Kemitraan RI-AS Digaspol! Perdagangan Tembus USD32,34 Miliar, Investasi Makin Prospektif

Penulis: Shintya
Editor: Anri Syaiful
Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:29 WIB
Kemitraan RI-AS Digaspol! Perdagangan Tembus USD32,34 Miliar, Investasi Makin Prospektif
Kemitraan RI-AS Digaspol! Perdagangan Tembus USD32,34 Miliar, Investasi Makin Prospektif [Dok. Menko Perekonomian]

astakom.com, Jakarta - Pemerintah Indonesia makin serius ngegas kemitraan ekonomi bareng Amerika Serikat (AS). Kolaborasi strategis ini sengaja diperkuat buat memicu pertumbuhan ekonomi nasional lewat berbagai peluang bisnis yang riil dan konkret.

Fokus utamanya yaitu mengerek volume perdagangan bilateral, memperluas ekspansi investasi, hingga menggemukkan sektor-sektor strategis demi ningkatin nilai tambah dan memperdalam integrasi industri di kedua negara.

Arah penguatan relasi dagang ini dibahas secara mendalam dalam pertemuan bilateral antara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Presiden sekaligus CEO US-ASEAN Business Council (US-ABC), Ambassador Brian D. McFeeters, pada Selasa (27/10/2026).

Perdagangan dan Investasi AS lagi on fire

Airlangga menilai dinamika hubungan bisnis antara Indonesia dan Negeri Paman Sam saat ini lagi di tren yang sangat prospektif. Optimisme ini bukan cuma gimmick, tapi berpijak langsung pada data perdagangan bilateral periode Januari hingga Agustus 2026 yang berhasil menembus angka USD32,34 miliar.

Capaian ini melesat tajam 11,82 persen secara tahunan (year-on-year) sekaligus makin mengukuhkan posisi AS sebagai pasar tujuan ekspor terbesar kedua bagi produk-produk nasional.

Investasi AS mencapai USD3,4 Miliar

Dari sisi penanaman modal, arus investasi dari korporasi AS ke Tanah Air sepanjang triwulan I sampai triwulan III 2026 juga nggak kalah gacor, yakni udah menyentuh angka USD3,4 miliar.

Angka ini melonjak ketimbang capaian sekitar USD3 miliar sepanjang tahun 2025 lalu, yang otomatis menempatkan AS di posisi investor asing terbesar keempat di Indonesia.

"Saya juga senang dengan investasi AS, yang mencapai USD3,4 miliar dalam tiga kuartal terakhir, sehingga AS kini menjadi investor terbesar keempat di Indonesia,” kata Airlangga dalam keterangan resmi, dikutip astakom.com pada Rabu (28/10/2026).

Dengerin aspirasi pebisnis AS

Di forum itu, Airlangga secara aktif menyerap berbagai masukan dan feedback dari delegasi US-ABC soal dinamika operasional maupun kendala yang dihadapi perusahaan AS di Indonesia.

Perwakilan yang hadir pun datang dari beragam lini bisnis kunci, seperti teknologi digital, manufaktur, layanan kesehatan, consumer goods, hingga industri kedirgantaraan.

Merespons berbagai poin masukan itu, Airlangga membeberkan fokus pemerintah yang tengah memacu laju pertumbuhan ekonomi nasional agar bisa level up menembus 8 persen pada 2029. Target super ambisius ini disokong oleh delapan strategi utama, yakni swasembada pangan, industrialisasi berorientasi ekspor.

Buka ruang investasi

Selanjutnya, pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif, akselerasi ekonomi hijau dan biru, penataan pembangunan perkotaan, percepatan transformasi digital lalu penggenjotan investasi dan peningkatan belanja pemerintah yang produktif.

Semua pilar itu dikawal ketat lewat pemangkasan aturan (deregulasi) serta bauran kebijakan fiskal dan moneter yang disiplin. Implementasi agenda prioritas ini membuka ruang investasi super luas, terutama di sektor manufaktur bernilai tambah, teknologi digital, kecerdasan buatan (AI), hingga transisi energi.

Pemerintah juga terus ngepush pola kemitraan yang bisa mentransfer teknologi serta keahlian manajerial buat memperkuat rantai pasok industri dalam negeri.

Potensi pasar

Di sektor komponen presisi, Airlangga ngespill proyeksi pasar semikonduktor di RI yang diperkirakan bakal melonjak drastis dari USD5,08 miliar pada 2025 menjadi USD7,07 miliar pada 2030.

Tren ekspansi ini dianggap sebagai momentum emas untuk memperdalam alih teknologi dan memperkuat kapasitas manufaktur domestik.

Demi memastikan iklim usaha tetap aman dan kondusif, pemerintah berkomitmen melakukan langkah debottlenecking untuk mengurai simpul-simpul hambatan di lapangan.

Otoritas menyediakan jalur koordinasi lintas kementerian dan lembaga agar masalah operasional yang dialami investor AS bisa langsung dicarikan solusi terbaik secara sat-set.

Beresin ganjalan dagang

Mengenai tata niaga, Airlangga ngasih notes penting soal penyelesaian isu-isu perdagangan bilateral yang masih menjadi ganjalan bersama, termasuk pembahasan seputar section 301 dan masalah overcapacity produksi.

Penuntasan isu ini sangat krusial demi memberikan kepastian hukum sekaligus menjaga ketahanan rantai pasok kedua negara secara berkelanjutan.

“Kesepakatan ini diharapkan dapat menghasilkan nilai sekitar USD33 miliar, yang semoga dapat mendukung berbagai sektor, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat rantai pasok antara Amerika Serikat dan Indonesia. Kami terbuka bagi seluruh industri yang sebagian besar memang sudah berdiri di Indonesia. Jadi, jika Anda memiliki permintaan lain atau menghadapi tantangan tertentu, mari kita coba cari solusinya bersama,” kata Airlangga. (Shnty/aNs)

Gen Z Takeaway

Indonesia dan Amerika Serikat makin serius memperkuat kemitraan ekonomi, nih! Perdagangan bilateral mencapai USD32,34 miliar pada Januari–Agustus 2026, sementara investasi AS sudah menyentuh USD3,4 miliar dalam tiga kuartal pertama. Pemerintah membidik peluang lebih besar di sektor semikonduktor, AI, manufaktur, hingga transisi energi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi menuju 8% pada 2029. Kuncinya, bukan cuma memperbesar perdagangan dan investasi, tetapi juga memperkuat alih teknologi, membuka lapangan kerja, serta membereskan hambatan bisnis agar kerja sama kedua negara makin konkret.

perdagangan global Menko Perekonomian Airlangga Hartarto Perdagangan RI-AS

Infografis

Terkini