Biar Antrean Penyeberangan Makin Lancar! Menhub Siapkan Pelabuhan Celukan Bawang Jadi Jalur Alternatif

Pewarta: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Anri Syaiful
Jumat, 10 Juli 2026 | 23:31 WIB
Biar Antrean Penyeberangan Makin Lancar! Menhub Siapkan Pelabuhan Celukan Bawang Jadi Jalur Alternatif
Biar Antrean Penyeberangan Makin Lancar, Menhub Siapkan Pelabuhan Celukan Bawang Jadi Jalur Alternatif (Kemenhub)

astakom.com, Jakarta - Menjelang periode angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027, pemerintah mulai mematangkan sejumlah langkah untuk meningkatkan kelancaran mobilitas masyarakat. Persiapan juga dilakukan lebih awal karena angkutan Lebaran 2027 diperkirakan berlangsung berdekatan dengan Hari Raya Suci Nyepi, sehingga membutuhkan pengelolaan transportasi yang lebih optimal.

Salah satu langkah tersebut dilakukan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dengan meninjau Pelabuhan Celukan Bawang di Kabupaten Buleleng, Bali, Kamis (09/07/2026). Peninjauan ini menjadi bagian dari upaya menyiapkan infrastruktur transportasi yang mampu mendukung kelancaran arus penumpang dan kendaraan pada periode libur besar mendatang.

Kunjungan tersebut dilakukan usai Menhub bertemu Gubernur Bali I Wayan Koster di Gedung Kertha Sabha, Denpasar. Dalam pertemuan itu, keduanya membahas percepatan penguatan infrastruktur transportasi di Bali, baik pada sektor laut maupun udara. Salah satu fokusnya ialah pengembangan Pelabuhan Celukan Bawang sebagai jalur alternatif untuk membantu mengurangi kepadatan di lintas penyeberangan Ketapang–Gilimanuk.

Celukan bawang diproyeksikan bagi arus penyeberangan

Menurut Dudy, pengalaman mengurai kepadatan di lintas Merak–Bakauheni menjadi salah satu acuan dalam menyiapkan jalur alternatif di Bali. Karena itu, pemerintah menilai distribusi arus kendaraan perlu dibagi agar tidak bertumpu pada satu lintasan penyeberangan.

"Kita perlu mengatasi kepadatan yang terjadi di penyeberangan Ketapang–Gilimanuk. Belajar dari pengalaman di lintas Merak–Bakauheni, kami berpandangan kepadatan harus dipecah melalui pelabuhan alternatif," ujar Menhub Dudy.

Kementerian Perhubungan telah mengkaji sejumlah alternatif lintasan penyeberangan yang dapat mendukung distribusi arus kendaraan, yakni Jangkar–Celukan Bawang, Tanjung Wangi–Celukan Bawang, Ketapang–Padang Bai/Gunaksa, serta Ketapang–Benoa. Dari sejumlah opsi tersebut, Pelabuhan Celukan Bawang diproyeksikan menjadi salah satu simpul penting dalam mendistribusikan arus penyeberangan dari Jawa menuju Bali.

Untuk mempercepat realisasinya, Menhub menginstruksikan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) dan PT ASDP Indonesia Ferry agar mempercepat kajian teknis sekaligus menyelesaikan pengembangan fasilitas pelabuhan sesuai target yang telah ditetapkan.

"Kami sudah meminta khususnya kepada Pelindo untuk melakukan revitalisasi agar pelabuhan ini dapat melayani penyeberangan dari Pelabuhan Jangkar, Ketapang, maupun Tanjung Wangi di Banyuwangi. Saya juga meminta Pelindo dan ASDP untuk mengkaji serta menyelesaikan seluruh persiapan sesuai target yang telah ditentukan. Harapannya, pada Desember mendatang Pelabuhan Celukan Bawang sudah dapat membantu memecah arus penyeberangan," kata Menhub Dudy.

Water taxi disiapkan jadi opsi mobilitas baru

Selain pengembangan pelabuhan, Kementerian Perhubungan juga melanjutkan rencana pengoperasian layanan water taxi sebagai moda transportasi alternatif di Bali. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat membantu mengurangi kepadatan lalu lintas jalan sekaligus memberikan pilihan perjalanan yang lebih efisien.

Berdasarkan perhitungan Kementerian Perhubungan, perjalanan dari Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju kawasan Canggu diproyeksikan dapat ditempuh sekitar 30 menit atau jauh lebih singkat dibandingkan perjalanan melalui jalur darat.

"Kita sudah menghitung, dari bandara ke Canggu bisa ditempuh sekitar 30 menit. Paling tidak ini dapat mengurangi beban jalan. Animo wisatawan juga cukup tinggi karena memberikan pengalaman perjalanan yang berbeda," tuturnya.

Kapasitas bandara juga terus di-upgrade

Penguatan konektivitas di Bali tidak hanya dilakukan melalui sektor laut. Kementerian Perhubungan juga terus mendorong pengembangan kapasitas Bandara I Gusti Ngurah Rai yang saat ini melayani sekitar 24,9 juta penumpang setiap tahun atau telah melampaui jumlah penumpang sebelum pandemi Covid-19.

Melalui peningkatan kapasitas tersebut, pemerintah menargetkan bandara dapat melayani hingga sekitar 32 juta penumpang per tahun sehingga mampu mendukung konektivitas sekaligus pemerataan pembangunan.

"Kita melihat jumlah penumpang Bandara I Gusti Ngurah Rai saat ini mencapai sekitar 24,9 juta penumpang per tahun, bahkan sudah melampaui kondisi sebelum pandemi Covid-19. Harapannya, melalui pengembangan kapasitas bandara, jumlah tersebut dapat meningkat hingga sekitar 32 juta penumpang sehingga dapat mendukung pemerataan pembangunan," ujar Menhub.

Upaya penguatan transportasi laut dan udara tersebut menjadi bagian dari strategi Kementerian Perhubungan dalam meningkatkan konektivitas di Bali menjelang periode libur besar. Melalui pengembangan pelabuhan alternatif, layanan water taxi, hingga peningkatan kapasitas bandara, pemerintah berharap distribusi perjalanan masyarakat dapat berlangsung lebih lancar dan memiliki lebih banyak pilihan akses. (deA/aNs)

Gen Z Takeaway

Persiapan ini jadi sinyal kalau pemerintah mulai gercep menata transportasi Bali jauh sebelum musim liburan tiba. Kalau seluruh rencana berjalan sesuai target, akses menuju Pulau Dewata bakal punya lebih banyak opsi, antrean penyeberangan bisa lebih terurai, dan mobilitas masyarakat maupun wisatawan diharapkan makin sat-set tanpa bergantung pada satu jalur saja.

menhub Menhub Duddy kemenhub Pelabuhan Pelabuhan cekukan bawang Menteri Sosial Chrome Device Management

Infografis

Terkini