Soal Pengerahan Pasukan Skala Besar di Jakarta, Mabes TNI dan DPR Buka Suara: Murni Uji Kesiapsiagaan

Editor: Henni Rachma Sari
Kamis, 5 November 2026 | 00:01 WIB
Soal Pengerahan Pasukan Skala Besar di Jakarta, Mabes TNI dan DPR Buka Suara: Murni Uji Kesiapsiagaan
Danpasmar 1 Mayjen TNI Marinir Ili Dasili Latopsfib Tahun 2026 di Lapangan Apel Brigif 1 Marinir, Jakarta Selatan, Senin (26/10/2026). [Dok. Pasmar 1 Korps Marinir]

astakom.com, Jakarta – Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) merespons kehebohan publik terkait pergerakan prajurit berskala besar yang mendadak memadati wilayah DKI Jakarta pada Selasa (3/11). Mabes TNI meminta masyarakat tidak berspekulasi maupun mengaitkan manuver pasukan tersebut dengan dinamika isu politik atau keamanan tertentu yang sedang hangat.

Kapuspen TNI, Mayjen Muhammad Nas, menegaskan bahwa pengerahan personel dari tiga matra (TNI AD, AL, dan AU) tersebut merupakan bagian dari skenario latihan rutin demi menguji kesiapan operasional prajurit di lapangan.

"Tidak perlu dikait-kaitkan dengan isu apapun," tegas Mayjen Muhammad Nas dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (04/11/2026).

Mabes TNI pastikan pengerahan pasukan prosedur standar pertahanan

Menjawab keresahan warga, Kapuspen TNI menjelaskan bahwa pergerakan ribuan personel termasuk keterlibatan jajaran TNI Angkatan Laut adalah prosedur standar (Standard Operating Procedure) untuk memastikan instrumen pertahanan negara selalu dalam kondisi siaga tempur.

Ia menyebut latihan dan pengujian kesiapsiagaan secara berkala sangat krusial untuk mengantisipasi berbagai skenario ancaman terhadap kedaulatan negara.

"Pengerahan pasukan merupakan hal yang biasa dilakukan TNI untuk kesiapsiagaan. Karena TNI dituntut senantiasa siap siaga untuk melindungi segenap bangsa dan menjaga keutuhan NKRI, selalu siap melaksanakan tugas berpedoman perundang-undangan yang berlaku," tambah Nas.

Komisi I DPR imbau publik proporsional dan jangan langsung ambil kesimpulan

Merespons riuhnya perbincangan di ruang publik, Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, turut mengimbau masyarakat agar menyikapi penebalan pasukan TNI di Ibu Kota secara tenang dan rasional. Menurutnya, langkah TNI harus dipahami sebagai upaya menjaga stabilitas dan keamanan nasional.

Dave mengingatkan agar masyarakat tidak terburu-buru termakan spekulasi liar sebelum mendengarkan penjelasan resmi dan utuh dari jajaran Mabes TNI.

“Karena itu, kita perlu melihat kebijakan tersebut secara proporsional dan tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum memperoleh penjelasan yang utuh dari pihak terkait,” jelas Dave.

DPR minta pengamanan terukur dan imbau warga tetap beraktivitas normal

Meskipun mendukung penuh langkah profesionalisme TNI dalam menguji kesiapsiagaan, Komisi I DPR yang membidangi urusan pertahanan menekankan agar setiap manuver pengamanan tetap dilaksanakan sesuai koridor hukum dan undang-undang yang berlaku.

Dave mengajak warga Jakarta untuk tidak panik dan dapat menjalankan rutinitas harian seperti biasa tanpa rasa khawatir berlebih.

“Yang terpenting, setiap langkah pengamanan tetap dilaksanakan secara terukur, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, serta mengedepankan kepentingan masyarakat dan stabilitas nasional,” kata Dave. (RaM)

Gen Z Takeaway

Kehebohan soal pengerahan pasukan TNI skala besar yang sempat bikin publik dan netizen bertanya-tanya akhirnya terjawab tuntas (no need to panic, guys!). Mabes TNI bareng DPR RI langsung mengonfirmasi kalau pergerakan personel lintas matra di Jakarta ini murni simulasi rutin buat menguji kesiapsiagaan prajurit, jadi kita diajak buat menyikapi secara santai dan gak gampang termakan konspirasi atau spekulasi liar.

TNI Bantuan TNI Kepala Staf TNI Angkatan Laut Kapuspen TNI

Infografis

Terkini