Lewat Ambisi D-8 Halal Expo: Indonesia Pimpin Kekuatan Ekonomi Halal Dunia!

Pewarta: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Jumat, 10 Juli 2026 | 17:31 WIB
Lewat Ambisi D-8 Halal Expo: Indonesia Pimpin Kekuatan  Ekonomi Halal Dunia!
Lewat Ambisi D-8 Halal Expo: Indonesia Pimpin Kekuatan Ekonomi Halal Dunia! [Kemlu RI]

astakom.com, Jakarta – D-8 Halal Expo Indonesia (HEI) 2026 resmi digelar sebagai langkah strategis memperkuat ekosistem ekonomi halal, rantai pasok, dan kolaborasi bisnis di antara negara-negara anggota Developing 8 (D-8).

Pameran berskala internasional yang mempertemukan pelaku usaha dari Indonesia, Malaysia, Mesir, Nigeria, Pakistan, Turki, Bangladesh, Iran, dan Azerbaijan ini berlangsung di Senayan Tennis Indoor Stadium, Jakarta, pada 8–12 Juli 2026. Agenda ini sekaligus menjadi bagian penting dari rangkaian Keketuaan Indonesia di D-8 untuk periode 2026–2027.

Pembukaan D-8 Halal Expo Indonesia 2026 ini diresmikan secara bersama oleh Wakil Menteri Luar Negeri RI Anis Matta dan Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan. Turut hadir juga dalam seremoni tersebut Direktur Eksekutif KNEKS Sholahudin Al Aiyub, Anggota Badan Pelaksana BPKH Dr. Sulistyowati, serta jajaran duta besar dari negara-negara anggota D-8 yang hadir di Jakarta.

Kolaborasi strategis global

Dengan mengusung tema "Strengthening D-8 Halal Economy Through International Collaboration”, D-8 HEI 2026 diposisikan sebagai platform utama untuk menjembatani para pemangku kepentingan mulai dari pelaku bisnis, investor, hingga regulator. Tujuannya tidak hanya untuk memperkuat ekosistem nilai halal di internal negara anggota, tetapi juga meluaskan penetrasi produk dan jasa halal mereka ke kancah internasional.

Target dagang USD500 Miliar

Melalui ajang ini, D-8 HEI 2026 diharapkan mampu mempererat kemitraan ekonomi sekaligus memacu ekspansi kerja sama business-to-business (B2B) di berbagai sektor strategis. Sektor-sektor tersebut meliputi makanan dan minuman, kosmetik, fashion, farmasi, pariwisata, keuangan, hingga layanan digital.

Langkah ekspansif ini menjadi bagian dari strategi besar untuk mendongkrak nilai perdagangan antarnegara anggota D-8, yang ditargetkan menembus angka USD 500 miliar pada tahun 2030 mendatang.

Wakil Menteri Luar Negeri RI, Anis Matta, menegaskan kalau penyelenggaraan D-8 HEI merupakan wujud konkret dari komitmen pemerintah dalam memacu pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, langkah ini dilakukan dengan cara memperkokoh integrasi dan jalinan ekonomi antara Indonesia dengan lanskap dunia Islam secara global.

"Di tengah berbagai tantangan ekonomi global, Indonesia terus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Salah satu jalannya adalah dengan memperkuat integrasi ekonomi Indonesia dengan dunia Islam, termasuk melalui pengembangan ekonomi halal,” ucap Wamenlu Anis dikutip oleh astakom pada Jumat, (10/7/2026).

Apresiasi tinggi turut disampaikan oleh Sekretaris Jenderal D-8 kepada Indonesia yang telah sukses menginisiasi penyelenggaraan D-8 Halal Expo perdana di Jakarta. Ia berharap pameran ini mampu menjadi katalisator dalam mempererat jejaring dan kolaborasi sektor swasta, mendongkrak aktivitas perdagangan serta investasi intra-D-8, memperkuat riset dan pengembangan kapasitas, hingga memperluas ekosistem ekonomi halal secara menyeluruh.

Ajang bisnis konkret

Sepanjang 5 hari pelaksanaan, D-8 HEI akan diisi dengan serangkaian agenda strategis, mulai dari pameran dagang, pertemuan bisnis (business matching), hingga diskusi panel D-8 HEI Talks yang mempertemukan pejabat pemerintah, pelaku bisnis, dan investor dari seluruh negara anggota D-8.

Perjumpaan ini pun sukses memicu antusiasme besar, terbukti dengan tingginya partisipasi eksibitor (buyers), dan pengunjung yang berasal dari negara anggota D-8.

Tidak hanya pengunjung berasal dari internal D-8, tetapi juga dari negara luar seperti Palestina, Yordania, Uzbekistan, India, Djibouti, Prancis, dan Belanda.

Direktur Eksekutif KNEKS menegaskan kalau D-8 Halal Expo sengaja dirancang sebagai wadah untuk memperoleh kolaborasi bisnis yang konkret. Salah satu langkah nyatanya adalah melalui agenda match making yang mempertemukan secara langsung para eksportir dengan importir.

"Indonesia berupaya memfasilitasi lahirnya kemitraan bisnis, pertukaran pengetahuan, dan transaksi perdagangan yang konkret,” tutur Direktur Eksekutif KNEKS.

Perjumpaan D-8 HEI 2026 ini merupakan wujud nyata dari komitmen yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam KTT ke-11 D-8 di Kairo pada 19 Desember 2024 lalu. Saat itu, Presiden menekankan betapa pentingny membangun rantai nilai halal lewat penguatan jaringan ekonomi halal, sekaligus menegaskan kesiapan Indonesia untuk menjadi salah satu pusat (hub) utama ekonomi halal global. Suksesnya agenda besar ini tidak lepas dari kolaborasi erat antara Kementerian Luar Negeri, KNEKS, BPJPH, serta Kadin Indonesia.

Kekuatan 1,3 miliar jiwa

Sebagai informasi, D-8 Organization for Economic Cooperation dibentuk sejak tahun 1997 dengan fokus utama memperkokoh kerja sama pembangunan dan ekonomi antar negara D-8.

Organisasi D-8 yang bersekretariat di Istanbul, Turki ini awalnya beranggotakan Indonesia, Bangladesh, Iran, Malaysia, Mesir, Nigeria, Pakistan, dan Turki, sebelum akhirnya Azerbaijan resmi bergabung pada tahun 2025 lalu.

Sebagai sebuah dialog kerja sama ekonomi, D-8 memegang kekuatan kolektif yang besar, dengan total populasi mencapai 1,3 miliar jiwa atau setara 16 persen dari penduduk dunia serta akumulasi produk domestik bruto (PDB) yang menyentuh angka USD 5,1 triliun.

Posisi keketuaan D-8 sendiri berjalan secara bergilir di antara seluruh negara anggota, di mana Indonesia kini resmi memegang  kepemimpinan untuk periode 2026–2027. Ini bukan kali pertama bagi Indonesia, setelah sebelumnya sempat memimpin sebagai ketua  D-8  ini pada periode 2006–2008.

Masa kepemimpinan tersebut bahkan menghasilkan sejarah penting lewat penandatanganan D-8 Preferential Trade Agreement (D-8 PTA) di Bali. Sejak resmi diimplementasikan pada Juni 2024 lalu, perjanjian dagang tersebut tercatat telah dimanfaatkan oleh para eksportir nasional dengan capaian nilai ekspor menyentuh angka USD 36,4 juta.

Tidak hanya berfokus pada penguatan sektor perdagangan, kerja sama di dalam D-8 juga diarahkan untuk memperkokoh ekosistem halal secara menyeluruh. Langkah ini ditempuh melalui  investasi lintas batas, kolaborasi industri, hingga pengembangan inovasi, dengan target besar agar produk dan layanan halal dari negara anggota dapat semakin terintegrasi ke dalam rantai nilai global. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Halal economy is officially the next big thing! Lewat D-8 Halal Expo 2026, Indonesia sukses membuktikan kalau produk halal bukan cuma soal label, tapi sebuah lifestyle dan kekuatan ekonomi global bernilai miliaran dolar. Buat anak muda, ajang ini jadi sinyal kuat kalau peluang kerja di industri kreatif, pariwisata, keuangan digital, hingga produk kecantikan berbasis halal bakal makin hype dan mendunia. Time to upgrade your global business mindset!

D-8 Halal Expo D-8 Kementerian Luar Negeri Update Kemenlu RI.

Infografis

Terkini