Lupa Password Gmail? Google Kini Punya Fitur Login Pakai Video Selfie, Begini Cara Kerjanya
astakom.com, Techno - Panik karena tiba-tiba tidak bisa masuk ke akun Google kini tak harus berakhir dengan proses pemulihan yang rumit. Google resmi menghadirkan Selfie Video, fitur baru yang memungkinkan pengguna memverifikasi identitas menggunakan rekaman video selfie ketika mengalami kendala saat login.
Fitur ini menjadi opsi tambahan bagi pengguna yang kehilangan akses ke perangkat utama atau terkunci dari akun. Dengan begitu, proses masuk kembali ke akun tidak lagi hanya bergantung pada password, kode verifikasi, atau perangkat yang biasa digunakan.
Melansir pengumuman resmi Google yang dipublikasikan pada Senin, (27/07/2026), Selfie Video dikembangkan untuk memberikan pilihan login yang lebih fleksibel sekaligus tetap mengedepankan perlindungan privasi dan keamanan pengguna.
Rekam selfie untuk verifikasi
Google menjelaskan bahwa proses mengaktifkan Selfie Video dilakukan dengan merekam video singkat sambil mengikuti beberapa instruksi sederhana, seperti menggerakkan kepala ke beberapa arah agar kamera dapat menangkap wajah dari berbagai sudut.
Rekaman tersebut kemudian disimpan sebagai data verifikasi. Ketika suatu saat pengguna kesulitan mengakses akun, mereka cukup membuat video selfie baru. Sistem Google akan membandingkan video terbaru dengan rekaman yang telah tersimpan untuk memastikan bahwa orang yang mencoba masuk benar-benar merupakan pemilik akun.
Meski menghadirkan cara baru untuk mengakses akun, Selfie Video bukanlah pengganti password. Google menyebut fitur ini dirancang sebagai metode login dan pemulihan tambahan yang dapat digunakan ketika pengguna tidak bisa memakai cara masuk yang biasa.
"Video selfie memberi Anda cara baru untuk masuk ke akun Google, sehingga Anda memiliki lebih banyak pilihan jika sewaktu-waktu terkunci dari akun atau tidak memiliki akses ke ponsel maupun komputer yang biasa digunakan."
Dibekali perlindungan berlapis
Selain menghadirkan kemudahan, Google menyatakan aspek keamanan menjadi perhatian utama dalam pengembangan fitur ini. Video selfie hanya direkam setelah mendapat persetujuan pengguna, disimpan dalam kondisi terenkripsi (encrypted at rest), serta dapat dihapus kapan saja melalui pengaturan Google Account.
Saat proses verifikasi berlangsung, sistem tidak hanya mencocokkan wajah dengan rekaman yang telah tersimpan. Google juga meminta pengguna melakukan beberapa gerakan tertentu untuk memastikan video yang dikirim merupakan rekaman langsung (live video), bukan foto maupun video hasil manipulasi.
Google menyebut sistem tersebut juga didukung sejumlah lapisan perlindungan untuk membantu mendeteksi upaya penyamaran identitas, termasuk penyalahgunaan teknologi deepfake maupun bentuk pemalsuan digital lainnya.
"Saat Anda menggunakan selfie untuk login, kami menerapkan berbagai lapisan keamanan guna membantu mencegah upaya penyamaran menggunakan foto atau video palsu, termasuk deepfake. Kami juga meminta Anda melakukan gerakan sederhana untuk membuktikan bahwa video tersebut direkam secara langsung." mengutip keterangan tertulis yang ada pada laman resmi Google.
Bertahap untuk pengguna
Berdasarkan informasi pada laman bantuan resmi Google, fitur Selfie Video saat ini masih diluncurkan secara bertahap sehingga belum tersedia bagi seluruh pengguna.
Google juga menjelaskan bahwa fitur tersebut belum dapat digunakan pada akun Google Workspace, akun anak (Child Account), maupun pengguna yang mengikuti Advanced Protection Program. Pengguna dapat mengecek apakah akun mereka sudah memenuhi syarat melalui pengaturan Google Account.
Lengkapi sistem keamanan akun
Peluncuran Selfie Video menjadi bagian dari langkah Google memperluas pilihan autentikasi akun agar pengguna memiliki lebih banyak cara untuk mengakses akun secara aman.
Sebelumnya, Google telah menghadirkan berbagai metode keamanan seperti passkeys, verifikasi dua langkah, hingga Recovery Contacts sebagai alternatif ketika pengguna kehilangan akses ke akun. Kehadiran Selfie Video melengkapi ekosistem tersebut dengan menambahkan opsi verifikasi berbasis biometrik yang tetap mengutamakan kendali pengguna atas data pribadinya.
Google juga menegaskan bahwa video selfie hanya digunakan untuk membantu proses login, kecuali pengguna secara sukarela memberikan izin untuk tujuan lain. Seluruh data tetap berada di bawah kendali pengguna dan dapat dihapus kapan saja melalui pengaturan akun. (deA/aNs)
Gen Z Takeaway
Akun Google kini menyimpan hampir semua aktivitas digital, mulai dari email, foto, dokumen, hingga data penting lainnya. Karena itu, kehilangan akses bisa jadi situasi yang cukup merepotkan. Lewat Selfie Video, Google menambah satu lapisan keamanan sekaligus jalur pemulihan baru agar pengguna tetap bisa masuk ke akun saat perangkat utama tidak tersedia. Meski bukan pengganti password, fitur ini bisa menjadi "rencana cadangan" yang praktis di tengah ancaman pembajakan akun yang semakin canggih.









