Plot Twist Patung Bung Karno GBK: Dibuat Tahun 1998, Baru Diperkenalkan ke Publik 20 Tahun Kemudian

Penulis: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Henni Rachma Sari
Rabu, 4 November 2026 | 23:06 WIB
Plot Twist Patung Bung Karno GBK: Dibuat Tahun 1998, Baru Diperkenalkan ke Publik 20 Tahun Kemudian
Mengenal Patung Bung Karno di GBK, Karya Edhi Sunarso yang Dibuat pada 1998 (Dok. Setneg)

astakom.com, Jakarta – Pengunjung Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, mungkin sudah tidak asing dengan patung Bung Karno yang berdiri di salah satu sudut kompleks olahraga tersebut. Namun, di balik sosok Presiden pertama RI yang diabadikan dalam bentuk perunggu itu, tersimpan cerita tentang perjalanan sebuah karya seni yang dibuat jauh sebelum akhirnya hadir di kawasan GBK.

Menghimpun informasi dari sejumlah sumber resmi yang dikumpulkan astakom.com dikutip pada Rabu, (04/11/2026), patung tersebut merupakan hasil karya pematung Edhi Sunarso yang dibuat pada 1998. Kehadirannya di Kompleks GBK baru tercatat saat Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games XVIII pada 2018. Artinya, ada rentang waktu sekitar 20 tahun antara proses pembuatannya dan momentum karya tersebut menghiasi kawasan olahraga tersebut.

Bukan cuma soal sosok Bung Karno yang diabadikan, patung ini juga memperkenalkan karya seorang maestro seni patung Indonesia yang namanya dikenal melalui berbagai monumen ikonik di Tanah Air.

Dibuat pada 1998, hadir di GBK saat Asian Games 2018

Mengacu pada dokumentasi resmi Kementerian Sekretariat Negara bertajuk Dibalik Karya Figuratif Patung Bung Karnoyang diterbitkan pada 18 Februari 2019, patung tersebut dibuat oleh Edhi Sunarso pada 1998.

Meski proses pembuatannya berlangsung jauh sebelum penyelenggaraan Asian Games XVIII, karya figuratif Bung Karno itu baru mulai menghiasi Kompleks GBK pada 2018. Momentum tersebut membuat patung ini menjadi bagian dari wajah kawasan olahraga yang menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan Asian Games.

Dari segi ukuran, patung tersebut memiliki tinggi 440 sentimeter atau sekitar 4,4 meter dan menggunakan bahan perunggu. Posisinya menghadap langsung ke Jalan Jenderal Sudirman, sehingga dapat terlihat oleh masyarakat yang melintas di sekitar kawasan GBK.

Penampilan patung Bung Karno dan detailnya

Patung ini menampilkan Bung Karno dalam posisi berdiri tegak dengan ciri penampilan yang lekat dengan sosoknya. Mulai dari peci di kepala hingga baju safari dengan empat saku, semuanya menjadi bagian dari detail figur yang diabadikan Edhi Sunarso.

Ada pula jas yang disandang menggunakan tangan kiri. Patung tersebut ditempatkan di depan kaldron yang disebut Bilik Nusantara.

Penggambaran ini membuat karya tersebut tidak hanya menonjolkan figur Bung Karno, tetapi juga menghadirkan detail penampilan yang menjadi ciri khas sang Proklamator. Bagi pengunjung GBK, patung ini menjadi salah satu objek yang dapat dilihat sekaligus dijadikan latar foto.

Edhi Sunarso, Maestro di balik patung Bung Karno

Nama Edhi Sunarso memiliki tempat tersendiri dalam perjalanan seni patung Indonesia. Lahir di Salatiga pada 2 Juli 1932, ia dikenal sebagai pematung yang menghasilkan berbagai karya monumental dan diorama. Edhi meninggal dunia pada 4 Januari 2016.

Selain Patung Bung Karno di GBK, sejumlah karyanya juga menghiasi ruang publik dan lokasi bersejarah di Jakarta. Di antaranya Patung Selamat Datang di Bundaran Hotel Indonesia, Patung Dirgantara di Pancoran, serta Monumen Pembebasan Irian Barat di Lapangan Banteng.

Kiprahnya juga tercatat melalui pembuatan Diorama Sejarah Museum Perhubungan di Taman Mini Indonesia Indah dan Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya.

Kontribusi Edhi Sunarso dalam bidang kebudayaan mendapat pengakuan negara. Pada 12 Agustus 2003, ia dianugerahi Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma atas jasa-jasanya dalam memajukan dan membina kebudayaan nasional.

Jejak Karya Edhi Sunarso dalam Asian Games

Hubungan karya Edhi Sunarso dengan penyelenggaraan Asian Games di Jakarta ternyata sudah ada sejak 1962. Saat Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games IV, salah satu karyanya berupa patung muda-mudi ditempatkan menghadap ke arah utara, tepatnya menuju Bandara Kemayoran.

Penempatan patung tersebut memiliki fungsi penyambutan secara visual bagi para tamu yang datang untuk menghadiri perhelatan olahraga internasional itu.

Karya Edhi kembali menghiasi kawasan yang berkaitan dengan penyelenggaraan Asian Games ketika Patung Bung Karno mulai hadir di Kompleks GBK pada 2018. Dua momentum berbeda ini memperlihatkan jejak kontribusi sang pematung dalam menghadirkan karya seni di ruang publik Jakarta. (deA/RaM)

Gen Z Takeaway

Patung Bung Karno di GBK ternyata punya cerita panjang di balik tampilannya. Dibuat pada 1998 oleh Edhi Sunarso, karya perunggu setinggi 4,4 meter ini baru menghiasi kompleks tersebut saat Asian Games 2018. Sosok Edhi juga bukan pematung sembarangan karena sejumlah karyanya, seperti Patung Selamat Datang dan Patung Dirgantara, telah menjadi bagian dari ikon kota Jakarta.

Sejarah Patung Sejarah Patung Bung Karno Sejarah Patung di Jakarta Patung Bung Karno

Infografis

Terkini