Kemenbud Support Budaya Sunda Diperkenalkan di Hungary International Folklore Festival
astakom.com, Jakarta — Seni tradisi Sunda bakal tampil di panggung internasional. Studio Seni Indonesia (SSI) dari Yayasan Kentring Manik Mayang Sunda mendapat dukungan Kementerian Kebudayaan untuk mengikuti Hungary International Folklore Festival.
Melansir dari keterangan tertulis Kementerian Kebudayaan yang diterima astakom.com pada Jumat, (28/08/2026), dukungan tersebut diberikan melalui Dana Indonesiaraya dalam Program Layanan Produksi Bidang Kebudayaan. Program ini merupakan bagian dari pemanfaatan hasil kelola Dana Abadi Kebudayaan.
Lewat keikutsertaan ini, seni tradisi Sunda dibawa lebih luas ke ruang pergaulan budaya dunia. Bukan cuma soal tampil di atas panggung, agenda tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan identitas dan nilai budaya Sunda sekaligus membuka jejaring dengan para pelaku seni dari berbagai negara.
Bertemu delegasi dunia
Rangkaian festival diawali dengan Pertemuan Seluruh Delegasi Internasional pada 12 Agustus 2026. Forum tersebut mempertemukan para delegasi dari berbagai negara untuk saling mengenal latar belakang serta kekayaan budaya masing-masing.
Bagi Studio Seni Indonesia, pertemuan ini menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan identitas budaya Sunda sekaligus membangun komunikasi dengan komunitas seni dari negara peserta lainnya.
Hungary International Folklore Festival sendiri menjadi ruang pertukaran budaya yang mempertemukan kelompok seni tradisi dari berbagai negara. Para peserta tidak hanya mempertunjukkan karya seni, tetapi juga membawa nilai dan identitas budaya masing-masing ke hadapan masyarakat internasional.
Jaga tradisi sunda
Yayasan Kentring Manik Mayang Sunda menilai keterlibatan SSI dalam festival internasional bukan sekadar agenda pertunjukan. Kehadiran mereka juga diarahkan untuk menjaga keberlanjutan budaya Sunda di tengah perkembangan zaman.
Seni musik dan tari Sunda membawa sejumlah nilai filosofis, seperti keselarasan, kehalusan budi, kebersamaan, gotong royong, serta semangat silih asah, silih asih, silih asuh. Nilai tersebut dinilai dapat menjadi medium untuk membangun pemahaman dan persahabatan antarbangsa.
Sebagai badan pelaksana di bawah Yayasan Kentring Manik Mayang Sunda, SSI menjadi wadah pembinaan sekaligus laboratorium kreatif bagi musisi dan penari tradisional. SSI berupaya mempertahankan autentisitas serta pakem seni tradisi, sembari menyiapkan generasi muda seniman dengan kemampuan artistik dan wawasan global.
Pengemasan seni tradisi juga diarahkan agar memenuhi standar pertunjukan internasional tanpa menghilangkan esensi budayanya. Keterlibatan dalam forum seperti ini sekaligus memberi kesempatan kepada para seniman muda untuk bertukar pengetahuan dan membangun jejaring dengan pelaku seni dari berbagai negara.
Dorong diplomasi budaya
Menteri Kebudayaan Prof. (Hon.) Dr. Fadli Zon, M.Sc., mengatakan dukungan melalui Dana Indonesiaraya merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memajukan kebudayaan dengan memanfaatkan Dana Abadi Kebudayaan.
“Negara memiliki tanggung jawab untuk memajukan kebudayaan nasional. Hal ini merupakan amanah konstitusi sebagaimana ditegaskan dalam Pasal 32 ayat (1) UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, bahwa negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya,” ujar Fadli Zon.
Ia berharap dukungan tersebut dapat membuka lebih banyak peluang bagi pelaku budaya Indonesia untuk membawa karya mereka ke panggung internasional. Selain memperluas jejaring, langkah ini juga diharapkan bisa meningkatkan apresiasi dunia terhadap kekayaan budaya Indonesia.
Keikutsertaan SSI di Hungary International Folklore Festival pada akhirnya diharapkan ikut memperkuat seni tradisi Sunda sekaligus mendukung diplomasi budaya Indonesia. Melalui pertunjukan dan interaksi antarnegara, budaya Sunda dibawa sebagai bagian dari identitas Indonesia yang tetap hidup, berkembang, dan terbuka terhadap kolaborasi global. (deA/RaM).
Gen Z takeaway
Seni Sunda nggak cuma hidup di panggung lokal. Lewat SSI, musik dan tari tradisional Sunda ikut dikenalkan di ruang internasional, sekaligus menjadi bagian dari upaya Indonesia memperkuat diplomasi budaya.









