Kampung Bahari Digerebek! Kereta Buat Angkut Aparat, 27 Orang Diciduk Bareng Senpi & Mesin Ekstasi

Editor: Anri Syaiful
Senin, 2 November 2026 | 08:24 WIB
Kampung Bahari Digerebek! Kereta Buat Angkut Aparat, 27 Orang Diciduk Bareng Senpi & Mesin Ekstasi
Petugas BNN dan Polri mengamankan barang bukti narkoba serta senjata tajam saat penggerebekan peredaran gelap di Kampung Bahari, Jakarta Utara, Minggu (01/11/2026). [Dok. Biro Humas dan Protokol BNN]

astakom.com, Jakarta – Kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, kembali bikin heboh. Tim gabungan dari kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN) gak main-main dalam memberantas jaringan narkoba di kawasan tersebut. Operasi besar-besaran ini berlangsung pada Minggu, 1 November 2026, dengan mengerahkan ribuan personel gabungan dari berbagai kesatuan.

"Tim gabungan dari Direktorat Narkoba Polda Metro, BNN, Brimob, Polres Metro Jakarta Utara," ungkap Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Adhe Hariadi di Jakarta, dikutip astakom.com pada Senin (02/11/2026).

Uniknya, petugas memilih moda transportasi yang anti-mainstream buat nyergap target. Kereta rangkaian listrik (KRL) alias Commuter Line dari Stasiun Tanjung Priok dimanfaatkan sebagai jalur cepat langsung menuju titik rawan di Kampung Bahari dan Kampung Muara Bahari. Strategi ini diambil biar aparat bisa langsung merangsek masuk ke area target tanpa hambatan berarti.

Gerebek ala Fast & Furious: Naik KRL nyasar lapak narkoba

Petugas BNN dan Polri mengamankan barang bukti narkoba serta senjata tajam saat penggerebekan peredaran gelap di Kampung Bahari, Jakarta Utara, Minggu (01/11/2026). [Dok. Biro Humas dan Protokol BNN]

Penyisiran skala besar ini dimulai sejak pagi buta, tepatnya pukul 05.30 WIB. Gak tanggung-tanggung, total personel yang dikerahkan mencapai 1.816 orang dari Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya, Satres Narkoba Polres Metro Jakarta Utara, hingga Brimob Polri.

Begitu turun dari KRL, para petugas langsung bergerak serentak menyusuri lapak-lapak liar yang berdiri megah di sepanjang rel kereta api dan pemukiman penduduk. Lapak-lapak kumuh ini selama ini diduga kuat jadi surga tersembunyi buat transaksi barang haram.

Meskipun sempat ada aksi perlawanan dari beberapa oknum di lokasi, aparat sama sekali gak goyah. Aksi adu fisik atau perlawanan kecil tersebut dinilai cuma trik pengalihan perhatian belaka.

"Perlawanan itu sebagai wujud pengalihan perhatian dari zona yang menjadi target operasi kita. Tapi kita tidak teralihkan terhadap fokus dari target operasi kita," tegas Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol. Bismo Teguh Prakoso saat dikonfirmasi awak media di Jakarta, Minggu, 1 November 2026.

Ia juga menambahkan kalau penggerebekan ini dijalankan secara frontal dari berbagai sisi berkat kolaborasi lintas instansi.

"Kita melakukan penggerebekan dari berbagai sisi. Oleh karena itu kita lakukan serempak, kemudian kita berkolaborasi dengan semua pihak, dari BNN, Bareskrim, Polda Metro Jaya, Brimob, dan lain sebagainya," ujar Bismo.

Hasil panen razia: Dari ratusan gram sabu sampai senjata api mewah

Petugas BNN dan Polri mengamankan barang bukti narkoba serta senjata tajam saat penggerebekan peredaran gelap di Kampung Bahari, Jakarta Utara, Minggu (01/11/2026). [Dok. Biro Humas dan Protokol BNN]

Dari hasil penggeledahan dramatis tersebut, petugas berhasil mengamankan total 27 orang yang diduga kuat terlibat dalam jaringan mafia narkoba. Pada tahap awal di lokasi primer, aparat sempat menciduk empat orang—terdiri dari satu pemilik barang bukti dan tiga pengguna.

"Satu, barang bukti ada padanya, yaitu pil psikotropika, kemudian ada tiga pengguna. Nanti kita akan lakukan pendalaman," jelas Bismo.

Gak cuma menangkap puluhan tersangka, gelimang barang bukti kelas kakap juga berhasil disita dari lokasi. Mulai dari ratusan gram sabu-sabu, ganja, ribuan butir ekstasi, sampai satu unit mesin pencetak ekstasi ditemukan di sana.

Biar makin ngeri, petugas juga mendapati bong (alat isap), senjata tajam (sajam), hingga senjata api (senpi) aktif. Sejumlah uang tunai yang diduga kuat hasil cuci uang transaksi gelap narkoba yang dicampur dengan tumpukan ganja turut disita polisi.

Melihat lapak-lapak liar di bantaran rel masih jadi sarang transaksi, pihak kepolisian memastikan bakal meratakan bangunan-bangunan tersebut biar mata rantai peredarannya terputus permanen.

"Membongkar lapak juga supaya tidak disalahgunakan. Kita akan terus lakukan operasi ini di berbagai tempat dan juga pengejaran terhadap bandarnya," tandas Bismo.

Solusi jangka panjang: Revitalisasi total biar gak jadi "zona merah" abadi

Petugas BNN dan Polri mengamankan barang bukti narkoba serta senjata tajam saat penggerebekan peredaran gelap di Kampung Bahari, Jakarta Utara, Minggu (01/11/2026). [Dok. Biro Humas dan Protokol BNN]

Pemberantasan narkoba di Kampung Bahari ternyata gak cukup cuma lewat jalur penegakan hukum semata. Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Dadang Hartanto yang turun langsung meninjau lokasi menegaskan pentingnya penataan tata ruang dan lingkungan sosial di Kampung Muara Bahari.

"Penanganan kawasan rawan narkoba tidak cukup hanya melalui penyisiran dan penegakan hukum. Diperlukan langkah lanjutan yang memperhatikan kondisi lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat," ungkap Dadang saat meninjau langsung lokasi operasi pada hari Minggu.

Saat menyusuri kawasan bantaran rel kereta api, Dadang melihat langsung bagaimana kondisi fisik bangunan-bangunan liar sengaja dimanfaatkan sebagai spot transaksi barang haram. Buat mengantisipasi masalah ini berulang, pihaknya langsung bergerak cepat membangun komunikasi intensif dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) serta Pemprov DKI Jakarta guna memikirkan solusi terbaik bagi permukiman warga.

"Penataan lingkungan sosial inilah yang perlu kerja sama sekaligus penyadaran masyarakat," tutur Dadang.

Ia menambahkan, pendekatan ini bukan cuma soal merapikan fisik bangunan semata, tapi juga membangun kesadaran kolektif warga sekitar agar peduli menjaga lingkungan dari ancaman narkoba, tanpa harus mematikan mata pencaharian warga yang mencari rezeki secara halal. Karena kepolisian memiliki batasan kewenangan soal tata kota, sinergi dengan pemerintah daerah dan PT KAI jadi kunci utama.

Kapolda berharap langkah bersih-bersih ini bukan sekadar seremonial pasca-operasi bubar, melainkan komitmen berkelanjutan sampai Kampung Bahari benar-benar steril dan aman dari cengkeraman narkoba. (aNs)

Gen Z Takeaway

Pasukan gabungan BNN sama kepolisian baru aja drop ke Kampung Bahari pakai KRL biar bisa sat-set ngacir ke lokasi, dan hasilnya langsung spill plot twist parah: 27 orang berhasil diciduk lengkap bareng pantry barang bukti kelas kakap dari ratusan gram sabu, ribuan ekstasi, mesin pencetak, sajam, sampai senpi aktif! Biar kawasan ini gak terus-terusan jadi zona merah sarang transaksi, Kapolda Metro Jaya menegaskan kalau penegakan hukum aja gak cukup—harus ada makeover total dan penataan tata ruang bareng PT KAI plus Pemprov DKI biar Kampung Bahari bisa glow up dan beneran steril dari narkoba secara permanen. 

Penggerebekan Narkoba Kampung Bahari Markas Sindikat Narkoba Narkoba BNN Polda Metro Jaya Tanjung Priok Jakarta Utara Kampung Narkoba

Infografis

Terkini