Danantara Bidik BUMN Tekstil, Sinyal Positif Perkuat Manufaktur dan Buka Lapangan Kerja RI!

Penulis: Shintya
Editor: Anri Syaiful
Kamis, 29 Oktober 2026 | 04:04 WIB
Danantara Bidik BUMN Tekstil, Sinyal Positif Perkuat Manufaktur dan Buka Lapangan Kerja RI!
Danantara Bidik BUMN Tekstil, Sinyal Positif Perkuat Manufaktur dan Buka Lapangan Kerja RI! (astakom/shintya)

astakom.com, Jakarta - Badan Pengelola (BP) Danantara punya target buat membentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru yang khusus bergerak di sektor tekstil.

Langkah strategis ini diambil demi membangkitkan kembali kejayaan industri manufaktur nasional sekaligus memperluas penyerapan tenaga kerja di dalam negeri.

Buat mewujudkan rencana besar itu, Danantara saat ini lagi menimbang dua opsi utama, yakni membangun fasilitas produksi baru dari nol atau mengambil alih (mengakuisisi) perusahaan tekstil yang sudah berjalan.

Opsi akuisisi: penyelamat pabrik dan karyawan

Langkah akuisisi menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan secara serius. Opsi ini dinilai sangat krusial buat menyelamatkan pabrik-pabrik tekstil yang terancam bangkrut atau pailit, sekaligus menjamin keberlanjutan nasib para pekerjanya supaya nggak terdampak buruk pemutusan hubungan kerja atau PHK.

Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, tegasin kalau semua skema saat ini sedang dalam proses perhitungan yang sangat teliti.

"Ada opsi mengambil alih entitas yang sudah ada demi menyelamatkan karyawan yang banyak lalu kita perbaiki model bisnisnya, atau membuka baru, dan semua opsi membangun dari nol maupun akuisisi ini sedang kita kaji secara matang," kata Dony dikutip astakom.com, pada Rabu (28/10/2026).

Fokus pada sektor padat karya

Langkah ekspansi ke industri tekstil ini juga sejalan dengan arahan langsung dari Kepala Negara. Pemerintah mendorong penguatan pada industri-industri yang bersifat padat karya karena terbukti menjadi kunci utama dalam pembukaan lapangan kerja secara masif bagi masyarakat.

Dony menjelaskan bahwa perhatian pemerintah nggak cuma tertuju pada manufaktur tekstil semata, melainkan juga sektor-sektor strategis lainnya yang menyerap banyak tenaga kerja.

"Pak Presiden (Prabowo) ingin industri ini memberikan serapan tenaga kerja yang besar, terutama di sektor padat karya seperti tekstil, sepatu, dan elektronik yang terbukti berdampak signifikan pada pembukaan lapangan kerja," katanya.

Kebutuhan investasi disesuaikan kondisi riil

Mengenai besaran dana atau nilai investasi yang bakal dikucurkan untuk proyek ini, pihak Danantara menyatakan bahwa angkanya akan disesuaikan dengan kebutuhan nyata di lapangan. Alokasi anggaran nantinya sangat bergantung pada kondisi fisik fasilitas produksi serta skala restrukturisasi yang dibutuhkan oleh tiap-tiap perusahaan.

Danantara menekankan pentingnya fleksibilitas anggaran agar proses pembenahan dan penyehatan industri tekstil nasional bisa berjalan efektif dan tepat sasaran.

"Mengenai jumlah anggarannya berapa, tentu sangat tergantung dari kebutuhan riil nanti saat kita memulai langkah memperbaiki industri tekstil ini," katanya.

Langkah Danantara ini diharapkan menjadi angin segar bagi penguatan ekonomi nasional serta kepastian masa depan bagi para pekerja di sektor padat karya. (Shnty/aNs)

Gen Z Takeaway

Danantara lagi mengkaji pembentukan BUMN khusus tekstil lewat dua opsi, yakni membangun pabrik baru atau mengakuisisi perusahaan yang sudah berjalan. Strategi ini bukan cuma soal membangkitkan industri tekstil nasional, tetapi juga menyelamatkan pabrik yang terancam bangkrut dan menjaga pekerja dari risiko PHK. Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo, pemerintah ingin memperkuat sektor padat karya seperti tekstil, sepatu, dan elektronik untuk membuka lebih banyak lapangan kerja. Besaran investasinya bakal disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan, jadi fokusnya bukan sekadar ekspansi, tetapi juga membangun industri yang lebih sehat dan berkelanjutan.

bumn tekstil Danantara Dony Oskaria Industri Manufaktur BP BUMN

Infografis

Terkini