Mengenal Sosok Gadi Eisenkot: Eks Jenderal Sangar, Rival Terkuat Netanyahu di Pemilu Israel 2026

Editor: Henni Rachma Sari
Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:31 WIB
Mengenal Sosok Gadi Eisenkot: Eks Jenderal Sangar, Rival Terkuat Netanyahu di Pemilu Israel 2026
Gadi Eisenkot [Maya Levin / AFP]

astakom.com, Jakarta - Persaingan politik di Israel lagi memanas banget gais! Sosok yang sukses mencuri perhatian publik dan jadi perbincangan hangat tak lain adalah Gadi Eisenkot. Pria berusia 66 tahun ini bukan sekadar politikus biasa, melainkan mantan jenderal militer dengan rekam jejak mentereng yang kini muncul sebagai rival terkuat Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di Pemilu Israel 2026.

Nggak main-main, lewat partai politik yang didirikannya, Eisenkot berhasil menjelma jadi simpul utama gerakan oposisi yang berambisi menumbangkan dominasi Netanyahu.

Dari anak tambang di Eilat hingga jadi jenderal tertinggi IDF

Dihimpun dari berbagai sumber, lahir di Tiberias dari keluarga imigran Yahudi Maroko, Eisenkot dibesarkan di Eilat dan sempat mengambil jurusan studi maritim saat SMA. Kariernya melesat setelah masuk ke Angkatan Pertahanan Israel (IDF) dan bergabung dengan Brigade Golani.

Bukan cuma modal fisik dan strategi militer, Eisenkot juga sosok yang cerdas secara akademis. Ia mengantongi gelar BA Sejarah dari Universitas Tel Aviv, MA Ilmu Politik dari Universitas Haifa, serta lulusan United States Army War College. Puncak karier militernya terjadi saat ia dipercaya menjabat sebagai Kepala Staf Umum (pangkat Letnan Jenderal/Rav Aluf) IDF periode 2015–2019.

Namun, perjalanan hidupnya juga diwarnai duka yang sangat mendalam. Dalam Perang Gaza, ia harus merelakan sang putra, Sersan Kepala Gal Meir Eisenkot, gugur dalam pertempuran pada Desember 2023 di usia 25 tahun, disusul oleh dua keponakannya yang juga gugur di medan perang.

Langkah politik sat-set: bikin partai 'Yashar' dan jadi pemimpin oposisi

Setelah pensiun dari militer dan sempat menjabat sebagai menteri tanpa portofolio serta pengamat kabinet perang (2023–2024), Eisenkot memilih hengkang dari koalisi lama pada pertengahan 2024. Nggak butuh waktu lama, pada September 2025 ia bikin gebrakan dengan mendirikan partai barunya sendiri, yaitu Yashar! (Lurus atau Jujur).

Meski sempat batal berkoalisi dengan aliansi mantan PM Naftali Bennett dan Yair Lapid pada April 2026, Eisenkot gak patah arang. Ia terus memperkuat pertahanan partainya dengan merekrut mantan Direktur Shin Bet Yoram Cohen dan menggabungkan partai Zionis lainnya. Hasilnya epic! Elektabilitas Yashar melesat tajam memimpin berbagai jajak pendapat di minggu-minggu terakhir kampanye, melontarkan nama Eisenkot sebagai kandidat utama Prime Minister dari kubu oposisi.

Deretan visi misi Eisenkot di Pemilu Israel 2026

Maju di Pemilu Israel 2026, Eisenkot nggak cuma jualan nama besar, tapi bawa amunisi visi misi yang super tegas buat memikat hati pemilih:

  1. Wajib Militer untuk Semua Warga (Hapus Keistimewaan Haredi): Eisenkot berkomitmen mengesahkan UU dinas militer baru yang mewajibkan seluruh elemen warga masuk tentara (IDF), menolak sistem lama yang ngasih pembebasan masif buat kaum Haredi (Ultra-Ortodoks). 
  2. Pemerintahan Zionis yang Demokratis dan Setara: Bercita-cita membentuk pemerintahan yang berakar pada nilai-nilai nasional-Yahudi, tetapi tetap menjamin hak yang sama serta setara bagi seluruh warga negara sesuai Deklarasi Kemerdekaan. 
  3. Pembongkaran Total Hamas dan Keamanan Ketat: Bertekad menuntaskan pembongkaran kekuatan Hamas, serta menetapkan batas wilayah keamanan yang kuat seperti prioritas di Lembah Yordania dan demiliterisasi Jalur Gaza. 
  4. Reformasi Pemerintahan dan Satukan Polarisasi: Memperkuat pemisahan kekuasaan dalam pemerintahan dan menghentikan polarisasi domestik yang ia anggap sebagai ancaman internal paling berbahaya buat Israel. 
  5. Menolak Solusi Dua Negara (Two-State Solution): Eisenkot secara terbuka menolak solusi dua negara dengan Palestina dan fokus pada penguatan pertahanan wilayah strategis. 

Begitu hasil exit poll Pemilu 2026 keluar, Eisenkot secara terbuka menyebut hasil tersebut sebagai bentuk "mosi tidak percaya total warga terhadap Netanyahu dan pemerintahan 7 Oktober". (RaM)

Gen Z Takeaway

Respect sama perjalanan hidup Gadi Eisenkot yang walau harus ngerasain duka mendalam ditinggal anak dan keponakannya di medan perang, doi tetap stand firm terjun ke panggung politik lewat partai Yashar! demi ngebawa visi misi perubahan dan bikin posisi Netanyahu goyah di Pemilu 2026 ini gais.

Pemilu Israel 2026 Gadi Eisenkot benjamin netanyahu Benjamin Netanyahu Israel Benjamin Netanyahu Misi Moral PM Benjamin Netanyahu Amerika Serikat Donald Trump

Infografis

Terkini