Menko Pangan Spill Pemerintah Fokus Rampungkan 40.000 Kopdes, Target Beroperasi Oktober 2026
astakom.com, Jakarta – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), baru saja men-spill info krusial nih terkait fokus pemerintah yang lagi all-out merampungkan sekitar 40.000 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) alias Kopdes. Targetnya nggak main-main, puluhan ribu kopdes ini diproyeksikan bakal mulai beroperasi penuh pada Oktober 2026 mendatang.
Program masif ini diharapkan bisa menjadi motor penggerak utama yang bener-bener menghidupkan ekosistem perekonomian di tingkat desa ke seluruh penjuru Indonesia.
Statement bernada optimistis tersebut disampaikan langsung oleh Zulhas sehabis menghadiri acara pelantikan dan rapat koordinasi Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) se-Sulawesi Selatan yang digelar di Balai Prajurit Jenderal TNI M Yusuf, Makassar, kemarin (04/07/2026).
Fokus penuh biar nggak setengah-setengah
Menurut penuturan Zulhas, pemerintah saat ini sengaja memusatkan seluruh perhatian dan energinya untuk menyelesaikan program KDMP ini sampai tuntas, sebelum nantinya berlanjut ke fase pengembangan di tahun berikutnya. Hal ini juga menjadi penanda adanya pergeseran fokus dari rencana awal pemerintah yang sempat mematok angka pembangunan hingga 80.000 Kopdes Merah Putih.
"Sekarang fokus kita selesaikan. Saya sudah rapat dengan badan dan seluruh kementerian terkait, fokus tahun ini untuk 40 ribu. Bahkan bisa sampai 36 ribu lebih. Tapi, kita kemungkinan cadangkan sampai Rp40 ribu tahun ini," ujar Zulhas, dikutip astakom.com pada Minggu (05/07/2026).
Pemerintah sendiri membidik target penyelesaian administrasi dan infrastruktur program ini pada September 2026, supaya di bulan berikutnya koperasi sudah bisa langsung gaspol melayani kebutuhan masyarakat luas.
"Fokus biar jalan, biar bagus, nanti tahun depan, kita lihat perkembangan seperti apa," katanya merespons perubahan fokus tersebut.
Kopdes bakal jadi "one-stop service" buat warga desa
Saat memberikan sambutan di depan para kepala desa yang hadir, Zulhas memaparkan visi besar. Di mana berbagai program kerja dan pos bantuan dari pemerintah ke depannya bakal dibuat satu pintu alias terintegrasi penuh lewat KDMP.
Mulai dari penyaluran bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), sampai segala macam kebutuhan harian warga nantinya akan didistribusikan langsung melalui manajemen koperasi ini.
"Nanti PKH, bantuan alsintan dan semua kebutuhan pemerintah didrop ke kopdes. Dari kopdes membagikan ke masyarakat. Ada juga bayar listrik, telepon nanti bisa di kopdes. Yang subsidi pupuk, gas juga dijual di kopdes," ujarnya merinci.
Nggak cuma jadi tempat distribusi logistik dan pembayaran tagihan bulanan, KDMP ini juga punya peran strategis sebagai offtaker. Maksudnya, koperasi ini yang bakal jadi pembeli langsung dari hasil panen pertanian maupun perkebunan milik masyarakat setempat. Lewat skema solid ini, pemerintah berharap para petani dan nelayan nggak bakal boncos lagi karena bisa dapet harga jual yang layak dan stabil.
Sulsel siap follow up kebijakan pusat
Menanggapi gebrakan ini, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, angkat bicara dan menegaskan bahwa operasional riil dari KDMP di wilayahnya masih menunggu komando resmi dari jajaran pemerintah pusat. Segala lini kebijakan, baik itu penetapan kuota awal maupun penyesuaian jumlah koperasi, wajib berkiblat pada regulasi pusat.
"Kita tunggu arahan kementerian, semua diatur dan terpusat. Penetapan jumlah, pengurangan (KDMP) itu harus aturan pusat. Kita tunggu kriteria, bagaimana mengurangi itu, nanti kita lakukan sesuai arahan," jelas Jufri.
Meskipun masih menunggu arahan teknis, persiapan internal di Sulawesi Selatan sendiri terpantau sudah mencuri start dengan matang. Hingga saat ini, struktur kepengurusan dan manajemen Kopdes Merah Putih di Sulsel terus digodok secara intensif, di mana sebanyak 3.059 pengurus sudah resmi terbentuk dan tersebar di 24 kabupaten/kota se-provinsi. (aNs)
Gen Z Takeaway
Pemerintah lagi all-out nih lewat Menko Pangan Zulhas buat menuntaskan target sekitar 40.000 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) biar bisa langsung gaspol beroperasi penuh pada Oktober 2026 mendatang. Alih-alih lanjutin rencana awal yang bikin 80.000 unit, pemerintah sengaja nge-pivot fokusnya ke 40.000 kopdes dulu biar hasilnya gak setengah-setengah dan beneran bisa jadi wadah one-stop service terintegrasi di desa. Menariknya, kopdes ini bakal jadi ekosistem serba ada—mulai dari tempat distribusi bansos PKH dan alsintan, loket bayar tagihan, hingga jadi offtaker hasil panen warga biar petani lokal gak boncos lagi. Sementara itu, daerah kayak Sulsel juga udah curi start dengan merampungkan ribuan pengurus sambil nunggu komando resmi dari pusat biar penyaluran bantuan ke depannya bisa makin rapi dan satu pintu.









