Menkop Ferry Apresiasi Sinergi Pemda Sukseskan Percepatan Implementasi Kopdes Merah Putih

Penulis: Shintya
Editor: A. Cuwantoro
Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:27 WIB
Menkop Ferry Apresiasi Sinergi Pemda Sukseskan Percepatan Implementasi Kopdes Merah Putih
Menkop Ferry Apresiasi Sinergi Pemda Sukseskan Percepat Implementasi Kopdes Merah Putih [Kemenkop]

astakom.com, Jakarta - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menekankan bahwa kehadiran Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDMP) diproyeksikan bakal jadi pilar kekuatan baru yang bikin ekonomi daerah makin gacor sekaligus jadi instrumen ampuh buat pemerataan kesejahteraan warga.

Peran kepala daerah dalam pembangunan dan bergeraknya Koperasi ini sangat krusial, karena realisasi KDMP ini wajib banget melibatkan Pemda buat koordinasi langsung sampai ke tingkat desa atau kelurahan. 

Program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ini otomatis bakal ngefek banget secara ekonomi buat daerah.

Pemda punya peran vital

Makanya, kerja keras jajaran Pemda di seluruh penjuru tanah air yang gercep realisasikan percepatan program strategis ini layak banget diberi respect. Hal itu disampaikan Ferry saat gelaran Pemimpin Daerah Awards 2026 di Jakarta, Kamis (27/8/2026) malam.

"Penghargaan ini sebetulnya harusnya didedikasikan justru untuk seluruh kepala daerah, gubernur, bupati, wali kota di seluruh Indonesia yang khususnya untuk program Koperasi Desa Merah Putih. Mereka sebenarnya banyak membantu dari mulai proses pembentukan akta, pembentukan forum musyawarah desa khusus, maupun pembangunan fisik gudang, gerai, dan alat perlengkapannya," kata Ferry, dikutip astakom.com pada Sabtu (29/8/2026).

Siap operasional penuh

Ferry juga ngebocorin kalau Koperasi Merah Putih bakal segera masuk tahap operasional penuh seiring proses verifikasi dan validasi kelayakan fisik gerai serta pergudangan yang udah hampir complete.

Payung hukum berupa Peraturan Presiden (Perpres) soal reposisi dan restrukturisasi koperasi juga ditargetkan beres dalam waktu dekat, lengkap dengan suntikan modal dari bank-bank Himbara, LPS, sampai perbankan desa.

Tambah kas daerah

Kehadiran jaringan koperasi di level akar rumput ini diyakini bakal jadi game changer buat nambah sumber penerimaan kas daerah. Basis ekonomi rakyat ini terus diperkuat biar akselerasi pembangunan gak cuma numpang bergantung ke korporasi besar doang.

"Mudah-mudahan keberadaan kehadiran KDMP ini bisa membantu daerah-daerah, ada perputaran uang di desa-desa, ada peningkatan APBD di setiap kabupaten. Mudah-mudahan dengan keberadaan koperasi bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah, bisa lebih naik secara signifikan, tidak hanya lagi ditopang oleh kekuatan swasta atau BUMD, BUMN," kata Ferry.

Saatnya balik ke semangat Bung Hatta

Langkah penguatan Koperasi Merah Putih ini sekaligus jadi titik balik buat ekonomi nasional yang sempat terlalu condong ke mekanisme pasar bebas dan paham neoliberal selama lebih dari tiga puluh tahun. Praktik individualistis yang sering skip nilai kebersamaan dinilai udah bikin ruh ekonomi konstitusi yang berlandaskan gotong royong jadi geser.

Nah, kepemimpinan nasional di bawah Presiden Prabowo sekarang jadi tonggak kebangkitan kedaulatan ekonomi kerakyatan. Negara hadir lagi arahkan sistem kita supaya balik ke ajaran Bung Hatta dan para founding fathers.

"Tapi di tangan kepemimpinan Pak Prabowo Subianto sekarang setelah beliau terpilih menjadi Presiden, negara hadir lagi untuk mengatur sistem dan praktik kita kembali kepada yang dipikirkan oleh Bung Hatta dan para kaum founding fathers kita," kata Ferry.

Gen Z Takeaway

Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDMP) diproyeksikan jadi mesin baru ekonomi daerah dengan memperkuat perputaran uang di desa, mendorong APBD, dan memperluas pemerataan kesejahteraan. Menkop Ferry Juliantono menilai percepatan KDMP nggak lepas dari gerak cepat pemda, sementara koperasi ini ditargetkan segera masuk tahap operasional penuh setelah verifikasi gerai dan gudang rampung.

Kopdes Merah Putih Koperasi Merah Putih KDKMP Menkop Ferry Juliantono

Infografis

Terkini