Sentuh Petani Lokal di Cipanas, MBG Mampu Beri Dampak Nyata Kuatkan Ekonomi di Level Grassroots

Pewarta: Alfian Tegar
Editor: Anri Syaiful
Senin, 8 Juni 2026 | 15:10 WIB
Sentuh Petani Lokal di Cipanas, MBG Mampu Beri Dampak Nyata Kuatkan Ekonomi di Level Grassroots
Para petani sayur di kawasan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat [Dok. Bakom RI]

astakom.com, Jakarta — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto ternyata memberikan plot twist positif yang langsung menyentuh level grassroots.

Nggak cuma berfokus pada pemenuhan gizi anak sekolah, program MBG sukses memicu economic comeback bagi para petani sayur di kawasan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, salah satunya Bayu Sudrajat (43), yang akhirnya bisa merasakan stabilitas finansial setelah hampir tiga dekade terjebak dalam ketidakpastian pasar.

"Saya lebih enak sekarang. Kalau pokcoy dulu biasa jual Rp7.000, sekarang bisa sampai Rp14.000-Rp15.000,” ungkap Bayu saat ditemui di perkebunan sayur Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dikutip dari rilis Badan Komunikasi (Bakom) RI, Senin (08/06/2026).

“Dengan adanya MBG, sekarang sudah naik. Daun bawang juga sudah naik. Sekarang melonjak bagus,” sambung Bayu.

Bagi Bayu, yang sudah menggantungkan hidupnya di jalur pertanian sayur sejak tahun 1996, skema MBG ini menjadi green light yang memutus rantai pasok yang selama ini merugikan.

Penjualan sayur yang lebih mudah

Struggle menahun seperti biaya logistik yang tinggi karena harus membawa sendiri hasil bumi ke pasar besar, kini digantikan oleh sistem yang jauh lebih efisien di mana para pembeli justru langsung intercept dan menjemput hasil panen ke kebunnya.

Sebelum program ini live dan berjalan, Bayu mengakui bahwa lingkaran kecemasan petani lokal dipicu oleh fluktuasi harga yang tidak menentu dan lambatnya penyerapan pasar, sementara biaya produksi terus berjalan tanpa kompromi.

Namun, lonjakan demand dari ekosistem MBG berhasil menstabilkan harga sayuran di tingkat produsen, sekaligus memastikan seluruh hasil bumi terserap dengan cepat tanpa ada yang terbuang sia-sia.

"Lebih mudah juga jualnya. Kalau dulu kan harus ke pasar. Nah, selama ada MBG sekarang, banyak yang ngambil di kebun juga. Jadi, tidak harus ke pasar,” ujar Bayu.

Tambahan penghasilan dari stabilitas harga ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan sebuah financial lifeline nyata yang membuat dapur keluarga Bayu tetap menyala.

Penuhi kebutuhan keluarga dan sekolah anak

Dari perputaran modal yang kini jauh lebih sehat, ia tidak hanya mampu memutar kembali biaya tanam untuk musim berikutnya, tetapi juga mengamankan pos anggaran paling krusial, yakni biaya pendidikan anak-anaknya.

"Ya, untuk keluarga. Untuk biaya sekolah juga kan. Separuh buat modal, kembali lagi ke kebun,” jelasnya.

Apresiasi dan harapan ke Presiden Prabowo

Menatap masa depan, Bayu menyampaikan apresiasi serta harapannya agar kebijakan yang berpihak pada petani lokal ini tetap di-maintain secara sustainable oleh pemerintah.

"Dengan adanya MBG, petani lebih enak dan sejahtera,”  tegas Bayu.

Baginya, keberlanjutan program MBG adalah jaminan bahwa kerja keras di atas tanah pusaka akan selalu mendapatkan validasi ekonomi yang layak demi masa depan generasi penerus yang lebih cerah. (aLf/aNs)

Gen Z Takeaway

Program MBG tak hanya mendukung pemenuhan gizi anak, tetapi juga memberi dampak positif bagi petani lokal. Meningkatnya permintaan membuat hasil panen lebih mudah terserap dan pendapatan lebih stabil, sehingga membantu petani memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus menjaga keberlanjutan usaha mereka.

Makan Bergizi Gratis MBG Presiden Prabowo Prabowo Subianto

Infografis

Terkini