LPG 3 Kg Bakal Diperketat, Pertamina-Dukcapil Siapkan Data Penerima Subsidi
astakom.com, Jakarta - Pemerintah fix bakal makin ketat menyeleksi siapa aja yang berhak menikmati gas LPG ukuran 3 kg atau gas LPG subsidi. Pengetatan ini dilakukan seiring dengan wacana pembatasan BBM Pertalite yang juga lagi diperbincangkan.
Alasan pembatasannya karena ternyata masih banyak banget masyarakat kategori mampu yang malah ikutan pakai LPG tabung hijau atau melon ini, yang seharusnya buat kalangan kurang mampu.
Biar penyaluran subsidi ini gak salah sasaran, PT Pertamina (Persero) dan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) resmi collab lewat penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) terkait pemanfaatan data kependudukan.
Cuma warga yang berhak bisa pakai
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Laode Sulaiman, membeberkan langkah strategis ini saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta, baru-baru ini.
"Kemarin juga Pertamina bersama dengan Dukcapil juga telah melakukan MOU, ini juga semua data-data akan dilakukan penguatan-penguatan sebelum nanti kita lakukan pengaturan kepada kelas-masyarakat yang memanfaatkan LPG 3 kg tersebut," kata Laode Sulaiman, di Ruangan DPR RI di Jakarta dikutip astakom.com pada Sabtu (29/8/2026).
Subsidi terbuka bikin boncos
Laode gak menampik kalau skema subsidi terbuka yang berlaku selama ini bikin kantong APBN makin jebol. Masalahnya, dengan subsidi terbuka, siapa pun bebas melenggang buat nemuin dan beli LPG 3 kg sama kayak BBM Pertalite yang dibanderol dengan harga miring.
"Jadi ini nanti akan kita atur. Yang dimaksud dengan bersifat terbuka bahwa pada hari ini sebenarnya LPG 3 kg itu masih bisa digunakan oleh semua kelas masyarakat. Ini nanti yang akan kita lakukan pengaturan," tambahnya.
Tren pengguna meningkat
Laode spill tren konsumsi tabung hijau ini dari tahun ke tahun memang konsisten naik dan bikin geleng-geleng:
Tahun 2021: Realisasi penyaluran mencapai 7,46 juta metrik ton (MT)Tahun 2022: Naik jadi 7,80 juta MTTahun 2025: Makin membengkak sampai 8,52 juta MT
"Kita ketahui bahwa memang dari tahun ke tahun sesungguhnya LPG (3 kg) ini terus meningkat. Nah memang upaya-upaya sudah dilakukan bagaimana untuk bisa mengurangi beban dari meningkatnya konsumsi LPG ini," lanjut Laode.
Target Pertalite khusus buat desil 9-10
Perjalanan menekan angka konsumsi ini sebenarnya udah berjalan bertahap. Pengetatan diawali dari pendataan konsumen ke dalam sistem berbasis web dan kewajiban transaksi LPG 3 kg sesuai data yang dimulai sejak 1 Maret 2023.
Tahap berikutnya adalah pemadanan data dan pensasaran yang jauh lebih presisi agar konsumsi LPG tahunan gak makin uncontrolled.
Gak cuma LPG tabung hijau aja yang kena pengetatan, BBM jenis Pertalite juga udah masuk dalam radar pembatasan. Wacananya udah jelas, masyarakat yang masuk dalam daftar desil 9 dan 10 alias kategori ekonomi atas atau mampu, fix gak bakal diizinkan lagi buat ngisi Pertalite.
Gen Z Takeaway
Pemerintah mulai serius bikin subsidi energi lebih tepat sasaran. LPG 3 kg bakal diperketat lewat pemadanan data Pertamina-Dukcapil, sementara pengguna Pertalite dari kelompok ekonomi atas alias desil 9–10 juga diwacanakan bakal dibatasi.









