12 Penumpang Selamat Usai Speedboat Tenggelam di Teluk Tomini, Pencarian Nakhoda Masih Berlangsung

Pewarta: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Anri Syaiful
Minggu, 26 Juli 2026 | 13:45 WIB
12 Penumpang Selamat Usai Speedboat Tenggelam di Teluk Tomini, Pencarian Nakhoda Masih Berlangsung
12 Penumpang Selamat usai Speedboat Tenggelam di Teluk Tomini, Pencarian Nakhoda Masih Berlangsung [DJPL Kemenhub]

astakom.com, Jakarta – Kabar melegakan datang dari insiden tenggelamnya speedboat SB. Mister Un di perairan Teluk Tomini, Gorontalo. Seluruh penumpang berhasil ditemukan dalam keadaan selamat setelah sempat menghadapi situasi darurat di tengah laut.

Meski begitu, operasi penyelamatan belum berakhir. Berdasarkan pembaruan data Kementerian Perhubungan per Sabtu (25/07/2026) pukul 15.00 Wita, tim SAR gabungan masih menyisir lokasi kejadian untuk mencari satu awak kapal yang merupakan nakhoda speedboat dan hingga kini belum ditemukan.

Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Perhubungan yang diterima astakom.com, speedboat tersebut mengangkut 13 orang yang terdiri atas 11 warga negara asing (WNA) dan dua awak kapal. Sebanyak 12 orang telah dievakuasi dalam keadaan selamat, sementara satu awak kapal masih dinyatakan hilang.

Seluruh penumpang berhasil dievakuasi

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Muhammad Masyhud mengatakan seluruh korban selamat telah berhasil dievakuasi dan langsung mendapatkan penanganan awal sebelum menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut.

"Berdasarkan pembaruan data pada Sabtu (25/7/2026) pukul 15.00 WIita, Tim SAR Gabungan telah menemukan 12 orang dalam keadaan selamat, termasuk 11 penumpang WNA. Seluruh korban selamat telah dievakuasi ke Resort Sanctum di Una-Una untuk penanganan awal, dan selanjutnya dibawa ke RSUD Ampana untuk pemeriksaan medis lanjutan," ujar Muhammad Masyhud dalam keterangan resmi Kementerian Perhubungan yang diterima astakom.com.

Setelah memastikan seluruh penumpang berhasil diselamatkan, operasi SAR kini difokuskan untuk menemukan nakhoda Ferdiansyah yang masih dinyatakan hilang. Penyisiran dilakukan di sekitar lokasi ditemukannya para korban selamat.

"Saat ini, satu orang awak kapal, yakni Nakhoda atas nama Ferdiansyah, masih dalam proses pencarian. Tim SAR Gabungan tengah melakukan penyisiran di sekitar area penemuan korban selamat," tambahnya.

Untuk mendukung proses tersebut, Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Ampana telah mendirikan posko penanganan sebagai pusat koordinasi operasi pencarian dan penyelamatan.

Gangguan mesin diperparah cuaca

Berdasarkan keterangan resmi Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, SB. Mister Un yang dioperasikan PT Farmaz Jaya Abadi bertolak dari Pelabuhan Una-Una, wilayah kerja UPP Kelas III Ampana, menuju Pelabuhan Marisa, Gorontalo, pada Jumat (24/07/2026) pukul 07.30 Wita.

Melansir dari maritim bmkg Teluk Tomini merupakan salah satu jalur pelayaran yang menghubungkan sejumlah wilayah di Sulawesi. Kondisi cuaca di kawasan ini dapat berubah dengan cepat sehingga kesiapan teknis kapal dan pemantauan kondisi laut menjadi aspek penting dalam menjaga keselamatan pelayaran. Data cuaca maritim BMKG pada periode tersebut juga menunjukkan adanya potensi peningkatan kecepatan angin sesaat di kawasan perairan Teluk Tomini yang perlu diwaspadai pelaku pelayaran.

Informasi awal yang didapat dari lapangan menyebutkan speedboat mengalami gangguan berupa mati mesin. Kondisi tersebut kemudian diperparah oleh cuaca dan kondisi hidrometeorologi yang semakin memburuk hingga kapal akhirnya tenggelam di sekitar lokasi penemuan para korban.

Memasuki malam hari, gelombang dan cuaca buruk membuat operasi penyelamatan sempat dihentikan sementara demi menjaga keselamatan personel SAR. Setelah kondisi memungkinkan, pencarian kembali dilanjutkan pada Sabtu pagi dengan melibatkan Basarnas Gorontalo, TNI AL, Polairud, SROP Ampana, UPP Kelas III Ampana, serta unsur terkait lainnya.

Koordinasi lintas instansi terus diperkuat

Kementerian Perhubungan menegaskan koordinasi antarlembaga terus dilakukan agar proses pencarian terhadap awak kapal yang belum ditemukan dapat berjalan secara optimal.

"Ditjen Hubla terus berkoordinasi dengan Basarnas Gorontalo, TNI AL, Polairud, SROP Ampana, dan pihak terkait di lokasi. Operasi pencarian sempat ditunda pada Jumat (24/7/2026) malam karena kondisi gelombang tinggi di perairan Teluk Tomini demi keselamatan personel SAR. Operasi telah dilanjutkan kembali pada Sabtu pagi," jelas Muhammad Masyhud dalam keterangan resmi Kementerian Perhubungan yang diterima astakom.com.

Ia menambahkan pemerintah terus memantau perkembangan operasi pencarian hingga seluruh korban dapat dipastikan ditemukan.

"Kami memantau secara berkala jalannya operasi SAR dan memastikan upaya pencarian nakhoda dilakukan secara optimal bersama seluruh unsur yang terlibat," tutupnya.

Kementerian Perhubungan juga kembali mengingatkan seluruh operator kapal dan masyarakat maritim agar memastikan kondisi teknis armada, kelengkapan alat keselamatan, serta memperhatikan perkembangan cuaca sebelum berlayar guna meminimalkan risiko kecelakaan di laut. (daA/aNs)

Gen Z Takeaway

Selamatnya seluruh penumpang menjadi kabar yang patut disyukuri, tetapi insiden ini juga mengingatkan bahwa keselamatan pelayaran tidak bisa bergantung pada satu faktor saja. Kesiapan teknis kapal, kewaspadaan terhadap perubahan cuaca, dan respons cepat tim SAR menjadi kombinasi penting agar risiko di laut bisa ditekan sekecil mungkin, sementara pencarian terhadap nakhoda yang masih hilang terus diupayakan hingga tuntas.

Gorontalo kemenhub Djpl kemenhub Speedboat Tenggelam Teluk tomini

Infografis

Terkini