Kecelakaan Helikopter Mi-17V5 Saat Misi Pemadaman Karhutla, Ini Kronologinya

Penulis: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Anri Syaiful
Kamis, 5 November 2026 | 00:22 WIB
Kecelakaan Helikopter Mi-17V5 Saat Misi Pemadaman Karhutla, Ini Kronologinya
Helikopter Caracal TNI AU membawa air dalam misi water bombing dari helipad Lanud Sugiri Sukani, Majalengka, Jumat (23/10/2026) / Ilustrasi. [Dok. Lanud Sugiri Sukani]

astakom.com, Jakarta – Misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah berujung kecelakaan helikopter pada Rabu (04/11/2026). Helikopter jenis Mi-17V5 dengan registrasi HA-5235 yang dioperasikan Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Penerbad) TNI AD mengalami kecelakaan di kawasan perairan laut wilayah Pematang Limau.

Melalui holding statement Kemenhub yang diterima astakom.com dikutip pada Rabu, (04/11/2026), Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menjelaskan bahwa helikopter tersebut tengah menjalankan misi pemadaman karhutla di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kalimantan Tengah.

Berdasarkan laporan sementara, helikopter itu membawa delapan orang awak. Tiga orang dilaporkan meninggal dunia, sedangkan lima lainnya sedang mendapatkan penanganan medis di RSUD Kuala Pembuang.

Kronologi penerbangan helikopter

Mengutip keterangan resmi Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub, helikopter tersebut lepas landas dari Bandar Udara Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, pada pukul 10.20 WIB. Tujuan penerbangan awalnya adalah lokasi pemadaman di wilayah Telaga Pulang.

Namun, dalam perjalanan, awak helikopter menyampaikan perubahan area sasaran menuju wilayah Pematang Limau karena kondisi cuaca.

Situasi kemudian berkembang ketika petugas pelayanan lalu lintas penerbangan menerima informasi kecelakaan pada pukul 11.17 WIB. Peristiwa tersebut terjadi saat helikopter melakukan pengambilan air di wilayah perairan laut.

Tiga orang meninggal dunia, lima menjalani perawatan

Dari delapan orang yang berada di dalam helikopter, lima orang dilaporkan tengah mendapatkan penanganan medis di RSUD Kuala Pembuang. Sementara itu, tiga orang lainnya dinyatakan meninggal dunia.

Dalam laporan sementara tersebut, satu korban meninggal dunia telah berada di RSUD Kuala Pembuang. Adapun dua korban lainnya masih dalam proses evakuasi.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban sekaligus berharap proses penanganan berjalan lancar.

"Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban yang meninggal dunia. Kami juga berharap para korban yang tengah menjalani perawatan segera pulih dan proses evakuasi dapat berjalan dengan lancar," ucap Lukman.

Kemenhub koordinasi dengan TNI AD dan Basarnas

Menindaklanjuti kecelakaan tersebut, Bandar Udara Kuala Pembuang telah menyiapkan fasilitas dan personel untuk mendukung penanganan kejadian. Koordinasi juga dilakukan dengan sejumlah pihak terkait di lapangan.

Ditjen Perhubungan Udara melalui Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VII turut berkoordinasi dengan TNI Angkatan Darat, Basarnas, AirNav Indonesia, pengelola bandar udara, serta instansi terkait lainnya untuk mendukung kelancaran proses evakuasi.

"Kemenhub siap memberikan dukungan yang diperlukan, khususnya melalui kesiapsiagaan fasilitas bandar udara dan koordinasi pelayanan penerbangan, agar proses penanganan kejadian dapat berjalan dengan baik," sambung Lukman.

Kemenhub menjelaskan bahwa helikopter tersebut merupakan pesawat udara negara yang dioperasikan TNI Angkatan Darat. Karena itu, informasi lanjutan mengenai kondisi awak, perkembangan evakuasi, hingga penyebab kecelakaan menjadi kewenangan instansi terkait.

Ditjen Perhubungan Udara juga mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan mengikuti perkembangan kejadian melalui sumber resmi. (deA/aNs)

Gen Z Takeaway

Kecelakaan helikopter Mi-17V5 HA-5235 terjadi ketika menjalankan misi pemadaman karhutla di Kalimantan Tengah. Berdasarkan laporan sementara Kemenhub pada 4 November 2026, tiga dari delapan awak meninggal dunia dan lima lainnya mendapatkan perawatan medis. Sementara itu, proses evakuasi dan koordinasi antarlembaga masih berlangsung.

Karhutla Helikopter Kecelakaan Helikopter Kecelakaan helikopter Mi-17V5 HA-5235 helikopter Mi-17V5 HA-5235 kemenhub

Infografis

Terkini