Serat Nggak Cuma Bikin BAB Lancar, Simak Manfaatnya buat Tubuh
astakom.com, Jakarata - Serat sering dianggap cuma penting buat urusan buang air besar. Padahal, nutrisi yang banyak ditemukan dalam makanan nabati ini punya peran yang lebih luas. Serat berkaitan dengan kesehatan pencernaan, jantung, metabolisme, hingga mikrobioma yang hidup di dalam usus.
Melansir artikel kesehatan pada laman Mayo Clinic pada Sabtu, (29/08/2026) menjelaskan serat merupakan bagian dari makanan nabati yang tidak dapat dicerna tubuh. Ketika makanan bergerak melalui saluran pencernaan, sebagian besar nutrisi diserap lebih dulu, sedangkan serat ikut bergerak menuju usus besar dan dimanfaatkan bakteri usus sebagai sumber energi.
“Serat makanan sering dikaitkan dengan pencernaan, tetapi perannya dalam tubuh jauh lebih luas daripada sekadar membantu kita tetap rutin buang air besar,” ungkap Purna Kashyap selaku dokter spesialis gastroenterologi Mayo Clinic, mengutip dari laman Mayo Clinic.
Serat dan kesehatan tubuh
Mayo Clinic menyebut asupan serat yang cukup berperan dalam kesehatan usus, jantung, sistem imun, dan metabolisme. Serat juga dikaitkan dengan membantu menurunkan kadar kolesterol dan tekanan darah, mendukung pengendalian gula darah, serta menjaga berat badan yang sehat.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Clinical Nutrition pada 2025 turut memperkuat kaitan tersebut. Review yang mencakup 33 meta-analisis dengan lebih dari 17,1 juta orang menemukan bahwa asupan serat lebih tinggi berhubungan dengan risiko lebih rendah terhadap sejumlah penyakit kronis. Bukti paling kuat ditemukan pada hubungan dengan kematian akibat penyakit kardiovaskular, kanker pankreas, dan penyakit divertikular.
Meski begitu, hasil penelitian tersebut menunjukkan hubungan, bukan berarti serat secara langsung terbukti mencegah penyakit tertentu. Karena itu, konsumsi serat tetap perlu dilihat sebagai bagian dari pola makan sehat secara keseluruhan.
Berapa kebutuhan serat?
Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO dalam pembaruan panduan Healthy diet pada 26 Januari 2026 merekomendasikan orang berusia lebih dari 10 tahun mengonsumsi setidaknya 25 gram serat alami dari makanan setiap hari. WHO juga merekomendasikan konsumsi sedikitnya 400 gram buah dan sayuran per hari untuk kelompok usia tersebut.
Sumber serat bisa ditemukan dari berbagai makanan sehari-hari, termasuk buah, sayuran, biji-bijian utuh dan kelompok kacang-kacangan. WHO juga merekomendasikan sumber karbohidrat terutama berasal dari biji-bijian utuh, sayuran, buah dan kacang-kacangan.
Kalau selama ini asupan serat masih rendah, menambahnya secara bertahap bisa menjadi pilihan. Mayo Clinic menyebut peningkatan serat yang terlalu cepat dapat menyebabkan gas atau kembung pada sebagian orang. (deA/RaM)
Gen Z takeaway
Serat ternyata bukan cuma soal bikin BAB lebih lancar. Asupan yang cukup juga berkaitan dengan kesehatan usus dan berbagai aspek kesehatan tubuh lainnya.









