TPT Jakarta meningkat lebih dari lima kali lipat

Perkembangan program pencegahan TBC di Jakarta terlihat dari peningkatan cakupan pemberian TPT. Jika sebelumnya masih berada di bawah 5 persen, kini angkanya sudah mencapai lebih dari 26 persen.

Capaian ini menjadi sinyal positif dalam memperkuat upaya pengendalian TBC. Meski demikian, Kemenkes menilai peningkatan tersebut masih perlu diikuti dengan perluasan jangkauan program agar semakin banyak masyarakat yang berisiko mendapatkan perlindungan.

Benjamin juga mengapresiasi perkembangan tersebut karena menunjukkan adanya kemajuan dalam memperkuat sisi pencegahan, yang selama ini masih membutuhkan perhatian lebih besar.

Pelacakan kontak erat masih menjadi tantangan

Selain meningkatkan pemberian obat pencegahan, pemerintah juga menyoroti proses penelusuran kontak erat pasien TBC. Di Jakarta, mobilitas masyarakat yang cukup tinggi dan aktivitas pekerjaan di luar rumah menjadi tantangan tersendiri dalam menjangkau orang-orang yang berpotensi tertular.

Karena itu, Kemenkes mendorong kerja sama antara pemerintah daerah, puskesmas, rumah sakit, hingga pemerintah di tingkat wilayah. Kolaborasi tersebut dibutuhkan agar proses penemuan kasus, pemeriksaan, dan pemberian terapi pencegahan dapat berjalan lebih optimal.

Benjamin menyampaikan bahwa Jakarta memiliki fasilitas kesehatan yang cukup lengkap sehingga potensinya perlu dimanfaatkan untuk mempercepat eliminasi TBC.

“Jakarta memiliki fasilitas kesehatan yang cukup lengkap, mulai dari puskesmas, rumah sakit hingga Puskesmas Pembantu. Potensi ini harus dimanfaatkan untuk mempercepat eliminasi TBC. Kita perlu terus mengevaluasi kelemahan dan memperbaiki strategi agar program ini semakin menjangkau masyarakat,” tambahnya.

TPT menjadi bagian penting pencegahan TBC

Terapi Pencegahan Tuberkulosis atau TPT merupakan pemberian obat kepada orang yang memiliki risiko tinggi tertular TBC, terutama mereka yang melakukan kontak erat dengan pasien TBC aktif, tetapi belum mengalami sakit TBC.

Terapi ini bertujuan mencegah infeksi TBC berkembang menjadi penyakit aktif di kemudian hari. Dengan demikian, penanganan tidak hanya dilakukan setelah seseorang jatuh sakit, tetapi juga diarahkan untuk mengurangi risiko munculnya kasus baru.

Kemenkes turut mendorong peningkatan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, optimalisasi pelacakan kontak erat, serta penguatan kolaborasi lintas sektor. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mempercepat eliminasi TBC di Indonesia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta drg. Ani Ruspitawati menilai dukungan Kemenkes dan program penelusuran TBC yang terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi momentum untuk mempercepat pencapaian target pengendalian TBC di Jakarta.

Penguatan pencegahan diharapkan dapat membantu menekan risiko penularan sekaligus mencegah munculnya kasus TBC baru pada tahun-tahun mendatang. (deA/aNs)

Gen Z Takeaway

Kenaikan cakupan TPT di Jakarta menjadi pengingat bahwa melawan TBC bukan hanya soal mengobati orang yang sudah sakit, tetapi juga melindungi orang-orang di sekitarnya. Pemeriksaan dini, pelacakan kontak erat, dan pemberian obat pencegahan menjadi langkah penting agar risiko penularan bisa ditekan sejak awal.

Kemenkes Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) tbc Kasus TBC tuberkulosis (TBC)

Infografis

Terkini