JFC 2026 Tak Sekadar Parade Kostum, Kementerian Kebudayaan Sebut Jadi Panggung Peradaban

Pewarta: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Anri Syaiful
Senin, 27 Juli 2026 | 15:29 WIB
JFC 2026 Tak Sekadar Parade Kostum, Kementerian Kebudayaan Sebut Jadi Panggung Peradaban
JFC 2026 Tak Sekadar Parade Kostum, Kementerian Kebudayaan Sebut Jadi Panggung Peradaban [Kemenbud]

astakom.com, JakartaJember Fashion Carnaval (JFC) kembali menunjukkan bahwa sebuah festival fesyen dapat memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar parade kostum. Pemerintah menilai ajang ini telah berkembang menjadi ruang yang mempertemukan warisan budaya, kreativitas, hingga penguatan ekonomi kreatif yang berkontribusi terhadap citra Indonesia di tingkat internasional.

Melansir keterangan resmi Kementerian Kebudayaan yang diterima astakom.com, Senin (27/07/2026), pandangan tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan Bambang Wibawarta saat menghadiri puncak Grand Carnival Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026 di Central Park, Jember, Jawa Timur.

Grand Carnival menjadi acara utama dalam rangkaian JFC 2026 yang berlangsung pada 24–26 Juli. Mengusung tema "HEAL: Human, Earth, Life", festival ini diikuti lebih dari 2.500 peserta dari berbagai daerah di Indonesia dengan parade sepanjang sekitar 3,6 kilometer yang menampilkan delapan defile bertema hubungan manusia, bumi, dan kehidupan.

Budaya bertemu kreativitas

Bambang menilai JFC menjadi contoh bagaimana kekayaan budaya dapat terus berkembang melalui pendekatan kreatif tanpa meninggalkan identitas bangsa. Menurutnya, festival tersebut menunjukkan bahwa budaya dapat menjadi kekuatan strategis di tengah perubahan zaman sekaligus menarik perhatian dunia.

"JFC bukan sekedar pertunjukan busana, ini adalah panggung peradaban, sebuah ruang tempat tradisi dan inovasi bertemu, tempat warisan kebudayaan diolah menjadi bahasa universal yang mampu menyatukan manusia tanpa mengenal batas negara, bahasa, maupun latar belakang," ungkap Sekjen Bambang Wibawarta.

Ia mengatakan Indonesia memiliki kekayaan budaya yang besar dan akan memiliki nilai lebih ketika terus dihidupkan, ditafsirkan kembali, serta diwujudkan dalam karya yang memberikan manfaat budaya, sosial, maupun ekonomi.

Bambang juga menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara, seniman, desainer, perajin, relawan, Pemerintah Kabupaten Jember, serta Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang dinilai konsisten menjaga keberlangsungan festival tersebut.

"Ke depan, kita harap JFC terus berkembang menjadi ruang inovasi budaya, pusat lahirnya talenta-talenta kreatif Indonesia, sekaligus menjadi salah satu wajah diplomasi budaya indonesia di tingkat global," jelasnya. 

Masuk agenda unggulan nasional

Sebagai latar belakang, melansir laman resmi Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata, Jember Fashion Carnaval termasuk salah satu agenda unggulan dalam kalender event nasional yang dipromosikan untuk memperkuat daya tarik pariwisata Indonesia melalui penyelenggaraan event berkualitas. Program KEN juga diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperkuat ekosistem ekonomi kreatif, serta meningkatkan kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi di Indonesia.

Sementara itu, mengutip laman resmi Jember Fashion Carnaval Foundation, festival yang digagas almarhum Dynand Fariz pada 2003 tersebut berkembang dari parade fesyen di jalanan Kota Jember menjadi salah satu street fashion carnival yang dikenal hingga tingkat internasasional. Setiap penyelenggaraannya, JFC mengangkat tema berbeda yang memadukan unsur budaya Nusantara, seni pertunjukan, inovasi desain, serta berbagai isu global.

Pada penyelenggaraan tahun ini, selain Grand Carnival, JFC juga menghadirkan sejumlah agenda lain seperti Kids & Art Carnaval dan Wonderful Archipelago Carnival Indonesia (WACI). Berbagai karya eco-fashion berbahan daur ulang turut ditampilkan sebagai bagian dari kampanye keberlanjutan lingkungan melalui karya seni.

Diharapkan terus membawa budaya Indonesia ke dunia

Di akhir sambutannya, Bambang berharap JFC dapat terus berkembang sebagai ruang kolaborasi yang melahirkan inovasi budaya sekaligus memperkuat posisi Indonesia di tingkat global melalui kreativitas.

"Mari jadikan setiap karya sebagai penghormatan kepada warisan budaya bangsa, setiap kreativitas sebagai energi pembangunan, dan setiap kolaborasi sebagai jembatan utk membawa budaya indonesia semakin dikenal dan dicintai dunia," ucapnya.

Turut hadir dalam Grand Carnival JFC 2026 antara lain Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Konsul Jenderal Jepang di Surabaya Takonai Susumu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, serta Bupati Jember Muhammad Fawait. (deA/aNs)

Gen Z Takeaway

JFC 2026 menunjukkan bahwa budaya bisa terus berkembang mengikuti zaman tanpa kehilangan akar tradisinya. Ketika kreativitas, seni, dan identitas lokal berjalan beriringan, festival seperti JFC bukan hanya menjadi tontonan, tetapi juga ruang untuk memperkenalkan Indonesia kepada dunia sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif di daerah.

JFC 2026 Jember Fashion Carnaval (JFC) Jember Parade fashion fashion Fashion Indonesia Berita Fashion

Infografis

Terkini