Momen Magis Messi Hancurkan Tembok Swiss di Piala Dunia 2014

Editor: A. Cuwantoro
Kamis, 9 Juli 2026 | 09:01 WIB
Momen Magis Messi Hancurkan Tembok Swiss di Piala Dunia 2014
Aksi Lionel Messi dikepung para pemain Swiss pada babak 16 besar Piala Dunia Brasil 2014. [FIFA].

astakom.com, JakartaArgentina akan melawan laga hidup mati melawan Swiss pada babak 8 besar Piala Dunia 2026. Laga keduanya akan digelar pada Minggu, 12 Juli 2026 pukul 08.00 WIB. Bertemunya dua kekuatan besar sepakbola kedua negara, mengingatkan kita pada salah satu performa paling elektrik dalam sejarah fase gugur Piala Dunia, yakni saat Lionel Messi memimpin Argentina menumbangkan Swiss pada babak 16 besar Piala Dunia Brasil 2014. 

Bertanding di Arena de Sao Paulo di hadapan 63.255 penonton, laga ini menjadi bukti nyata bagaimana kejeniusan satu pemain mampu mengubah takdir sebuah pertandingan.

Sebelum laga dimulai, sorotan media sepenuhnya tertuju pada sosok Messi yang dijuluki 'The Atomic Flea'. Pemain bernomor punggung 10 itu tampil kesetanan di fase grup dengan mengemas empat gol indah sekaligus menyapu bersih tiga kemenangan untuk Argentina. Ketergantungan Albiceleste pada Messi bahkan diakui langsung oleh sang pelatih kala itu, mendiang Alejandro Sabella.

“Kapan pun ada pemain seperti Messi, ketergantungan itu pasti ada. Kami mencoba untuk berkembang, tetapi ketergantungan itu akan selalu ada. Kami harus mencoba meredam tekanan dari dirinya bersama-sama karena kami adalah sebuah tim,” aku Sabella menjelang laga tersebut, dikutip dari laman FIFA.

Di kubu lawan, Swiss yang berstatus runner-up grup di bawah Prancis datang dengan optimisme tinggi bersama pelatih legendaris asal Jerman, Ottmar Hitzfeld. Saat ditanya bagaimana cara menghentikan megabintang Argentina itu, Hitzfeld menjawab dengan percaya diri.

“Saya pikir pertahanan mana pun akan menghadapi masalah saat menghadapi Messi, dan masalah ada untuk dipecahkan. Saya percaya pada pertahanan saya. Bagaimana cara menghentikan Messi? Kami akan menunjukkan kepada Anda besok bagaimana kami melakukannya,'' tantang Hitzfeld sebelum laga bergulir.

Tembok kokoh Swiss dan kilatan magis Sang Genius

Selama 120 menit jalannya laga di Sao Paulo, Swiss benar-benar membuktikan ucapan pelatihnya. Mereka tampil sangat terorganisir, disiplin, dan keras kepala hingga membuat frustrasi barisan penyerang Argentina. Kendati dikawal ketat, Messi tetap mampu memperlihatkan kilatan-kilatan magisnya. Dalam satu momen krusial, gerakan tipu pundaknya sukses mengecoh duo Swiss, Valon Behrami dan Ricardo Rodriguez, sekaligus.

Tak hanya itu, pemain pengganti Swiss, Gelson Fernandes, juga dibuat mati kutu saat Messi dengan cerdik mencungkil bola melewati kaki kanannya, mengubah arah lari dalam sekejap, dan melesat menjauh. Messi sempat menebar ancaman lewat tembakan jarak jauh yang melambung tipis di atas mistar, serta sepakan mendatar keras yang memaksa kiper Diego Benaglio melakukan penyelamatan gemilang.

Namun, kontribusi paling krusial dari sang kapten lahir di detik-detik akhir babak tambahan waktu saat drama adu penalti sudah di depan mata. Memanfaatkan momentum di paruh lapangan Swiss, Messi merebut bola dan melakukan akselerasi cepat yang meninggalkan Gokhan Inler dan Fabian Schar di belakangnya.

Melihat celah matang, Messi melepaskan umpan dengan akurasi dan tenaga yang sangat sempurna kepada Angel Di Maria. Penyerang sayap tersebut langsung melepaskan tembakan first-time yang bersarang rendah di pojok gawang Benaglio. Gol tersebut menjadi penentu kemenangan tunggal yang membawa Argentina melenggang ke perempat final.

Reaksi setelah pertandingan

Usai laga usai, Ottmar Hitzfeld akhirnya harus mengakui keunggulan sang megabintang yang berhasil meruntuhkan strategi disiplin timnya.

“Kita tahu Messi bisa menentukan pertandingan dalam satu detik. Dia memiliki kualitas itu,” puji Hitzfeld.

Komentar serupa juga dilontarkan oleh Alejandro Sabella yang menilai bahwa Swiss mulai kelelahan di akhir laga, yang mana situasi tersebut menjadi santapan empuk bagi kapten timnya.

“Ada operan dari lini tengah ke Messi dan dia berada di posisi yang sangat menguntungkan. Pemain seperti dia mendapatkan bola di posisi yang menguntungkan bisa menyebabkan banyak bahaya. Dan lihatlah, dia menemukan Di Maria. Semakin lama pertandingan berjalan, semakin [Messi] mampu berlari ke arah mereka,” jelas Sabella.

Sementara itu, Lionel Messi sendiri tidak menampik bahwa dirinya sempat dilanda ketegangan luar biasa sepanjang pertandingan yang berjalan alot tersebut.

"Terkadang saya merasa gugup karena kami tidak bisa mencetak gol dan kesalahan apa pun bisa membuat kami tersingkir dari Piala Dunia. Kami tidak menginginkan adu penalti. Pada akhirnya, keberuntungan berada di pihak kami,” tutup Messi. (ACwan/aNs)

Gen Z Takeaway

Kilas balik momen magis King Messi yang bikin Swiss kena mental di Piala Dunia 2014! FIFA baru aja nge-drop memori estetik pas Argentina kesusahan bongkar taktik parkir bus Swiss di babak 16 besar. Pelatih Swiss sempet pede abis bisa ngunci Messi, tapi yang namanya alien mah bebas! Pas laga udah mau masuk menit ke-118 dan semua orang ngira bakal lanjut adu penalti, Messi tiba-tiba narik motor serangan, gocek dua bek Swiss, terus ngasih assist manja yang diselesaikan dengan dingin sama Angel Di Maria. Kelar laga, Messi ngaku sempet anxiety takut kalah, tapi untungnya class dan hoki emang gak pernah bohong! 

Piala dunia Piala Dunia 2026 Lionel messi Argentina swiss

Infografis

Terkini