Stop Buang Pangan! Warga Jakarta Diajak Slay Kelola Makanan Biar Nggak Jadi Sampah

Editor: Anri Syaiful
Minggu, 26 Juli 2026 | 17:25 WIB
Stop Buang Pangan! Warga Jakarta Diajak Slay Kelola Makanan Biar Nggak Jadi Sampah
Stop Buang Pangan! Warga Jakarta Diajak Slay Kelola Makanan Biar Nggak Jadi Sampah. [Ilustrasi buang sampah/Gemini]

astakom.com, Jakarta – Masalah sampah di Ibu Kota memang real banget tantangannya. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kini makin gencar memperkuat strategi pengurangan sampah langsung dari sumbernya.

Caranya? Dengan mengajak seluruh warga Jakarta untuk mulai bijak mengelola makanan harian. Langkah ini dinilai super krusial karena sisa makanan ternyata masih mendominasi porsi terbesar sampah organik yang saban hari harus dikumpulkan, diangkut, dan diolah oleh petugas.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi Asikin, menegaskan bahwa menekan angka food waste alias sisa makanan dari level rumah tangga hingga tempat usaha bakal memberikan dampak instan buat meringankan beban sistem pengelolaan sampah kota.

“Semakin sedikit makanan yang terbuang, semakin kecil pula volume sampah yang harus dikumpulkan, diangkut, dan diolah. Karena itu, pengurangan sisa makanan harus menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari masyarakat Jakarta,” ujar Dudi, dilansir laman berita Pemrov DKI Jakarta, dikutip astakom.com pada Minggu (26/07/2026).

Kolaborasi bareng sektor HORECA dan komunitas

Guna mewujudkan mindset baru ini, Pemprov DKI Jakarta mengusung Gerakan Warga Jakarta Bijak Pangan dan Gerakan Pilah Sampah. Lewat gerakan ini, masyarakat didorong untuk lebih cermat merencanakan konsumsi, mencegah makanan terbuang sia-sia, mengolah kembali bahan makanan yang masih layak, hingga membiasakan diri memilah sampah sejak dari rumah.

Dudi menjelaskan, gerakan hasil kolaborasi dengan Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) ini juga merangkul komunitas serta para pelaku usaha di sektor hotel, restoran, dan katering (HORECA). Sinergi lintas sektor ini menjadi pondasi penting Pemprov DKI dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang jauh lebih efektif dan berkelanjutan.

Angka sampah Jakarta masih bikin melotot!

FYI, volume sampah harian Jakarta saat ini menyentuh angka fantastis, yakni sekitar 9.059 ton setiap harinya! Mirisnya, hampir separuh dari total tumpukan sampah tersebut adalah sampah organik yang didominasi oleh sisa makanan.

Maka dari itu, masyarakat sebetulnya bisa langsung berkontribusi lewat aksi-aksi sederhana sehari-hari:

  • Merencanakan belanja bahan makanan sesuai kebutuhan.
  • Mengambil porsi makan secukupnya dan memastikan piring bersih.
  • Mengolah kembali (recycle) bahan pangan yang masih bagus.
  • Disiplin memisahkan sampah organik dan anorganik di rumah.

“Sampah sisa makanan yang terus meningkat memberikan beban besar terhadap sistem pengelolaan sampah perkotaan. Karena itu, pengurangannya harus dimulai dari kebiasaan sehari-hari dalam mengelola pangan,” jelasnya.

Bapak-bapak juga ikut aksi: mengolah pangan bukan cuma tugas cewek!

Di sisi lain, Executive Director IBCSD, Indah Budiani, mengungkapkan bahwa Gerakan Warga Jakarta Bijak Pangan mengajak warga melihat sisa makanan sebagai masalah serius yang sebenarnya sangat bisa dicegah lewat perubahan kebiasaan kecil.

Serunya, peluncuran gerakan ini diawali dengan aksi unik berupa kegiatan Demo Masak Bapak-Bapak Bijak Pangan. Dalam acara tersebut, para pria unjuk gigi mengolah bahan makanan tersisa menjadi sajian baru yang lezat. Aksi ini menjadi simbol kuat bahwa urusan urus-mengurus pangan di dapur bukan cuma beban perempuan, melainkan tanggung jawab bersama seluruh anggota keluarga, no debate!

“Masyarakat dapat menerapkan kebiasaan sederhana, seperti merencanakan belanja sesuai kebutuhan, menyimpan pangan dengan benar agar lebih tahan lama, mengolah kembali makanan yang masih layak, hingga menyalurkannya kepada mereka yang membutuhkan,” ucapnya.

Dampak besar buat dompet dan kepedulian sosial

Indah menilai, jika kebiasaan baik di dapur ini dijalankan secara konsisten oleh jutaan warga Jakarta, dampaknya bakal terasa luar biasa. Selain bikin volume sampah merosot drastis, bijak kelola pangan juga terbukti valid bikin pengeluaran rumah tangga jadi jauh lebih hemat serta makin mempererat rasa empati sosial.

Harapannya, Gerakan Warga Jakarta Bijak Pangan dan Gerakan Pilah Sampah ini bisa terus membesar menjadi gerakan kolektif seluruh lapisan masyarakat.

“Melalui keterlibatan pemerintah, masyarakat, komunitas, dan dunia usaha, jumlah sisa makanan yang berakhir menjadi sampah dapat terus ditekan sejak dari sumber,” pungkasnya. (aNs)

Gen Z Takeaway

Pemprov DKI Jakarta lagi gencar banget ngajak warga buat slay kelola food waste lewat Gerakan Warga Jakarta Bijak Pangan dan Gerakan Pilah Sampah demi menekan angka sampah harian Jakarta yang tembus 9.059 ton—yang hampir separuhnya didominasi sisa makanan. Berkolaborasi bareng IBCSD dan sektor HORECA, gerakan ini real ngedorong kita semua buat mulai cermat rencanain belanja, recycle bahan makanan layak, sampai disiplin milah sampah dari rumah, bahkan sampai bikin aksi Demo Masak Bapak-Bapak buat buktiin kalau urusan dapur itu tanggung jawab semua anggota keluarga, no debate!

Sampah Sampah Makanan Kelola Pangan pemprov dki jakarta Warga Jakarta Sampah Organik

Infografis

Terkini