Update Pemilu Israel: Perhitungan Suara Capai 90 Persen, Blok Netanyahu Belum Amankan 61 Kursi Parlemen

Editor: Henni Rachma Sari
Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:34 WIB
Update Pemilu Israel: Perhitungan Suara Capai 90 Persen, Blok Netanyahu Belum Amankan 61 Kursi Parlemen
Bocor! Netanyahu Lobi Trump Berbulan bulan, Iran Memang Sudah Jadi Target Utama?[astakom/ breakingthenews]

astakom.com, Jakarta - Persaingan politik di Israel makin panas dan membingungkan gais! Dua blok politik utama, yakni kubu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan aliansi oposisi, sama-sama gagal mengamankan angka keramat 61 kursi yang dibutuhkan buat membentuk pemerintahan baru dalam Pemilu Israel 2026. Padahal, proses penghitungan suara udah hampir menyentuh angka 90 persen.

Kedua kubu saling klaim dan adu strategi karena belum ada satu pun yang berhasil menguasai mayoritas dari total 120 kursi di Knesset (parlemen Israel).

Saling sikut perolehan kursi: Netanyahu 53, Eisenkot 48, Partai Arab Cetak Rekor

Berdasarkan data Komite Pemilihan Umum Pusat Israel hingga Rabu (28/10/2026) malam pukul 21.00 waktu setempat, dari lima juta lebih suara yang udah dihitung, blok pimpinan Netanyahu diproyeksikan meraih 53 kursi di Knesset.

Di sisi lain, blok oposisi yang dipimpin Gadi Eisenkot berada di posisi membayangi dengan perkiraan 48 kursi.Nah, yang menarik perhatian adalah kejutan dari partai-partai Arab (Joint List dan Ra'am) yang berpotensi menyabet total 19 kursi, menjadi pencapaian gabungan tertinggi dalam sejarah perolehan mereka.

Saling klaim menang dan tudingan penggelembungan suara

Melihat hasil sementara ini, Gadi Eisenkot menilai kalau publik Israel emang udah haus akan perubahan dan aliansinya kini langsung fokus meracik strategi buat membentuk pemerintahan alternatif. Di lain pihak,Pemimpin Daftar Arab Bersatu (Ra'am), Mansour Abbas, juga menegaskan peran kunci partainya dalam menentukan arah koalisi mendatang.

Namun, kubu Netanyahu gak tinggal diam. Menteri Luar Negeri Israel yang juga sekutu dekat Netanyahu,Gideon Saar, nyemprot klaim kemenangan oposisi lewat media sosial dengan sebutan terlalu dini, sembari nitegesin kalau Likud tetaplah partai tunggal terbesar di Israel. Suasana makin panas setelah partai Likud juga melayangkan tuduhan kalau partai-partai Arab melakukan kecurangan, meski tuduhan ini masih sebatas klaim sepihak dan belum terbukti secara resmi oleh otoritas pemilu.

500.000 suara penentu masih dihitung, nasib Pemerintahan di tangan Presiden

Peta kekuatan politik saat ini sejatinya masih sangat dinamis dan rawan plot twist. Pasalnya, masih ada sekitar 500.000 surat suara khusus yang belum rampung dihitung dan bisa saja mengubah konstelasi perolehan kursi secara drastis.

Hasil akhir pemilu paling cepat baru bakal diumumkan pada Kamis malam waktu setempat. Setelah hasil resmi rilis, Presiden Israel Isaac Herzog bakal langsung memanggil para pemimpin partai buat berkonsultasi mengenai siapa yang berhak membentuk pemerintahan baru. (RaM)

Gen Z Takeaway

Drama Pemilu Israel 2026 bener-bener makin seru dan bikin senam jantung, di mana kubu Netanyahu dan oposisi sama-sama boncos belum dapet 61 kursi mayoritas, sementara partai Arab justru tampil jadi game changer dengan rekor 19 kursi yang bikin perebutan pengaruh koalisi makin alot sampai titik darah penghitungan suara terakhir.

Pemilu Israel Benjamin Netanyahu Israel Amerika Serikat

Infografis

Terkini