Pasha Ungu dan Drama Musikal Sekolah Rakyat Semarakkan Hari Pahlawan di Kota Tua
astakom.com, Jakarta — Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia menggelar rangkaian kegiatan peringatan Hari Pahlawan 2026 yang dipusatkan di kawasan bersejarah Taman Fatahillah, Kota Tua, Jakarta Barat, pada 1-2 November 2026.
Mengusung tema besar "Pahlawanku Teladanku, Melangkah Bersama Melanjutkan Perjuangan", agenda ini menyajikan berbagai muatan edukatif mulai dari pameran kepahlawanan, pameran karya inovasi Sekolah Rakyat, gelar wicara (talkshow), hingga aneka perlombaan interaktif.
Malam puncak peringatan yang dihelat pada Senin (02/11/2026) malam dihadiri langsung oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Ketua Umum Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia (IKPNI) Prof Meutia Farida Hatta, serta Anggota Komisi VIII DPR RI Sigit Purnomo alias Pasha Ungu. Ratusan keluarga pahlawan nasional yang terhimpun dalam IKPNI dan siswa-siswi Sekolah Rakyat dari kawasan Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) turut memadati arena pelataran Kota Tua.
Harmoni angklung cucu pahlawan dan aksi dadakan Pasha Ungu
Rangkaian acara puncak dibuka secara khidmat melalui penampilan alunan musik dari grup angklung IKPNI. Grup ensambel ini beranggotakan langsung para trah keturunan pahlawan kemerdekaan Indonesia, di antaranya putri dari pahlawan nasional Bung Tomo, Lista Tomo, serta cicit dari pahlawan pergerakan nasional Dr. Wahidin Sudirohusodo, Raffi Muhammad.
Suasana pelataran Fatahillah kian semarak saat Anggota Komisi VIII DPR RI Sigit Purnomo didaulat naik ke atas panggung untuk menyumbangkan suara emasnya secara spontan atas permintaan langsung dari Mensos Gus Ipul. Sebelum melantunkan lagu, vokalis grup band Ungu tersebut memberikan apresiasi terbuka terhadap transformasi peran Kementerian Sosial.
"Ternyata Pak Menteri ini tidak hanya ngurusin bantuan sosial, tidak hanya ngurusin data-data kesejahteraan masyarakat, ternyata malam hari ini beliau punya peran penting dalam rangka memastikan bahwa keluarga-keluarga pahlawan kita ini bisa terus membersamai kita dalam membangun negara yang kita cintai," kata Pasha, dikutip dari laman Kemensos.
"Pak Menteri terima kasih, akhirnya malam hari ini saya nambah ilmunya lagi," sambungnya.
Didampingi sang istri, Adelia, Pasha membawakan tiga buah lagu andalan yang disambut riuh tepuk tangan hadirin. Kehangatan suasana kian memuncak saat Pasha dan Adelia turun panggung menghampiri barisan penonton dan keluarga pahlawan yang duduk lesehan di pelataran batu Kota Tua.
Teatrikal heroik siswa kekolah rakyat pukau Gus Ipul
Sorotan utama perhelatan malam itu bermuara pada persembahan drama musikal kolosal yang dimainkan oleh ratusan murid Sekolah Rakyat se-Jabodetabek. Berkolaborasi dengan IKPNI serta menggandeng musisi dan aktor senior Aryo Wahab sebagai narator, pertunjukan teatrikal tersebut mengisahkan babak-babak perjuangan heroik rakyat Indonesia melawan cengkeraman penjajah demi merebut kedaulatan bangsa.
Tata panggung teatrikal digarap secara apik di mana sebagian siswa mengenakan seragam militer lengkap dengan atribut senjata laras panjang merepresentasikan pasukan sekutu, sementara sebagian siswa lainnya berlakon gigih sebagai rakyat pejuang yang mempertahankan tanah air sembari memadukannya dengan koreografi tarian tradisional yang rancak.
Kekompakan dan penghayatan peran para pelajar Sekolah Rakyat tersebut sukses memukau Mensos Gus Ipul beserta jajaran tokoh nasional yang hadir. Gus Ipul bahkan tampak spontan mengacungkan dua jempolnya ke arah panggung sebagai simbol apresiasi dan rasa bangga atas talenta seni anak-anak binaan program Sekolah Rakyat.
Rangkaian malam refleksi kepahlawanan tersebut akhirnya dipungkasi dengan lantunan dua buah lagu penutup dari grup angklung keluarga IKPNI, sebelum seluruh tamu kehormatan bersama para siswa berkumpul untuk sesi foto bersama. (ACwan/aNs)
Gen Z Takeaway
Vibes peringatan Hari Pahlawan di pelataran Kota Tua bener-bener pecah dan sarat makna nostalgia! Gak kaku kayak upacara biasa, panggung Fatahillah mendadak syahdu pas keturunan langsung Bung Tomo sama Wahidin Sudirohusodo main angklung bareng, terus makin riuh waktu Pasha Ungu perform dadakan tiga lagu sambil nyamperin penonton yang duduk lesehan. Paling bikin takjub jelas drama musikal anak-anak Sekolah Rakyat bareng narasi Aryo Wahab yang keren abis sampai dapet dua jempol dari Gus Ipul. Bukti nyata kalau menghargai jasa pahlawan dan merawat sejarah bangsa bisa dibikin se-asik dan se-relatable ini buat generasi muda!









