IHSG Rebound ke 5.305, Pemerintah Siapkan Jurus Hadapi Evaluasi MSCI

Penulis: Shintya
Editor: Anri Syaiful
Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:24 WIB
IHSG Rebound ke 5.305, Pemerintah Siapkan Jurus Hadapi Evaluasi MSCI
IHSG Rebound ke 5.305, Pemerintah Siapkan Jurus Hadapi Evaluasi MSCI (astakom/shintya)

astakom.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Kamis (29/10/2026), dibuka ngegas dengan menguat 0,43 persen ke level 5.305. Nggak lama berjalan IHSG meneruskan penguatan ke level 5.320,90.

Fyi, IHSG ditutup sebelumnya diangka 5.282,31. Suasana bursa yang lagi vibes-nya hijau ini mencatatkan sebanyak 354 saham yang nongkrong di zona hijau, 112 melemah, dan 497 lainnya mager alias stagnan. Berdasarkan data dari IDX, transaksi awal perdagangan langsung nyentuh angka fantastis Rp321 miliar dengan volume mencapai 1,0 miliar saham.

Nggak ketinggalan, jajaran indeks lain juga ikutan rebound, atau balik menguat kayak Indeks LQ45 naik 0,59 persen ke 542, indeks JII melonjak 1,31 persen ke 307, indeks MNC36 menguat 0,66 persen ke 240, dan IDX30 ikut menghijau 0,60 persen ke 304.

Dari indeks sektoral, hampir semua sektor kompak di zona hijau mulai dari energi, konsumer non siklikal, properti, teknologi, konsumer siklikal, keuangan, bahan baku, transportasi, industri, sampai kesehatan. Cuma sektor infrastruktur nih yang lagi bad mood dan melemah sendirian.

Pemerintah terus berbenah, RI siap hadapi tantangan

Di tengah geliat perdagangan bursa, pemerintah juga terus melakukan reformasi tata kelola pasar modal nasional. Langkah strategis ini diambil demi mengamankan status market menjelang batas akhir penyampaian masukan (feedback) dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada 30 April 2027 mendatang.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Dradjad Hari Wibowo, pastiin semua tahapan evaluasi dijalankan secara terukur demi ngelindungin investor domestik sekaligus menjaga stabilitas makroekonomi Tanah Air.

“Peninjauan kembali dimungkinkan jika menurut mereka ada perbaikan material. Presiden Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna (SKP) tanggal 21 Oktober 2026 sudah menegaskan bahwa bangsa Indonesia tidak takut siapapun dan tidak akan gentar. Beliau mengakui tantangan tidak kecil, namun kita harus berani menghadapinya dan tidak mengenal menyerah. Beliau juga menilai otoritas pasar modal dan emiten telah bekerja dengan baik,” kata Dradjad dalam keterangan resminya, dikutip Kamis (29/10/2026).

Pasar makin transparan

Mengikuti arahan Presiden Prabowo, pemerintah berkomitmen bikin lantai bursa makin transparan dan clean. Aturan barunya makin strict, mulai dari wajib lapor kepemilikan saham di atas 1 persen, pelaporan konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi (High Shareholding Concentration/HSC). 

Selanjutnya, penggenapan free float minimal 15 persen buat naikin likuiditas, sampai pengawasan ekstra ketat buat nindak tegas aksi goreng-goreng saham, perdagangan terkoordinasi dan manipulasi harga.

Ekonomi aman, reformasi terus digeber

Dradjad juga blak-blakan jelasin kondisi realita ekonomi kita yang sebenarnya jauh dari kata darurat. Menurutnya, penilaian dari luar sering kali nggak adil kalau dibandingin kondisi riil di dalam negeri.

“Kami harus sadar bahwa evaluasi MSCI itu belum tentu mencerminkan kondisi ekonomi makro kita. Bayangkan, standalone market contohnya, dan salah satunya syaratnya yaitu untuk negara-negara yang kena perang. Kita tidak ada perang, masa' mau disamakan? Lalu, negara-negara yang inflasinya mencapai puluhan, sementara inflasi kita itu kemarin 3,28 persen, jadi sangat terkendali within the range of our target yaitu 2,5 plus minus 1. But it's their decision. Kita akan lakukan apa yang sesuai dengan kepentingan nasional kita,” kata Dradjad.

Ke depan, pemerintah udah nyiapin blueprint pembenahan yang on point. Dari pilar transparansi, otoritas langsung nge-check ulang beneficial ownership, validasi kualitas data pemegang saham, dan ngebut free float 15 persen. Lalu untuk kepatuhan, penegakan hukum bakal digeber habis-habisan lewat Joint Task Force yang melibatkan Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), serta Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). (Shnty/aNs)

Gen Z Takeaway

IHSG dibuka menguat 0,43% ke level 5.305 dan sempat naik ke 5.320,90, diikuti mayoritas indeks sektoral yang kompak menghijau. Di tengah rebound pasar saham, pemerintah juga gaspol membenahi tata kelola pasar modal untuk memperkuat transparansi dan menjaga kepercayaan investor menjelang tenggat masukan MSCI pada 30 April 2027. Mulai dari keterbukaan kepemilikan saham di atas 1%, pemenuhan free float minimal 15%, hingga penindakan manipulasi harga, reformasi ini jadi langkah penting agar pasar modal RI makin kredibel. 

indeks saham global msci msci IHSG IHSG Hari Ini BEI Wamenko Perekonomian Dradjad Hari Wibowo

Infografis

Terkini