Meningkat! Korban Tewas Banjir Bandang Nepal-Tiongkok Jadi 469 Orang
astakom.com, Jakarta – Bencana banjir bandang hebat yang menerjang kawasan Nepal dan Tiongkok mendatangkan kesedihan mendalam. Jumlah korban meninggal dunia dilaporkan terus meningkat secara signifikan.
Berdasarkan pembaruan update terkini dari pihak Kepolisian Nepal, angka korban tewas melonjak menjadi 469 orang. Kondisi di lapangan pun masih rawan lantaran aliran sungai yang tersumbat puing-puing berisiko besar meluap kembali.
“Angka ini meningkat 80 jiwa sejak pembaruan terakhir, di tengah upaya pencarian dan pemulihan yang terus dilakukan tim penyelamat di wilayah yang dilanda bencana tersebut. Lebih dari 1.300 orang masih dinyatakan hilang, termasuk ratusan wisatawan dari India, AS, Inggris, Australia, dan Kanada,” ungkap Laporan dari Guardian pada Jumat, (28/08/2026).
Dampak Bencana
Proses pencarian para korban yang belum ditemukan mengalami hambatan berat. Infrastruktur di kawasan pegunungan yang selama ini menjadi spot populer bagi para pendaki dan peziarah rusak parah. Puluhan jembatan hancur dan akses jalan sepanjang 40 kilometer terputus total.
Melihat kondisi yang kian krisis, Perdana Menteri Nepal, Balen Shah, turun langsung ke lapangan pada hari Kamis untuk mengunjungi wilayah Bidur di distrik Nuwakot guna meninjau lokasi-lokasi yang terdampak bencana.
Ratusan WNA Hilang
Data dari Dewan Pariwisata Nepal mencatat ada lebih dari 650 wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, yang dilaporkan hilang di sepanjang kawasan perbatasan sisi Nepal.
Rincian warga negara asing yang hilang mencakup 65 warga Amerika Serikat, 53 warga Ukraina, 51 warga Malaysia, 35 warga Australia, 33 warga Inggris, 25 warga Kanada, masing-masing 9 warga Singapura dan Korea Selatan, serta 8 warga Jerman.
Di saat bersamaan, Pemerintah India pada hari Kamis mengonfirmasi kalau sebanyak 288 warga negaranya mendadak gak bisa dihubungi di kawasan Nepal usai bencana alam tersebut.
Situasi di Tibet
Sementara itu dari sisi Tiongkok, otoritas di Beijing mengklarifikasi adanya 3 kematian dan mengungkapkan 558 orang masih dinyatakan hilang di Tibet wilayah yang secara resmi dinamai Daerah Otonom Xizang oleh Beijing.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jian, spill informasi kalau sekitar 260 warga negara asing termasuk di dalam daftar korban hilang di wilayah tersebut. Selain itu, Kementerian Luar Negeri Tiongkok juga menyatakan ada 100 warga negara Tiongkok yang hilang di area perbatasan sisi Nepal dampak dari terjang banjir bandang.
Tanggap Darurat
Merespons krisis ini, Pemerintah Nepal resmi menetapkan tiga wilayah yaitu Rasuwa, Nuwakot, dan Dhading sebagai kawasan krisis bencana yang berlaku selama 3 bulan ke depan.
Otoritas Nasional Pengurangan dan Manajemen Risiko Bencana menghimbau para operator helikopter dan drone untuk merapat dan mengoordinasikan upaya penyelamatan bersama pemerintah distrik, aparat keamanan, serta pemerintah daerah setempat. Demi mempercepat evakuasi di tengah situasi chaos, pihak otoritas juga me remind warga yang masih terjebak buat menyalakan api dan menjadikan kepulan asap sebagai isyarat lokasi kehadiran mereka.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri India, Randhir Jaiswal, menyampaikan kepada awak media kalau warga India yang hilang tersebut mencakup 73 orang pekerja dari Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Trishuli-1.
"Jalur komunikasi di wilayah tersebut telah terputus total, sehingga sulit untuk menghubungi orang-orang yang berada di lokasi," ucap Jaiswal. (nAD/RaM)
Gen Z Takeaway
Banjir bandang di Nepal dan Tiongkok ini fix jadi alarm keras kalau krisis iklim itu nyata dan bukan isu sepele. Saat cuaca ekstrem ngancam kawasan pegunungan, infrastruktur bisa hancur seketika dan ratusan orang—termasuk para traveler—terjebak tanpa sinyal sama sekali. Stay safe dan selalu ekstra waspada buat siapa pun yang hobi outdoor adventure!









